Lumpuh Sejak 1 SD, Bocah asal Pesawaran Ini Ingin Kursi Roda
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Lumpuh Sejak 1 SD, Bocah asal Pesawaran Ini Ingin Kursi Roda

...
Darmansyah Kiki
Pesawaran
28 April 2021 - 21:05 WIB
Humaniora | RILISID
...
Wahyu, bocah 14 tahun penderita lumpuh di seluruh tubuh. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Kiki

RILISID, Pesawaran — Ingin mengurangi beban orang tuanya, Wahyu Hidayat Fatehah, penderita lumpuh di seluruh badan berharap Ramadan tahun ini mendapat kursi roda dari dermawan.

Ya, remaja 14 tahun bungsu dari tiga saudara anak pasangan Asmani (47) dan Sundari (43) warga Dusun 7 Desa Sukaraja Gedongtataan, Pesawaran ini lumpuh sejak 2013.

Semua aktivitasnya hanya dapat ia lakukan dari tempat tidur. Agar tidak bosan sesekali Wahyu digendong ayahnya duduk menonton televisi tua berukuran 21 inci.

Keluarga ini tinggal di rumah berukuran 6 x 6 meter dengan dinding geribik. Bangunan ini milik kakek Wahyu.

Sejak anaknya sakit, Asmani rela meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh bangunan.

Sementara sang istri mencari nafkah dengan berjualan nasi uduk di jalan di depan rumah. Kadang di pasar.

“Cuma sebulan numpang jualan di depan. Nanti balik lagi ke pasar,” ujarnya Rabu (28/4/2021).

Asmani menceritakan awal mula Wahyu lumpuh karena terjatuh saat berlarian ketika pulang sekolah.

Dengan segala keterbatasan ekonomi, Wahyu sudah menjalani pengobatan medis maupun alternatif.

“Hari kedua jatuh sudah nggak bisa jalan lagi, sejak kelas 1 SD. Jadi sampai sekarang ini sudah 8 tahunan,” paparnya.

Terakhir Wahyu diberi rujukan RS Urip Sumoharjo untuk berobat ke RS Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Namun terpaksa diabaikan karena ketidadaan dana.

Secara mental, Wahyu sebenarnya baik-baik saja. Aktivitasnya setiap hari menonton televisi dan bermain handphone.

"Semua badan lumpuh, paling jari-jarinya yang masih bisa bergerak. Kalau ngomong lancar. Puasa tak pernah putus sejak sakit sampai sekarang,” terangnya.

Untuk dapat membantu aktivitas Wahyu, Asmani ingin sekali memberikan kursi roda untuk anak kesayangannya.

Apalagi menjelang lebaran, Wahyu ingin bertemu dengan saudara-saudaranya. Sebab, repot jika harus digotong-gotong karena beratnya 60 kilogram.

“Apalagi kalau mau ke kamar mandi lumayan repot. Jaraknya sekitar empat meter dari kamar Wahyu,” ungkap Asmani.

Wahyu dengan terbata-bata membenarkan kalau dirinya ingin sekali memiliki kursi roda.

"Iya kursi roda, puasa. Iya puasa, puasa,” tuturnya. (*) 

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Lumpuh Sejak 1 SD, Bocah asal Pesawaran Ini Ingin Kursi Roda

...
Darmansyah Kiki
Pesawaran
28 April 2021 - 21:05 WIB
Humaniora | RILISID
...
Wahyu, bocah 14 tahun penderita lumpuh di seluruh tubuh. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Kiki

RILISID, Pesawaran — Ingin mengurangi beban orang tuanya, Wahyu Hidayat Fatehah, penderita lumpuh di seluruh badan berharap Ramadan tahun ini mendapat kursi roda dari dermawan.

Ya, remaja 14 tahun bungsu dari tiga saudara anak pasangan Asmani (47) dan Sundari (43) warga Dusun 7 Desa Sukaraja Gedongtataan, Pesawaran ini lumpuh sejak 2013.

Semua aktivitasnya hanya dapat ia lakukan dari tempat tidur. Agar tidak bosan sesekali Wahyu digendong ayahnya duduk menonton televisi tua berukuran 21 inci.

Keluarga ini tinggal di rumah berukuran 6 x 6 meter dengan dinding geribik. Bangunan ini milik kakek Wahyu.

Sejak anaknya sakit, Asmani rela meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh bangunan.

Sementara sang istri mencari nafkah dengan berjualan nasi uduk di jalan di depan rumah. Kadang di pasar.

“Cuma sebulan numpang jualan di depan. Nanti balik lagi ke pasar,” ujarnya Rabu (28/4/2021).

Asmani menceritakan awal mula Wahyu lumpuh karena terjatuh saat berlarian ketika pulang sekolah.

Dengan segala keterbatasan ekonomi, Wahyu sudah menjalani pengobatan medis maupun alternatif.

“Hari kedua jatuh sudah nggak bisa jalan lagi, sejak kelas 1 SD. Jadi sampai sekarang ini sudah 8 tahunan,” paparnya.

Terakhir Wahyu diberi rujukan RS Urip Sumoharjo untuk berobat ke RS Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Namun terpaksa diabaikan karena ketidadaan dana.

Secara mental, Wahyu sebenarnya baik-baik saja. Aktivitasnya setiap hari menonton televisi dan bermain handphone.

"Semua badan lumpuh, paling jari-jarinya yang masih bisa bergerak. Kalau ngomong lancar. Puasa tak pernah putus sejak sakit sampai sekarang,” terangnya.

Untuk dapat membantu aktivitas Wahyu, Asmani ingin sekali memberikan kursi roda untuk anak kesayangannya.

Apalagi menjelang lebaran, Wahyu ingin bertemu dengan saudara-saudaranya. Sebab, repot jika harus digotong-gotong karena beratnya 60 kilogram.

“Apalagi kalau mau ke kamar mandi lumayan repot. Jaraknya sekitar empat meter dari kamar Wahyu,” ungkap Asmani.

Wahyu dengan terbata-bata membenarkan kalau dirinya ingin sekali memiliki kursi roda.

"Iya kursi roda, puasa. Iya puasa, puasa,” tuturnya. (*) 

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya