Dramatis, Usai Penggerebekan Mobil Polisi Diadang Keluarga Buronan Begal Kambuhan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Dramatis, Usai Penggerebekan Mobil Polisi Diadang Keluarga Buronan Begal Kambuhan

Lampung Tengah
27 Juli 2021 - 21:21 WIB
Hukum | RILISID
...
Suasana dramatis dan mencekam saat keluarga buronan begal menghalangi mobil polisi usai penggerebekan, Minggu (25/7/2021). FOTO: Humas Polres Lamteng

RILISID, Lampung Tengah — Matahari belum juga muncul di Minggu (25/7/2021) pagi yang masih cukup dingin itu. Pada suasana tenang tersebut, dengan menumpang beberapa mobil, sejumlah personel Tim Khusus Anti Bandit(Tekab) 308 Polres Lampung Tengah (Lamteng) terlihat bergerak taktis.

Mereka mengepung sebuah rumah di wilayah Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Waypengubuan. Sebagian menyebar ke bagian samping dan belakang, menutup jalan pelarian. Sebagian lainnya merangsek masuk.

Di dalam rumah, yang dicari ketemu. Johan Aripin (28) namanya dan langsung dibawa keluar. Wajahnya tampak kaget karena tidak menyangka tidur paginya terpaksa terputus karena sergapan polisi.

“Pria itu adalah tersangka spesialis pencurian dengan kekerasan atau pembegalan lintas kabupaten, yang selama ini sudah dicari-cari polisi. Statusnya buronan,” ungkap Kasatreskrim Polres Lamteng AKP Edi Qorinas dalam keterangan persnya.

Ternyata menangkap penjahat tidak semudah itu. Menurut Edi, terkadang ada saja halangannya.

Kali ini, istri dan ibu tersangka berteriak-teriak. Mencaci polisi yang sudah akan membawa tersangka dengan mobil.

Teriakan kedua wanita itu membuat tetangga dan warga sekitar terbangun dan datang ingin melihat. Polisi terpaksa membuang tembakan ke udara untuk membubarkan massa.

“Ternyata keluarga masih belum rela, mereka mencoba menghalagi anggota kami. Keduanya bahkan berdiri menghalangi mobil polisi saat akan pergi dari TKP, namun tidak dihiraukan anggota,” terusnya.

Tersangka akhirnya bisa dibawa ke Mapolres dan segera menjalani pemeriksaan intensif.

“Dari pemeriksaan polisi, tersangka adalah residivis yang sudah puluhan kali mencuri motor di wilayah Lamteng dan Kota Bandarlampung,” beber Edi lagi.

Selain menyasar pengendara yang melintas di jalan sepi, sasaran tersangka juga motor yang terpakir di depan rumah atau parkiran umum. Tersangka juga tidak segan-segan melukai korbannya jika melakukan perlawanan.

Polisi kini masih menyelidiki penadah motor hasil curian tersangka, yang identitasnya sudah diketahui.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” pungkas Edi. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

Dramatis, Usai Penggerebekan Mobil Polisi Diadang Keluarga Buronan Begal Kambuhan

...
[email protected]
Lampung Tengah
27 Juli 2021 - 21:21 WIB
Hukum | RILISID
...
Suasana dramatis dan mencekam saat keluarga buronan begal menghalangi mobil polisi usai penggerebekan, Minggu (25/7/2021). FOTO: Humas Polres Lamteng

RILISID, Lampung Tengah — Matahari belum juga muncul di Minggu (25/7/2021) pagi yang masih cukup dingin itu. Pada suasana tenang tersebut, dengan menumpang beberapa mobil, sejumlah personel Tim Khusus Anti Bandit(Tekab) 308 Polres Lampung Tengah (Lamteng) terlihat bergerak taktis.

Mereka mengepung sebuah rumah di wilayah Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Waypengubuan. Sebagian menyebar ke bagian samping dan belakang, menutup jalan pelarian. Sebagian lainnya merangsek masuk.

Di dalam rumah, yang dicari ketemu. Johan Aripin (28) namanya dan langsung dibawa keluar. Wajahnya tampak kaget karena tidak menyangka tidur paginya terpaksa terputus karena sergapan polisi.

“Pria itu adalah tersangka spesialis pencurian dengan kekerasan atau pembegalan lintas kabupaten, yang selama ini sudah dicari-cari polisi. Statusnya buronan,” ungkap Kasatreskrim Polres Lamteng AKP Edi Qorinas dalam keterangan persnya.

Ternyata menangkap penjahat tidak semudah itu. Menurut Edi, terkadang ada saja halangannya.

Kali ini, istri dan ibu tersangka berteriak-teriak. Mencaci polisi yang sudah akan membawa tersangka dengan mobil.

Teriakan kedua wanita itu membuat tetangga dan warga sekitar terbangun dan datang ingin melihat. Polisi terpaksa membuang tembakan ke udara untuk membubarkan massa.

“Ternyata keluarga masih belum rela, mereka mencoba menghalagi anggota kami. Keduanya bahkan berdiri menghalangi mobil polisi saat akan pergi dari TKP, namun tidak dihiraukan anggota,” terusnya.

Tersangka akhirnya bisa dibawa ke Mapolres dan segera menjalani pemeriksaan intensif.

“Dari pemeriksaan polisi, tersangka adalah residivis yang sudah puluhan kali mencuri motor di wilayah Lamteng dan Kota Bandarlampung,” beber Edi lagi.

Selain menyasar pengendara yang melintas di jalan sepi, sasaran tersangka juga motor yang terpakir di depan rumah atau parkiran umum. Tersangka juga tidak segan-segan melukai korbannya jika melakukan perlawanan.

Polisi kini masih menyelidiki penadah motor hasil curian tersangka, yang identitasnya sudah diketahui.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” pungkas Edi. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya