‘Jurus’ PKS Menangi Pileg, Sambangi Pemilih Hingga Kerja Amal Jama’i

Senin | 26/11/2018 11.25 WIB
‘Jurus’ PKS Menangi Pileg, Sambangi Pemilih Hingga Kerja Amal Jama’i
Aep Saripudin (kiri) dan Agus Djumadi. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Segan Simanjuntak

RILIS.ID, Bandarlampung – Untuk memenangi pemilihan legislatif (Pileg), caleg harus punya ‘sesuatu’ yang membedakan dengan caleg lainnya. Sehingga, pemilih punya keyakinan bahwa keterwakilannya di legislatif diamanahkan kepada sosok yang tepat.

Menyampaikan ‘sesuatu’ yang beda kepada pemilih tentu tidaklah mudah. Dibutuhkan cara dan kerja yang bisa menyentuh hati pemilih. Salah satunya, seperti diterapkan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua DPD PKS Kota Bandarlampung Aep Saripudin mengungkapkan, berdasarkan survei keterpilihan itu 70 dari tatap muka. Artinya, caleg PKS diharuskan untuk melakukan tatap muka dengan pemilih.

Tatap muka itu bisa dalam bentuk pertemuan massal dan door to door. Pertemuan massal ini seperti kampanye terbuka, kegiatan bhakti sosial serta kegiatan lain yang melibatkan massa.  

Sedangkan door to door, caleg PKS melakukan kunjungan ke rumah-rumah tokoh, tetua dan warga.

“Memang tidak bisa seluruhnya disambangi. Kita mencari simpul-simpulnya saja. Dalam sehari, bisa 3 rumah didatangi. Waktnya sore hingga bada Isya,” jelas Aep, dalam Rilis Corner di Kantor Rilislampung.Id, Jumat (23/11/2018).

Dalam pertemuan dengan massa ataupun door to dorr, Aep yang merupakan Caleg DPRD Kota Bandarlampung Dapil 3 (Kedaton, Labuanratu, Wayhalim) menyampaikan pentingnya narasi dan program.

Seperti, bagaimana pendidikan politik, bahwa tugas anggota legislatif menyampaikan dan memperjuangkan terwujudnya aspirasi warga.

“Jadi kalau ada caleg yang janji untuk membangun jalan, itu tidak benar. Sebab yang membangun jembatan itu tugasnya pemerintah atau eksekutif. Jadi, anggota dewan itu bisa menyampaikan dan memperjuangkan terwujudnya pembangunan jembatan melalui eksekutif,” jelas Aep.

Selanjutnya, Aep juga menyampaikan tugas partai politik yakni rekrutmen kepemimpinan daerah. Anggota dewan juga merupakan pemimpin masyarakat, sehingga masyarakat juga memilih yang pemimpin yang berkualitas.

“Saya juga mengampanyekan partai (PKS) yang saat ini fokus dengan penghapusan pajak kendaraan roda dua dengan cc rendah dan diberlakukannya SIM seumur hidup. Sebab, dua hal itu yang kerapkali dikeluhkan masyarakat, selain memangkas biaya tinggi juga memangkas pengurusan administrasinya,” ujar Aep.

Aep melanjutkan, mulai sosialiasi hingga kampanye saat ini, dirinya selalu menekankan bahwa hubungan caleg dengan pemilih bukanlah relasi putus.

Tapi pemimpin dengan rakyatnya. Sehingga harus ditekankan kedekatan dan membangun komunikasi yang baik.

“Hubungan yang berkelanjutan, bukan setelah caleg terpilih lalu lupa dengan pemilihnya,” ujar Aep.

Sekretaris DPD PKS Kota Bandarlampung, Agus Djumadi menambahkan, PKS juga punya kelebihan dibanding partai lain untuk memenangkan calegnya. Yakni, menerapkan kerja amal jama’i.

“Jadi bukan hanya caleg yang bekerja, tapi juga seluruh kader.  Kami menerapkan doktrin kepada kader, bahwa kerja adalah ibadah. Nah, kader yang bekerja untuk memenangkan caleg PKS adalah ibadah, termasuk bagi caleg, saat mengeluarkan uang sebagai cost politik, itu juga bernilai ibadah,” jelas Agus yang Caleg DPD Kota Bandarlampung Dapil 6 (Kemiling, Langkapura, Rajabasa).(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID