HUT Mesuji 'Friday the 13th', Berkah atau Keramat?
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

HUT Mesuji 'Friday the 13th', Berkah atau Keramat?

Mesuji
24 November 2021 - 12:15 WIB
Perspektif | RILISID
...
Juan Situmeang, Wartawan Rilisid Lampung; Panitia Persiapan Pemekaran Kabupaten Mesuji (P3KM). Ilustrasi: Kalbi Rikardo

RILISID, Mesuji — HARI Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mesuji ditetapkan 26 November tiap tahunnya. Hal itu berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 49 tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji yang terbit tepat pada tanggal tersebut.

Dengan demikian, dihitung dari terbentuknya kabupaten yang memisahkan diri dari Kabupaten Tulangbawang tahun 2008 itu, maka Kabupaten Mesuji tahun ini merayakan HUT yang ke-13.

Saat melihat angka 13, tiba-tiba teringat tentang kisah film serial televisi pada masa layar hitam putih yang disiarkan oleh satu-satunya stasiun televisi milik pemerintah di era 90-an awal. Film serial Friday the 13th.

Sekilas informasi bagi generasi milenial atau generasi 4.0, film Friday the 13th itu mengisahkan tentang barang-barang atau hal-hal yang berhubungan dengan kutukan, mistis, dan dunia gaib.

Sehingga tayangan itu sejak awal sampai akhir adalah kisah horor yang sangat menegangkan. Film tersebut merupakan rangkuman kisah-kisah horor di berbagai belahan dunia yang dijadikan serial film.

Kembali ke angka 13, angka ganjil ini merupakan angka yang sering dianggap membawa sial. Hal ini bukan hanya mitos yang dipercaya oleh sebagian warga Indonesia. Justru sudah menjadi kisah yang dipercayai di berbagai belahan dunia.

Di Amerika dan Eropa, sangat jarang menemukan hotel bertingkat dengan lantai 13. Biasanya nomor urutan lantai langsung lompat menjadi angka 14. Demikian juga bangunan rumah. Dari angka 12 untuk menghindari angka yang dianggap sial, dibuat menjadi 12 B atau 14 A.

Begitu juga halnya di Asia. Di Tiongkok, angka 13 dipercaya sebagai angka membawa kutuk yang membuat banyak hal buruk terjadi. Nomor yang tidak mebawa hoki.

Bahkan, perusahaan-perusahaan berbasis teknologi pun percaya dengan hal mistis tersebut. Salah satunya Microsoft. Mengutip dari berbagai sumber, perusahaan yang bergerak pada teknologi komputer itu tidak membuat sistem operasi generasi 13. Dari Windows 12 langsung ke generasi 14 hanya karena menghindari angka 13 dengan alasan takut membawa sial.

Berikutnya, salah satu maskapai penerbangan internasional. Di mana dalam pesawatnya tidak membuat deretan kursi penumpang dengan urutan angka 13. Ketakutan akan angka 13 ini disebut Triskaidekafobia.

Biasanya, orang yang sudah phobia angka 13, akan lebih cemas lagi jika angka itu merupakan urutan tanggal dan jatuh pada hari Jumat. Atau lebih terkenal sebagai friday the thirteenth (13th).

Nah, dalam Wikipedia, ketakutan akan Friday 13th disebut Paraskevidekatriaphobia. Tanda-tanda orang yang takut terhadap fobia itu menjelang hari Jumat tanggal 13 kondisinya gelisah. Kemudian kecemasan meningkat ditandai detak jantung yang tidak stabil. Itu penjelasan dari salah satu portal di internet mengenai Paraskevidekatriaphobia.

Namun yang menjadi menarik dan pasti itu bukan sebuah kebetulan, HUT Kabupaten Mesuji kali ini adalah yang ke-13 dan jatuh pada hari Jumat. Friday the 13th!

Jika hal ini dihadapkan ke orang yang menderita fobia seperti yang sudah dijabarkan di atas, maka dipastikan orang tersebut akan mengalami semua gejala psikis yang sudah disebutkan.

Bahkan mungkin dengan gejala tambahan, mual, mulas, dan perut kembung serta ingin muntah. Karena ketakutan akan terjadi hal-hal buruk atau horor di tahun ke-13 ini di Kabupaten Mesuji.

Jumat Berkah atau Jumat Keramat
Sama halnya mata uang. Akan selalu ada dua sisi. Sebagaimana kita ketahui mata uang hanya akan berlaku dengan kedua sisinya yang tidak terpisahkan.

Begitu juga dengan HUT Mesuji ke-13 kali ini. Pada almanak tanggal 26 November 2021 tepat hari Jumat. Apakah menjadi Jumat berkah atau Jumat keramat?

Jika mendatangkan berkah melimpah dan semua menjadi kebaikan bagi rakyat maka pantas disebut sebagai Jumat berkah. Tentu harus disyukuri jika HUT Mesuji ke-13 kali ini jatuh pada hari Jumat.

Beberapa tanda keberkahan di antaranya harga tandan buah segar (TBS) sawit mencapai Rp3 ribu per kilogram (kg). Ini tertinggi dalam sejarah TBS sawit di Mesuji.

Begitu juga dengan komoditas lainnya seperti karet dan ubi kayu (singkong) yang harganya juga cukup baik bagi petani.

Pembangunan infrastuktur juga luar biasa. Termasuk Masjid Islamic Center sebagai wisata religi di Simpangpematang yang cukup spektakuler.

Melihat dari sudut pandang umat Islam, Jumat merupakan hari yang sangat baik dan merupakan waktu yang tepat untuk memanjatkan doa dan harapan kepada Allah SWT.

Terlebih bagi kaum pria, di mana salat Jumat merupakan hal yang utama yang tidak boleh ditinggalkan karena ada keberkahan yang melimpah saat menegakkannya.

Bahkan Rasulullah Muhammad SAW, menyebutkan hari Jumat adalah sebaik-baiknya hari dan merupakan penghulunya hari di tiap pekannya.

Ada banyak peristiwa besar dalam Islam yang terjadi pada hari Jumat. Seperti Allah SWT menciptakan dan mewafatkan Nabi Adam pada hari Jumat. Sehingga, umat Islam didorong untuk selalu berbuat kebaikan terlebih di hari Jumat agar mendapat kemuliaan dari Allah SWT.

Bagi umat Kristen juga ada perayaan Jumat Agung atau Jumat Suci yang dirayakan sebelum hari Paskah. Disebut sebagai Good Friday atau God’s Friday.

Ini sebagai peringatan akan pengorbanan Yesus saat menderita siksaan penyaliban dari tentara Romawi. Dengan hal itu mengingatkan umat Kristiani untuk selalu taat dan berbuat baik sebagai ungkapan syukur karena pengorbanan Yesus untuk penebusan dosa di kayu salib.

Dengan semua hal baik di hari Jumat ini, kita pasti berharap masyarakat Kabupaten Mesuji mendapat keberkahan dan kebaikan dari bertambahkan usia 13 tahun ini.

Namun bagaimana jika melihat dari sisi lainnya? Seperti membalikkan koin. Ada sisi mata uang yang lain. Jumat keramat.

Untuk hal ini, meminjam istilah yang akhir-akhir ini sering dipakai lembaga anti rasuah negeri ini. Bahwa lembaga yang kantornya disebut Gedung Merah Putih ini sering melakukan penangkapan dan mengumumkan nama-nama tersangka pada hari Jumat. Itu sebabnya media memberi istilah Jumat Keramat dan menjadi sangat populer hingga saat ini.

Dan jika melihat dari dua-tiga hari terakhir, media-media online non-mainstream di Mesuji, sudah mulai memberitakan aktivitas aparat penegak hukum (APH), yang melakukan penyelidikan pelanggaran hukum di berbagai kegiatan pembangunan fisik di Kabupaten Mesuji. Tentu, kita berharap semua itu tidak berdampak buruk bagi Kabupaten Mesuji di ulang tahunnya yang ke-13.

Meminjam ungkapan salah satu pejabat di Pemkab Mesuji, situasi di Kabupaten Mesuji saat ini diistilahkan ”Cuaca Mendung”. Setiap orang bisa menginterpretasikan apapun terhadap ungkapan tersebut. Apakah tentang melonjaknya jumlah pasien Covid-19 yang masih terus bermunculan. Atau aktivitas APH yang terus turun ke Mesuji mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket).

Namun yang pasti, jika cuaca mendung harus sedia payung. Antisipasi sebelum turun hujan. Atau saran bijak lainnya, menyebut kalau sedang dalam perjalanan melihat cuaca sudah mendung gelap, segeralah menepi, beristirahat sejenak. Rehat.

Jangan lupa, seduh secangkir kopi kental tanpa gula. Karena kepahitannya bisa mengingatkan pahitnya kehidupan orang-orang yang kurang beruntung di luar sana, yang bermimpi untuk hidup seperti yang kita jalani saat ini.

Dirgahayu Kabupaten Mesuji. Semoga menjadi kabupaten yang maju. Seperti logo angka 13 dan perahu, padi, dan kapas yang menggunakan warna emas dan biru, lambang kemakmuran dan kemapanan.

Terakhir, saat ini seperti layaknya wasit ingin memulai sebuah pertandingan sepakbola, koin sedang terlempar ke atas dan berputar kencang. Menunggu jatuh ke tangan wasit dan melihat sisi mata uang yang akan muncul di Friday the 13th tahun ini. Kepala atau ekor! (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

HUT Mesuji 'Friday the 13th', Berkah atau Keramat?

...
[email protected]
Mesuji
24 November 2021 - 12:15 WIB
Perspektif | RILISID
...
Juan Situmeang, Wartawan Rilisid Lampung; Panitia Persiapan Pemekaran Kabupaten Mesuji (P3KM). Ilustrasi: Kalbi Rikardo

RILISID, Mesuji — HARI Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mesuji ditetapkan 26 November tiap tahunnya. Hal itu berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 49 tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji yang terbit tepat pada tanggal tersebut.

Dengan demikian, dihitung dari terbentuknya kabupaten yang memisahkan diri dari Kabupaten Tulangbawang tahun 2008 itu, maka Kabupaten Mesuji tahun ini merayakan HUT yang ke-13.

Saat melihat angka 13, tiba-tiba teringat tentang kisah film serial televisi pada masa layar hitam putih yang disiarkan oleh satu-satunya stasiun televisi milik pemerintah di era 90-an awal. Film serial Friday the 13th.

Sekilas informasi bagi generasi milenial atau generasi 4.0, film Friday the 13th itu mengisahkan tentang barang-barang atau hal-hal yang berhubungan dengan kutukan, mistis, dan dunia gaib.

Sehingga tayangan itu sejak awal sampai akhir adalah kisah horor yang sangat menegangkan. Film tersebut merupakan rangkuman kisah-kisah horor di berbagai belahan dunia yang dijadikan serial film.

Kembali ke angka 13, angka ganjil ini merupakan angka yang sering dianggap membawa sial. Hal ini bukan hanya mitos yang dipercaya oleh sebagian warga Indonesia. Justru sudah menjadi kisah yang dipercayai di berbagai belahan dunia.

Di Amerika dan Eropa, sangat jarang menemukan hotel bertingkat dengan lantai 13. Biasanya nomor urutan lantai langsung lompat menjadi angka 14. Demikian juga bangunan rumah. Dari angka 12 untuk menghindari angka yang dianggap sial, dibuat menjadi 12 B atau 14 A.

Begitu juga halnya di Asia. Di Tiongkok, angka 13 dipercaya sebagai angka membawa kutuk yang membuat banyak hal buruk terjadi. Nomor yang tidak mebawa hoki.

Bahkan, perusahaan-perusahaan berbasis teknologi pun percaya dengan hal mistis tersebut. Salah satunya Microsoft. Mengutip dari berbagai sumber, perusahaan yang bergerak pada teknologi komputer itu tidak membuat sistem operasi generasi 13. Dari Windows 12 langsung ke generasi 14 hanya karena menghindari angka 13 dengan alasan takut membawa sial.

Berikutnya, salah satu maskapai penerbangan internasional. Di mana dalam pesawatnya tidak membuat deretan kursi penumpang dengan urutan angka 13. Ketakutan akan angka 13 ini disebut Triskaidekafobia.

Biasanya, orang yang sudah phobia angka 13, akan lebih cemas lagi jika angka itu merupakan urutan tanggal dan jatuh pada hari Jumat. Atau lebih terkenal sebagai friday the thirteenth (13th).

Nah, dalam Wikipedia, ketakutan akan Friday 13th disebut Paraskevidekatriaphobia. Tanda-tanda orang yang takut terhadap fobia itu menjelang hari Jumat tanggal 13 kondisinya gelisah. Kemudian kecemasan meningkat ditandai detak jantung yang tidak stabil. Itu penjelasan dari salah satu portal di internet mengenai Paraskevidekatriaphobia.

Namun yang menjadi menarik dan pasti itu bukan sebuah kebetulan, HUT Kabupaten Mesuji kali ini adalah yang ke-13 dan jatuh pada hari Jumat. Friday the 13th!

Jika hal ini dihadapkan ke orang yang menderita fobia seperti yang sudah dijabarkan di atas, maka dipastikan orang tersebut akan mengalami semua gejala psikis yang sudah disebutkan.

Bahkan mungkin dengan gejala tambahan, mual, mulas, dan perut kembung serta ingin muntah. Karena ketakutan akan terjadi hal-hal buruk atau horor di tahun ke-13 ini di Kabupaten Mesuji.

Jumat Berkah atau Jumat Keramat
Sama halnya mata uang. Akan selalu ada dua sisi. Sebagaimana kita ketahui mata uang hanya akan berlaku dengan kedua sisinya yang tidak terpisahkan.

Begitu juga dengan HUT Mesuji ke-13 kali ini. Pada almanak tanggal 26 November 2021 tepat hari Jumat. Apakah menjadi Jumat berkah atau Jumat keramat?

Jika mendatangkan berkah melimpah dan semua menjadi kebaikan bagi rakyat maka pantas disebut sebagai Jumat berkah. Tentu harus disyukuri jika HUT Mesuji ke-13 kali ini jatuh pada hari Jumat.

Beberapa tanda keberkahan di antaranya harga tandan buah segar (TBS) sawit mencapai Rp3 ribu per kilogram (kg). Ini tertinggi dalam sejarah TBS sawit di Mesuji.

Begitu juga dengan komoditas lainnya seperti karet dan ubi kayu (singkong) yang harganya juga cukup baik bagi petani.

Pembangunan infrastuktur juga luar biasa. Termasuk Masjid Islamic Center sebagai wisata religi di Simpangpematang yang cukup spektakuler.

Melihat dari sudut pandang umat Islam, Jumat merupakan hari yang sangat baik dan merupakan waktu yang tepat untuk memanjatkan doa dan harapan kepada Allah SWT.

Terlebih bagi kaum pria, di mana salat Jumat merupakan hal yang utama yang tidak boleh ditinggalkan karena ada keberkahan yang melimpah saat menegakkannya.

Bahkan Rasulullah Muhammad SAW, menyebutkan hari Jumat adalah sebaik-baiknya hari dan merupakan penghulunya hari di tiap pekannya.

Ada banyak peristiwa besar dalam Islam yang terjadi pada hari Jumat. Seperti Allah SWT menciptakan dan mewafatkan Nabi Adam pada hari Jumat. Sehingga, umat Islam didorong untuk selalu berbuat kebaikan terlebih di hari Jumat agar mendapat kemuliaan dari Allah SWT.

Bagi umat Kristen juga ada perayaan Jumat Agung atau Jumat Suci yang dirayakan sebelum hari Paskah. Disebut sebagai Good Friday atau God’s Friday.

Ini sebagai peringatan akan pengorbanan Yesus saat menderita siksaan penyaliban dari tentara Romawi. Dengan hal itu mengingatkan umat Kristiani untuk selalu taat dan berbuat baik sebagai ungkapan syukur karena pengorbanan Yesus untuk penebusan dosa di kayu salib.

Dengan semua hal baik di hari Jumat ini, kita pasti berharap masyarakat Kabupaten Mesuji mendapat keberkahan dan kebaikan dari bertambahkan usia 13 tahun ini.

Namun bagaimana jika melihat dari sisi lainnya? Seperti membalikkan koin. Ada sisi mata uang yang lain. Jumat keramat.

Untuk hal ini, meminjam istilah yang akhir-akhir ini sering dipakai lembaga anti rasuah negeri ini. Bahwa lembaga yang kantornya disebut Gedung Merah Putih ini sering melakukan penangkapan dan mengumumkan nama-nama tersangka pada hari Jumat. Itu sebabnya media memberi istilah Jumat Keramat dan menjadi sangat populer hingga saat ini.

Dan jika melihat dari dua-tiga hari terakhir, media-media online non-mainstream di Mesuji, sudah mulai memberitakan aktivitas aparat penegak hukum (APH), yang melakukan penyelidikan pelanggaran hukum di berbagai kegiatan pembangunan fisik di Kabupaten Mesuji. Tentu, kita berharap semua itu tidak berdampak buruk bagi Kabupaten Mesuji di ulang tahunnya yang ke-13.

Meminjam ungkapan salah satu pejabat di Pemkab Mesuji, situasi di Kabupaten Mesuji saat ini diistilahkan ”Cuaca Mendung”. Setiap orang bisa menginterpretasikan apapun terhadap ungkapan tersebut. Apakah tentang melonjaknya jumlah pasien Covid-19 yang masih terus bermunculan. Atau aktivitas APH yang terus turun ke Mesuji mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket).

Namun yang pasti, jika cuaca mendung harus sedia payung. Antisipasi sebelum turun hujan. Atau saran bijak lainnya, menyebut kalau sedang dalam perjalanan melihat cuaca sudah mendung gelap, segeralah menepi, beristirahat sejenak. Rehat.

Jangan lupa, seduh secangkir kopi kental tanpa gula. Karena kepahitannya bisa mengingatkan pahitnya kehidupan orang-orang yang kurang beruntung di luar sana, yang bermimpi untuk hidup seperti yang kita jalani saat ini.

Dirgahayu Kabupaten Mesuji. Semoga menjadi kabupaten yang maju. Seperti logo angka 13 dan perahu, padi, dan kapas yang menggunakan warna emas dan biru, lambang kemakmuran dan kemapanan.

Terakhir, saat ini seperti layaknya wasit ingin memulai sebuah pertandingan sepakbola, koin sedang terlempar ke atas dan berputar kencang. Menunggu jatuh ke tangan wasit dan melihat sisi mata uang yang akan muncul di Friday the 13th tahun ini. Kepala atau ekor! (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya