Sosialisasi Prokes Kreatif, Anggota Bhabinkamtimas Keliling Desa Bawa Peti Mati
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sosialisasi Prokes Kreatif, Anggota Bhabinkamtimas Keliling Desa Bawa Peti Mati

Lampung Tengah
27 Juli 2021 - 21:21 WIB
Humaniora | RILISID
...
Anggota Bhabinkamtibmas Desa Sendangrejo, Polsek Kalirejo keliling desa bawa peti jenazah ingatkan warga terapkan prokes, Minggu (25/7/2021). FOTO: Dokumentasi Polsek Kalirejo

RILISID, Lampung Tengah — Ada-ada saja kreativitas personel Bhabinkamtibmas Desa Sendangrejo, di wilayah Polsek Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan ini.

Aipda Omri Situmorang bekerjasama dengan beberapa tenaga kesehatan dan tim satgas kecamatan setempat, berkeliling naik mobil jenis pikap sambil membawa replika peti mati.

Pada bagian belakang mobil ia menambahkan spanduk bertuliskan “Peti Mati dan Tim Pemakaman Khusus Bagi yang Tidak Percaya Covid-19 dan Tidak Mau Pakai Masker. Gratis!”

Sambil membawa pengeras suara, Omri berkeliling desa mengingatkan warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, meskipun sedang berada di depan rumah.

“Kegiatan ini bukan ingin menakut-nakuti masyarakat. Namun hanya mengingatkan bahwa covid-19 itu ada,” ungkap Omri tentang idenya itu, Minggu (25/7/2021).

Ide itu, kisahnya, muncul saat beberapa hari lalu tim satgas memakamkan jenazah pasien covid-19 di desa tersebut. Saat itu menurutnya banyak warga yang santai dan tidak memakai masker serta berkerumun.

“Namun saat kami beritahu itu jenazah pasien covid-19, mereka juga takut dan tidak bersedia membantu pemakaman. Namun kini masih banyak saja warga yang membandel tidak mau menerapkan 5 M,” tukas Omri lagi.

Apalagi, menurut data dinas kesehatan kabupaten Lamteng, Kecamatan Kalirejo dan Bangunrejo merupakan dua wilayah dengan penyebaran covid-19 cukup tinggi.

“Saya akan terus keliling seperti ini, minimal 2-3 kali seminggu, Ini demi keselamatan dan kesehatan kita semua. Apalagi di wilayah saya berdinas akhir-akhir ini lonjakan covid-19 yang menyebabkan meninggal dunia cukup mengkhawatirkan,” paparnya.

Selain mengingatkan warga yang berada di sekitar rumah, Omri dan tim juga sempat membubarkan warga yang sedang berkerumum main burung dara. Merekapun diminta untuk pulang dan bambu gawang burung dara itupun diminta dicopot. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

Sosialisasi Prokes Kreatif, Anggota Bhabinkamtimas Keliling Desa Bawa Peti Mati

...
[email protected]
Lampung Tengah
27 Juli 2021 - 21:21 WIB
Humaniora | RILISID
...
Anggota Bhabinkamtibmas Desa Sendangrejo, Polsek Kalirejo keliling desa bawa peti jenazah ingatkan warga terapkan prokes, Minggu (25/7/2021). FOTO: Dokumentasi Polsek Kalirejo

RILISID, Lampung Tengah — Ada-ada saja kreativitas personel Bhabinkamtibmas Desa Sendangrejo, di wilayah Polsek Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan ini.

Aipda Omri Situmorang bekerjasama dengan beberapa tenaga kesehatan dan tim satgas kecamatan setempat, berkeliling naik mobil jenis pikap sambil membawa replika peti mati.

Pada bagian belakang mobil ia menambahkan spanduk bertuliskan “Peti Mati dan Tim Pemakaman Khusus Bagi yang Tidak Percaya Covid-19 dan Tidak Mau Pakai Masker. Gratis!”

Sambil membawa pengeras suara, Omri berkeliling desa mengingatkan warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, meskipun sedang berada di depan rumah.

“Kegiatan ini bukan ingin menakut-nakuti masyarakat. Namun hanya mengingatkan bahwa covid-19 itu ada,” ungkap Omri tentang idenya itu, Minggu (25/7/2021).

Ide itu, kisahnya, muncul saat beberapa hari lalu tim satgas memakamkan jenazah pasien covid-19 di desa tersebut. Saat itu menurutnya banyak warga yang santai dan tidak memakai masker serta berkerumun.

“Namun saat kami beritahu itu jenazah pasien covid-19, mereka juga takut dan tidak bersedia membantu pemakaman. Namun kini masih banyak saja warga yang membandel tidak mau menerapkan 5 M,” tukas Omri lagi.

Apalagi, menurut data dinas kesehatan kabupaten Lamteng, Kecamatan Kalirejo dan Bangunrejo merupakan dua wilayah dengan penyebaran covid-19 cukup tinggi.

“Saya akan terus keliling seperti ini, minimal 2-3 kali seminggu, Ini demi keselamatan dan kesehatan kita semua. Apalagi di wilayah saya berdinas akhir-akhir ini lonjakan covid-19 yang menyebabkan meninggal dunia cukup mengkhawatirkan,” paparnya.

Selain mengingatkan warga yang berada di sekitar rumah, Omri dan tim juga sempat membubarkan warga yang sedang berkerumum main burung dara. Merekapun diminta untuk pulang dan bambu gawang burung dara itupun diminta dicopot. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya