Kembangkan Literasi di Metro, RIS - Koffieswoning Sediakan Book Drop Berbentuk Kotak Telepon
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kembangkan Literasi di Metro, RIS - Koffieswoning Sediakan Book Drop Berbentuk Kotak Telepon

Metro
18 Desember 2021 - 21:05 WIB
Budaya | RILISID
...
Bookdrop pojok baca dan UMKM RIS - Koffieswoning. Foto: Istimewa

RILISID, Metro — Rumah Informasi Sejarah (RIS) Metro bersama Kedai Koffieswoning ikut mendukung berkembangnya literasi di Kota Metro.

Wherly dari Koffieswoning mengatakan wujud dukungan ini adalah dengan ikut mensukseskan gerakan Juk Pai Buku Meu yang pernah digelorakan Dispusarda.

"Kami menyediakan dua buah book drop atau tempat menyimpan donasi buku yang nantinya akan disalurkan ke pojok-pojok baca yang dibangun mandiri oleh warga Metro," jelasnya, Sabtu (18/12/2021). 

Wherly juga mengajak para pengunjung RIS dan Koffieswoning untuk bersama-sama terlibat dalam gerakan donasi buku ini.

Book Drop Unik

Salah satu book drop yang tersedia di lingkungan RIS Metro sendiri berbentuk kotak telepon berwarna merah yang diletakan di depan taman dr Mas Soemarno Hadiwinoto.

Ika Pusparini dari TACB Metro menjelaskan book drop tersebut merupakan  donasi dari Bunda Literasi Kota Metro.

Lewat book drop yang unik para pengunjung yang datang tidak hanya dapat berdonasi.

"Tapi juga berfoto dan menyebarkannya di media sosial sebagai upaya promosi gerakan donasi buku," paparnya. 

Kehadiran book drop di ruang-ruang publik kini tengah merambah di berbagai kota di Indonesia sebagai upaya membangun budaya literasi.

Pojok Baca dan Gerakan Literasi

Tidak hanya menyediakan book drop, Koffieswoning juga menyediakan pojok baca sejarah dan UMKM.

Pojok UMKM kini berisi beragam produk antara lain kopi, buku, madu, dan merchandise.

"Harapannya bisa juga ikut mendukung tumbuh kembang UMKM di Kota Metro," jelas Wherli.

Sementara, Fauliza dari Dispusarda Metro berharap ke depan akan semakin banyak tumbuh pojok baca dan book drop di berbagai tempat di Kota Metro.

"Kami berharap gerakan Juk Pai Buku Meu akan terus tumbuh dan hidup untuk mendorong budaya literasi di Kota Metro," ungkapnya.

Bunda literasi Metro Silfia Naharani juga berkeinginan semangat gerakan literasi terus menyebar ke berbagai lapisan masyarakat.

"Bersama kita bergerak dan berjuang mewujudkan Metro sebagai kota literasi," tegasnya.

Selain pemerintah dan komunitas, gerakan literasi juga ikut digaungkan oleh Kejaksaan Negeri Metro.

Kepala Kejaksaan Negeri Metro Virginia mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Dispusarda Metro menggelar kegiatan literasi hukum ke berbagai sekolah yang ada di Kota Metro.

"Kami mengenalkan hukum ke kalangan pelajar sejak dini agar dapat menumbuhkan kesadaran serta mencegah berbagai pelanggaran hukum," tegasnya.

RIS Sebagai Ruang Publik


Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Metro Siti Rogayati Seprita mengatakan RIS kini semakin berkembang menjadi ruang publik yang digunakan berbagai kalangan

"Tak hanya oleh kegiatan berlatarbelakang sejarah dan cagar budaya, tapi juga oleh berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, pelajar untuk penampilan akustik, dan kuliah umum. 

Ia juga berharap pemanfaatan cagar budaya yang dilakukan akan mampu menghadirkan ruang publik bagi pengembangan literasi serta kreatifitas warga Metro.

"Terlebih lokasi RIS ini sangat strategis berada di pusat kota yang mudah diakses oleh berbagai kalangan," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kembangkan Literasi di Metro, RIS - Koffieswoning Sediakan Book Drop Berbentuk Kotak Telepon

...
lampung@rilis.id
Metro
18 Desember 2021 - 21:05 WIB
Budaya | RILISID
...
Bookdrop pojok baca dan UMKM RIS - Koffieswoning. Foto: Istimewa

RILISID, Metro — Rumah Informasi Sejarah (RIS) Metro bersama Kedai Koffieswoning ikut mendukung berkembangnya literasi di Kota Metro.

Wherly dari Koffieswoning mengatakan wujud dukungan ini adalah dengan ikut mensukseskan gerakan Juk Pai Buku Meu yang pernah digelorakan Dispusarda.

"Kami menyediakan dua buah book drop atau tempat menyimpan donasi buku yang nantinya akan disalurkan ke pojok-pojok baca yang dibangun mandiri oleh warga Metro," jelasnya, Sabtu (18/12/2021). 

Wherly juga mengajak para pengunjung RIS dan Koffieswoning untuk bersama-sama terlibat dalam gerakan donasi buku ini.

Book Drop Unik

Salah satu book drop yang tersedia di lingkungan RIS Metro sendiri berbentuk kotak telepon berwarna merah yang diletakan di depan taman dr Mas Soemarno Hadiwinoto.

Ika Pusparini dari TACB Metro menjelaskan book drop tersebut merupakan  donasi dari Bunda Literasi Kota Metro.

Lewat book drop yang unik para pengunjung yang datang tidak hanya dapat berdonasi.

"Tapi juga berfoto dan menyebarkannya di media sosial sebagai upaya promosi gerakan donasi buku," paparnya. 

Kehadiran book drop di ruang-ruang publik kini tengah merambah di berbagai kota di Indonesia sebagai upaya membangun budaya literasi.

Pojok Baca dan Gerakan Literasi

Tidak hanya menyediakan book drop, Koffieswoning juga menyediakan pojok baca sejarah dan UMKM.

Pojok UMKM kini berisi beragam produk antara lain kopi, buku, madu, dan merchandise.

"Harapannya bisa juga ikut mendukung tumbuh kembang UMKM di Kota Metro," jelas Wherli.

Sementara, Fauliza dari Dispusarda Metro berharap ke depan akan semakin banyak tumbuh pojok baca dan book drop di berbagai tempat di Kota Metro.

"Kami berharap gerakan Juk Pai Buku Meu akan terus tumbuh dan hidup untuk mendorong budaya literasi di Kota Metro," ungkapnya.

Bunda literasi Metro Silfia Naharani juga berkeinginan semangat gerakan literasi terus menyebar ke berbagai lapisan masyarakat.

"Bersama kita bergerak dan berjuang mewujudkan Metro sebagai kota literasi," tegasnya.

Selain pemerintah dan komunitas, gerakan literasi juga ikut digaungkan oleh Kejaksaan Negeri Metro.

Kepala Kejaksaan Negeri Metro Virginia mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Dispusarda Metro menggelar kegiatan literasi hukum ke berbagai sekolah yang ada di Kota Metro.

"Kami mengenalkan hukum ke kalangan pelajar sejak dini agar dapat menumbuhkan kesadaran serta mencegah berbagai pelanggaran hukum," tegasnya.

RIS Sebagai Ruang Publik