Kapolda: Kejar Begal Sampai Lobang Semut!
Wirahadikusumah
Rabu | 31/03/2021 17.14 WIB
Kapolda: Kejar Begal Sampai Lobang Semut!
Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno berfoto bersama dengan para pimpinan media massa di Lampung, Selasa (30/3/2021). Foto: Istimewa

RILIS.ID, Bandarlampung – Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno menggelar silaturahmi dengan pemimpin redaksi (pemred) media massa di rumah makan Begadang Resto, Telukbetung Utara, Selasa (30/3/2021).

Dalam sambutannya, jenderal bintang dua itu mengucapkan terima kasih atas jalinan kemitraan yang selama ini terjalin baik antara Polda Lampung dan media massa.

Ia menilai, pers di Lampung ikut berperan dalam menjaga Kamtibmas dengan menjaga Lampung tetap kondusif melalui pemberitaan.

Pada kesempatan kemarin, kapolda juga sempat menyinggung terkait kriminalitas di Lampung. Ia mengungkapkan, dirinya ingin menjaga Lampung tetap kondusif sehingga persoalan curas atau begal, curanmor dan lainnya harus ditindak tegas.

Baca: Tangani Pelaku Curanmor, Polisi Obral Peluru

Ia membeberkan, usai pelaku kriminalitas seperti curanmor maupun begal bekisar 17-25 tahun. Rata-rata perbuatan itu dipicu karena ketergantungan terhadap narkoba.

”Untuk itu, terkait narkoba ini, kita harus bersama menanganinya. Insan pers ikut bertanggung jawab. Agar kita bisa menjaga Lampung lebih kondusif lagi,” ucapnya.

Ia melanjutkan, menjelang bulan suci Ramadan, ia pun mengaku sudah memerintahkan seluruh polres untuk menggelar operasi penyakit masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Kapolda pun mewanti-wanti jajarannya agar saat arus mudik nanti, tidak ada masyarakat yang menjadi korban begal ataupun tindak kriminalitas lainnya.

”Jika memang ada nantinya, saya perintahkan untuk kejar pelakunya sampai lobang semut sekalipun!” tegasnya.

Kapolda juga sempat menyinggung terkait bom di Kota Makassar. Ia berharap hal itu tidak terjadi di Lampung. Meskipun diakuinya, cikal bakal teroisme yakni Bom di Candi Borobudur yang terjadi pada 1985 cikal bakalnya dari Lampung.

”Pastinya, peran pers diperlukan dalam memberikan informasi bahwa tindakan terorisme tidak diperkenankan agama apapun. Saya mengucapkan terima kasih, pers Lampung cepat sekali memberitakan untuk meredam atau mendinginkan masyarakat di Lampung. Termasuk memberitakan bahwa terorisme tidak dibenarkan,” paparnya.

Sebagai antisipasi juga, kapolda menyatakan sudah meminta anggotanya tidak boleh ada yang libur menjelang pelaksanaan Jumat agung dan paskah.

”Dalam menghadapi Idul Fitri, kami juga terus berkoordinasi dengan pemda,” pungkasnya.(*)

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID