Inspektur hingga Kontraktor Jadi Saksi dalam Perkara Gratifikasi Mustafa
lampung@rilis.id
Kamis | 18/03/2021 11.46 WIB
Inspektur hingga Kontraktor Jadi Saksi dalam Perkara Gratifikasi Mustafa
Sidang lanjutan perkara gratifikasi Mustafa di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (18/3/2021). FOTO: Puskamsikam

RILIS.ID, Bandarlampung – Sidang lanjutan perkara tindak pidana gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa kembali digelar di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (18/3/2021).

Dalam persidangan kali ini, jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima orang saksi.

Berdasarkan data Pusat Kajian Masyarakat Anti Korupsi dan HAM (Puskamsikam) Universitas Lampung, kelima saksi itu adalah Yusron Fauzi (kontraktor CV 77) Muhibadullah (Inspektur Lamteng), Irwan Hanim, Ahmad Ferizal, dan Yusari Aris.

Kesaksian pertama disampaikan Yusron Fauzi. Ia mengaku mendapat tawaran proyek konstruksi di Dinas PUPR Lamteng melalui salah seorang kepala bidang (Kabid) bernama Indra Erlangga.

"Saya kenal dekat dan percaya dengan Indra, karena kebetulan kami memang satu klub motor trail," ucap Yusron seperti disampaikan Puskamsikam kepada Rilislampung.

"Saya diminta total uang Rp3 miliar sebagai tanda jadi, dengan nilai pekerjaan Rp15 miliar," sambung Yusron.

Menurut penuturan Indra, uang tersebut akan diserahkan kepada mantan Kadis PUPR Taufik Rahman untuk kemudian diberikan kepada Mustafa.

Namun kemudian, proyek yang dijanjikan kepada Yusron batal karena Mustafa terjaring operasi tangkap tangan KPK pada Februari 2018 lalu.

"Saya pernah menanyakan uang tanda jadi yang saya berikan, namun setelah dijelaskan kronologinya oleh pak Indra, saya jadi tidak tega untuk meminta ganti uang tersebut. Bahkan sampai sekarang belum dikembalikan," ujar Yusron. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID