Bebas Bersyarat, Mantan Bupati Lamteng Andy Achmad Sujud Syukur di Depan Lapas
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Bebas Bersyarat, Mantan Bupati Lamteng Andy Achmad Sujud Syukur di Depan Lapas

...
Sulaiman
Bandarlampung
17 Agustus 2021 - 17:41 WIB
Hukum | RILISID
...
Mantan Bupati Lampung Tengah Andy Ahmad saat sujud syukur di depan Lapas Rajabasa, Selasa (17/8/2021). FOTO: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurna Jaya akhirnya dinyatakan bebas bersyarat dari Lapas Kelas IA Rajabasa, Bandarlampung bertepatan dengan hari kemerdekaan RI ke-76, Selasa (17/8/2021), setelah menjalani hukuman 12 tahun penjara.

Andy Achmad yang biasa dipanggil Kanjeng itu mengungkapkan, apa yang ia alami merupakan perjalanan yang dikehendaki Allah Swt.

"Selalu berpikir positif, hablumminallah kita jalani saja," ungkapnya saat ditemui di depan Lapas Rajabasa.

"Alhamdulillah perjalanan ini semua kehendak Allah, jadi kalau saya berpikir negatif saya tidak sehat seperti ini," ujarnya kepada awak media. 

Ia mengaku sempat menjadi Ketua Pondok Pesantren dan Mejelis Taklim Daruttaubah Lapas. Dan menganggap lapas adalah rumah sendiri sehingga mudah bermusyawarah. 

"Jadikan lapas ini rumah, jadi kita berbuat baik, kita mau bersihkan dan lebih nyaman," pesannya terhadap tahanan lain.

Andy mengaku, setelah bebas dirinya akan beristirahat terlebih dahulu, dan kembali menciptakan lagu sesuai hobinya.

Kepala Lapas Rajabasa Maizar menjelaskan, Andy Achmad dibebaskan bersyarat lantaran sudah membayar denda Rp500 juta pada 10 Agustus 2021.

"Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dibebaskan tepat pada tanggal 17 Agustus 2021 bertepatan dengan hari kemerdekaan. Mudah-mudahan beliau bisa beraktivitas dan menjalani kehidupan yang baru," kata dia. 

Sebelumnya diketahui, Mantan Bupati Lampung Tengah periode 2005-2010 itu divonis 12 tahun oleh Mahkamah Agung (MA) dan denda Rp500 Juta terkait korupsi APBD setempat.

Selain itu, pidana tambahan uang pengganti Rp20,5 miliar telah berusaha dibayarkan dengan penyitaan aset baik harta bergerak dan tidak bergerak yang nilainya ditaksir mencapai Rp40 miliar. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

Bebas Bersyarat, Mantan Bupati Lamteng Andy Achmad Sujud Syukur di Depan Lapas

...
Sulaiman
Bandarlampung
17 Agustus 2021 - 17:41 WIB
Hukum | RILISID
...
Mantan Bupati Lampung Tengah Andy Ahmad saat sujud syukur di depan Lapas Rajabasa, Selasa (17/8/2021). FOTO: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurna Jaya akhirnya dinyatakan bebas bersyarat dari Lapas Kelas IA Rajabasa, Bandarlampung bertepatan dengan hari kemerdekaan RI ke-76, Selasa (17/8/2021), setelah menjalani hukuman 12 tahun penjara.

Andy Achmad yang biasa dipanggil Kanjeng itu mengungkapkan, apa yang ia alami merupakan perjalanan yang dikehendaki Allah Swt.

"Selalu berpikir positif, hablumminallah kita jalani saja," ungkapnya saat ditemui di depan Lapas Rajabasa.

"Alhamdulillah perjalanan ini semua kehendak Allah, jadi kalau saya berpikir negatif saya tidak sehat seperti ini," ujarnya kepada awak media. 

Ia mengaku sempat menjadi Ketua Pondok Pesantren dan Mejelis Taklim Daruttaubah Lapas. Dan menganggap lapas adalah rumah sendiri sehingga mudah bermusyawarah. 

"Jadikan lapas ini rumah, jadi kita berbuat baik, kita mau bersihkan dan lebih nyaman," pesannya terhadap tahanan lain.

Andy mengaku, setelah bebas dirinya akan beristirahat terlebih dahulu, dan kembali menciptakan lagu sesuai hobinya.

Kepala Lapas Rajabasa Maizar menjelaskan, Andy Achmad dibebaskan bersyarat lantaran sudah membayar denda Rp500 juta pada 10 Agustus 2021.

"Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dibebaskan tepat pada tanggal 17 Agustus 2021 bertepatan dengan hari kemerdekaan. Mudah-mudahan beliau bisa beraktivitas dan menjalani kehidupan yang baru," kata dia. 

Sebelumnya diketahui, Mantan Bupati Lampung Tengah periode 2005-2010 itu divonis 12 tahun oleh Mahkamah Agung (MA) dan denda Rp500 Juta terkait korupsi APBD setempat.

Selain itu, pidana tambahan uang pengganti Rp20,5 miliar telah berusaha dibayarkan dengan penyitaan aset baik harta bergerak dan tidak bergerak yang nilainya ditaksir mencapai Rp40 miliar. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya