Kemenkes: Fogging Bikin Nyamuk Kebal, Berantas DBD dengan Jumantik

Rabu | 06/02/2019 14.19 WIB
Kemenkes: Fogging Bikin Nyamuk Kebal, Berantas DBD dengan Jumantik
Staf Ahli Kemenkes, M. Subuh. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata 

RILIS.ID, Bandarlampung – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meminta kesadaran masyarakat Indonesia, khususnya Lampung melakukan satu rumah satu Jumantik (Juru Pemantauan Jentik).

Tujuannya agar masyarakat selalu memperhatikan lingkungannya sendiri dalam penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya di Lampung.

"Satu rumah satu Jumantik dilakukan satu keluarga," kata Staf Ahli Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, M. Subuh usai menghadiri kunjungan kerja bersama komisi IX DPR RI di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Rabu (6/2/2019).

Subuh berpesan bagi masyarakat mulailah dari diri kita sendiri pada hari ini dan kedepannya bersama-sama membangun hidup sehat di lingkungan tempat tinggalnya. 

Apalagi sekarang memasuki musim penghujan dimana nyamuk selama delapan hari akan menetas. Maka dari itu masyarakat wajib melakukan 3 M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) sebelum memasuki delapan hari. 

“Dengan tujuan nyamuk tidak bisa menetas di genangan air," ajaknya.

Dia menjelaskan pemberantasan jentik nyamuk dengan menyemprotkan asap (fogging) di sekeliling lingkungan itu tidak lagi bisa diandalkan.

Justru jentik nyamuk tidak mati atau kebal. Makanya masih banyak nyamuk yang masih hidup. 

“Oleh karena itu ayo kita bersama-sama melakukan satu rumah satu Jumantik di rumah kalian," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Diskes Lampung, Reihana mendukung yang disampaikan Kemenkes tentang satu rumah satu Jumantik.

Karena ini bisa mengurangi angka kasus DBD yang terjadi di Lampung. 

“Sebab, hal itu merupakan gerak cepat Kemenkes dalam kesadaran masyarakat untuk melakukan kesadaran diri sendiri dalam membersihkan lingkungannya dari genangan air maupun 3 M," singkat dia.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID