Kategori
Rilis Network

Penyebar Video Hoaks Kericuhan di Pasar Metro Ditetapkan Tersangka

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
22 Juli 2021 - 14:31 WIB
Hukum | RILISID
...
Tangkapan layar video permintaan maaf Guntoro, Kamis (22/7/2021). FOTO: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Seorang oknum guru bernama Guntoro (50) warga Jalan Belida, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung.

Pemilik akun @Guntoro21 itu ditetapkan tersangka karena mengunggah video kericuhan antara pedagang dan Satpol PP di masa PPKM Darurat, yang disebut-sebut terjadi di wilayah Metro dan sebelumnya viral di media sosial.

Penetapan itu dibenarkan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Arie Rachman Nafarin saat dikonfirmasi Rilisid Lampung, Kamis (22/7/2021).

"Sudah. Sudah kita tetapkan tersangka," ujar Arie singkat melalui sambungan telepon, pada Kamis (22/7/2021).

Video itu sendiri setelah ditelusuri merupakan kerusuhan yang terjadi di Pasar Kartini, Peunayong, Aceh pada 24 Mei 2021 lalu.

Tersangka juga telah membuat video permintaan maaf didampingi dua personel Ditreskrimsus saat berada di Mapolda Lampung.

"Perkenalkan nama saya Guntoro pemilik akun @Guntoro21, terkait video kerusuhan yang terjadi di Terminal Metro Pusat pada tanggal 15 Juli 2021, pukul 22:00 WIB adalah video hoaks. Untuk itu, warga seluruh Lampung khususnya warga Kota Metro dan sekitarnya, saya atas nama pribadi mohon maaf, serta berjanji tidak akan mengulangi kembali," ucap Guntoro.

Atas unggahan itu, Guntoro terancam Pasal 51 Ayat 1 Jo Pasal 35 tentang Undang-undang ITE Tahun 2016 dan diancam hukuman 12 Tahun Penjara. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

| 0 Komentar

Penyebar Video Hoaks Kericuhan di Pasar Metro Ditetapkan Tersangka

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
22 Juli 2021 - 14:31 WIB
Hukum | RILISID
...
Tangkapan layar video permintaan maaf Guntoro, Kamis (22/7/2021). FOTO: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Seorang oknum guru bernama Guntoro (50) warga Jalan Belida, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung.

Pemilik akun @Guntoro21 itu ditetapkan tersangka karena mengunggah video kericuhan antara pedagang dan Satpol PP di masa PPKM Darurat, yang disebut-sebut terjadi di wilayah Metro dan sebelumnya viral di media sosial.

Penetapan itu dibenarkan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Arie Rachman Nafarin saat dikonfirmasi Rilisid Lampung, Kamis (22/7/2021).

"Sudah. Sudah kita tetapkan tersangka," ujar Arie singkat melalui sambungan telepon, pada Kamis (22/7/2021).

Video itu sendiri setelah ditelusuri merupakan kerusuhan yang terjadi di Pasar Kartini, Peunayong, Aceh pada 24 Mei 2021 lalu.

Tersangka juga telah membuat video permintaan maaf didampingi dua personel Ditreskrimsus saat berada di Mapolda Lampung.

"Perkenalkan nama saya Guntoro pemilik akun @Guntoro21, terkait video kerusuhan yang terjadi di Terminal Metro Pusat pada tanggal 15 Juli 2021, pukul 22:00 WIB adalah video hoaks. Untuk itu, warga seluruh Lampung khususnya warga Kota Metro dan sekitarnya, saya atas nama pribadi mohon maaf, serta berjanji tidak akan mengulangi kembali," ucap Guntoro.

Atas unggahan itu, Guntoro terancam Pasal 51 Ayat 1 Jo Pasal 35 tentang Undang-undang ITE Tahun 2016 dan diancam hukuman 12 Tahun Penjara. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

| 0 Komentar