Kadiskes Klaim Stunting 2020 Turun 11,7 Persen Dibanding 2019
Albari Akbar
Kamis | 18/03/2021 21.33 WIB
Kadiskes Klaim Stunting 2020 Turun 11,7 Persen Dibanding 2019
Bupati Tuba Winarti memimpin rapat evaluasi dengan 18 kepala puskesmas. FOTO: DISKOMINFO TUBA

RILIS.ID, Tulangbawang – Kepala Dinas Kesehatan Tulangbawang Fatoni mengklaim angka stunting di kabupaten ini pada tahun 2020 turun 11,7 persen dibanding 2019.

Sayang ketika dikonfirmasi rilislampung.id, ia tidak dapat menjabarkan detail dengan alasan tidak membawa data.

”Maaf, saya lupa dan tidak membawa datanya,” ungkap Fatoni, usai rapat evaluasi dengan 18 kepala puskesmas se-Tuba di pendopo rumah dinas bupati, Kamis (18/3/2021).

Hadir Bupati Tuba Winarti, Kepala BPKAD Rustam Effendi, dan Kepala Diskominfo Dedi Palwadi.

Menurut Fatono, turunnya angka stunting salah satunya karena program ”Sayang Ibu”.

Program ini merupakan turunan dari jaminan persalinan (jampersal) dan jaminan kesehatan nasional (jamkesnas).

Ibu yang sedang mengandung dibiayai untuk memeriksakan kehamilannya selama sembilan kali setiap bulan sampai melahirkan.

Faktor lain karena program Bergerak Melayani Warga (BMW). Pemkab Tuba memberikan Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan) untuk ibu yang ingin melahirkan.

Mereka diharuskan menjalani persalinan di rumah sakit (RS) dan alat transportasi menuju RS ditanggung pemerintah.

Program BMW juga membuahkan 99 unit ambulans dengan rincian 20 unit dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKam) dan 79 unit dari APBD Tuba.

Dalam kesempatan sama, Winarti mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada tenaga kesehatan (nakes) di Tuba, yang telah bersinergi dalam menjalankan 25 program pemerintah di bidang kesehatan.

"Terutama dalam menangani wabah Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi yang terus berjalan secara bertahap untuk masyarakat Tuba,” ujar Winarti. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID