Karir Jurnalistik Wirahadikusumah
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Karir Jurnalistik Wirahadikusumah

Bandarlampung
4 Desember 2021 - 7:00 WIB
Inspirasi | RILISID
...
Ilustrasi: rilislampung.id/ Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — H. Wirahadikusumah, S.P., lahir di Telukbetung, 10 Juni 1983. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Drs. H. Kasman Achmad dan Hj. Rusmaini, S.Pd.

Ayahnya yang lahir di Kotabumi, Lampung Utara itu merupakan alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri yang keluarga besarnya berasal dari Tiyuh Pagardewa, Kabupaten Tulangbawang Barat. 

Sedangkan ibunya, yang merupakan alumni Sekolah Pendidikan Guru Tanjungkarang itu berasal dari Desa Kedondong, Kabupaten Pesawaran.

Sementara istrinya bernama Yenni Puspa Sari, S.E. Yang keluarga besarnya berasal dari Kota Menggala, Kabupaten Tulangbawang.

Pendidikan formal ayah dua putra ini dimulai dari taman kanak-kanak di TK Bhayangkari yang berlokasi di depan Mapolresta Bandarlampung. 

Selanjutnya, ia menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD Negeri 2 Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung. 

Namun, saat akan naik kelas 3, ia harus pindah dari sekolah yang berlokasi di samping Balai Wartawan H. Solfian Akhmad, Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung itu. Sebab, ia harus mengikuti orang tuanya yang pindah tugas ke Kota Kalianda, Lampung Selatan.

Di Lampung Selatan, Wirahadikusumah melanjutkan pendidikan SD-nya di SD Negeri 1 Wayurang, Kalianda. Dan sekolah menengah pertama di SMP Negeri 1 Kalianda.

Tujuh tahun menetap di Kalianda, Lampung Selatan, Wirahadikusumah kembali hijrah ke Bandarlampung. Ia melanjutkan pendidikan di SMA Utama 2 Bandarlampung.

Selanjutnya, karena prestasi akademiknya semasa SMA, Wirahadikusumah diterima tanpa tes di S-1 Fakultas Pertanian Univeritas Lampung melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan Akademik (PMKA) atau yang sekarang disebut SNMPTN.

Semasa kuliah, Wirahadikusumah tergolong sebagai aktivis. Ia aktif di organisasi kemahasiswaan internal maupun eksternal kampus. Mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa hingga Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian Unila, ia pernah jadi pengurusnya.

Di organisasi eksternal kampus ia juga cukup aktif. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pertanian Unila. Dan Pengurus Cabang HMI Bandarlampung.

Selain itu, ia juga merupakan mantan Sekretaris Umum Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Provinsi Lampung. Juga pengurus KNPI Kota Bandarlampung dan KNPI Provinsi Lampung.

Usai menamatkan pendidikan Strata 1-nya di akhir tahun 2007, Wirahadikusumah sempat beberapa bulan bekerja di salah satu bank swasta nasional. Namun, karena merasa bukan passionnya, ia memilih resign. 

Ia lantas memutuskan menjadi wartawan. Yang dinilainya sebagai profesi mulia. Profesi yang bisa dijadikan alat untuk melanjutkan perjuangaannya sebagai aktivis. Yakni, menyampaikan kebenaran kepada masyarakat.

Wirahadikusumah resmi menjadi wartawan pada Mei 2008. Kala itu ia menjadi wartawan desk kriminal di Surat Kabar Harian Radar Lampung. 

Pada 2009, Wirahadikusumah memutuskan masuk organisasi profesi wartawan. Bernama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan status anggota muda. 

Dua tahun berstatus anggota muda PWI Lampung, ia lantas mengikuti Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) PWI pertama kali di Lampung pada 2011.

SJI ini memang dikhususkan untuk pendidikan anggota muda PWI selama seminggu. Pematerinya tokoh pers kaliber seperti Marah Sakti Siregar, Uni Lubis, dan Hendry ch Bangun.

Pasca-SJI, Wira menempuh Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk jenjang wartawan muda pada 2011.

Lulus UKW, dia sah menjadi anggota biasa dan masuk struktur kepengurusan bidang advokasi dan hukum PWI Lampung periode 2011-2016.

Ketika itu, Wira masih bekerja di Radar Lampung, salah satu media mainstream di provinsi ini sebagai redaktur halaman Metropolis --yang khusus menyajikan berita-berita di Bandarlampung.

Pada Desember 2014, ia menjadi murid jurnalis kawakan Dahlan Iskan (DI) di Graha Pena Jakarta selama 10 hari. Tidak ada pemateri lain dalam pelatihan untuk pemimpin redaksi (pemred) ini. Hanya DI.

Di sinilah, dia sempat ’membohongi’ DI lantaran sudah jauh-jauh dari Lampung namun malah diminta pulang. Sebab, pelatihan khusus untuk pemred. Sementara, Wira masih menjadi redaktur.

Selain itu, kurikulum pelatihan sebenarnya untuk koran yang punya spesifikasi khusus. Seperti fokus pada pemberitaan kriminal, bisnis, atau politik. Tidak untuk koran umum seperti Radar Lampung.

Namun, Wira nekat beralasan Radar Lampung bakal mendirikan koran baru khusus kriminal. Dengan dalih ini, ia berhasil masuk kelas eksklusif ini.

Pada 2015, Wira dikirim ke Jawa Pos untuk pelatihan redaktur selama sepekan. Yang mendidik para panglima Jawa Pos, dengan posisi redaktur pelaksana ke atas.

Ada Leak Kustiya yang saat itu Direktur Jawa Pos, Nur Wahid (pemred) dan Abdurrohim (wakil pemred).

Pelatihan level nasional ini kemudian membawa Wira pada 1 Februari 2016 resmi sebagai Pemred Radar Lampung. Dan, lantaran Ingin fokus pada keredaksian, Wira memutuskan tidak masuk kepengurusan PWI pada 2016.

Saat menjadi Pemred Radar Lampung itulah, di tahun 2017, ia mengikuti UKW untuk kategori Utama yang diadakan PWI Lampung bersama PWI Lampung Utara di Kotabumi. 

Karirnya di Radar Lampung semakin moncer hingga Juni 2017, ia merangkap jabatan sebagai deputy general manager yang membawahi divisi pemasaran dan redaksi.

Pada Juli 2018, Wira kemudian memutuskan ke luar dari zona nyaman. Ia resign dari Radar Lampung.

Pada April 2019, Wira hijrah ke Rilisid Lampung. Tak tanggung-tanggung, ia langsung menempati posisi sebagai direktur utama sampai sekarang.

Tak lama kemudian, pada Agustus 2019, Dahlan Iskan menghubunginya menawarkan posisi sebagai redaktur jarak jauh di calon koran bernama Harian Disway.

Sehari kemudian, Dahlan Iskan meneleponnya lagi, dan memintanya sebagai pemimpin redaksi. Tapi, Wira saat itu merasa berat, karena syarat menjadi pemred harus tinggal di Surabaya. Sementara, anak dan istrinya berada di Lampung.

Akhirnya Dahlan Iskan memberikan jalan tengah. Sambil menunggu persiapan koran Harian Disway, Wira diminta menulis di rubrikasi ’Disway Viral’ di disway.id.

Penulis di disway.id ini hanya ada tiga orang. Yakni Dahlan Iskan dan anaknya, Azrul Ananda, serta Wira. Di sini, Wira mengisi rubrikasi Disway Viral sampai Desember 2019.

Wira menerima tawaran itu karena ingin mengupdate ilmu jurnalistiknya. Sebab, setiap hari Wira berhubungan dengan Dahlan Iskan. Baik melalui telepon sampai pesan WhatsApp. 

Pada tahun itu juga, Wira memutuskan kembali aktif di PWI. Bertepatan, reshuffle kepengurusan PWI Lampung untuk penyegaran Ia diamanahkan sebagai wakil ketua bidang pendidikan sejak Juli 2019 hingga sekarang.

Ia pernah menggarap beberapa even berkelas PWI Lampung. Salah satunya pada akhir Desember 2019 juga, menjadi ketua umum pelaksana Pekan Tjindar Boemi.

Wira juga pada akhir 2019, memutuskan melanjutkan pendidikan formalnya. Pada akhir tahun itu, ia tercatat sebagai mahasiswa magister manajemen di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang kini sudah memasuki semester akhir. 

Kemudian, pada awal tahun 2020, Wira pun memutuskan mengambil kuliah lagi di Magister Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL). Sebab, ia melihat peluang dalam situasi pandemi, bisa menempuh dua kuliah sekaligus, lantaran perkuliahan digelar dengan sistem daring. Sehingga ia pun kini tercatat sebagai mahasiswa Magister Hukum UBL.

Saat ini, Wira fokus membangun Rilisid Group. Yakni, media online Rilis.id yang berkedudukan di Jl. Pejaten Raya, Jakarta Selatan, dan Rilislampung.id serta Koran Rilisid Lampung, juga TV Streaming Rilisid TV yang berkedudukan di Jl. Sisingamangaraja, Tanjungkarang Barat.(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Karir Jurnalistik Wirahadikusumah

...
[email protected]
Bandarlampung
4 Desember 2021 - 7:00 WIB
Inspirasi | RILISID
...
Ilustrasi: rilislampung.id/ Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — H. Wirahadikusumah, S.P., lahir di Telukbetung, 10 Juni 1983. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Drs. H. Kasman Achmad dan Hj. Rusmaini, S.Pd.

Ayahnya yang lahir di Kotabumi, Lampung Utara itu merupakan alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri yang keluarga besarnya berasal dari Tiyuh Pagardewa, Kabupaten Tulangbawang Barat. 

Sedangkan ibunya, yang merupakan alumni Sekolah Pendidikan Guru Tanjungkarang itu berasal dari Desa Kedondong, Kabupaten Pesawaran.

Sementara istrinya bernama Yenni Puspa Sari, S.E. Yang keluarga besarnya berasal dari Kota Menggala, Kabupaten Tulangbawang.

Pendidikan formal ayah dua putra ini dimulai dari taman kanak-kanak di TK Bhayangkari yang berlokasi di depan Mapolresta Bandarlampung. 

Selanjutnya, ia menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD Negeri 2 Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung. 

Namun, saat akan naik kelas 3, ia harus pindah dari sekolah yang berlokasi di samping Balai Wartawan H. Solfian Akhmad, Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung itu. Sebab, ia harus mengikuti orang tuanya yang pindah tugas ke Kota Kalianda, Lampung Selatan.

Di Lampung Selatan, Wirahadikusumah melanjutkan pendidikan SD-nya di SD Negeri 1 Wayurang, Kalianda. Dan sekolah menengah pertama di SMP Negeri 1 Kalianda.

Tujuh tahun menetap di Kalianda, Lampung Selatan, Wirahadikusumah kembali hijrah ke Bandarlampung. Ia melanjutkan pendidikan di SMA Utama 2 Bandarlampung.

Selanjutnya, karena prestasi akademiknya semasa SMA, Wirahadikusumah diterima tanpa tes di S-1 Fakultas Pertanian Univeritas Lampung melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan Akademik (PMKA) atau yang sekarang disebut SNMPTN.

Semasa kuliah, Wirahadikusumah tergolong sebagai aktivis. Ia aktif di organisasi kemahasiswaan internal maupun eksternal kampus. Mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa hingga Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian Unila, ia pernah jadi pengurusnya.

Di organisasi eksternal kampus ia juga cukup aktif. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pertanian Unila. Dan Pengurus Cabang HMI Bandarlampung.

Selain itu, ia juga merupakan mantan Sekretaris Umum Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Provinsi Lampung. Juga pengurus KNPI Kota Bandarlampung dan KNPI Provinsi Lampung.

Usai menamatkan pendidikan Strata 1-nya di akhir tahun 2007, Wirahadikusumah sempat beberapa bulan bekerja di salah satu bank swasta nasional. Namun, karena merasa bukan passionnya, ia memilih resign. 

Ia lantas memutuskan menjadi wartawan. Yang dinilainya sebagai profesi mulia. Profesi yang bisa dijadikan alat untuk melanjutkan perjuangaannya sebagai aktivis. Yakni, menyampaikan kebenaran kepada masyarakat.

Wirahadikusumah resmi menjadi wartawan pada Mei 2008. Kala itu ia menjadi wartawan desk kriminal di Surat Kabar Harian Radar Lampung. 

Pada 2009, Wirahadikusumah memutuskan masuk organisasi profesi wartawan. Bernama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan status anggota muda. 

Dua tahun berstatus anggota muda PWI Lampung, ia lantas mengikuti Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) PWI pertama kali di Lampung pada 2011.

SJI ini memang dikhususkan untuk pendidikan anggota muda PWI selama seminggu. Pematerinya tokoh pers kaliber seperti Marah Sakti Siregar, Uni Lubis, dan Hendry ch Bangun.

Pasca-SJI, Wira menempuh Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk jenjang wartawan muda pada 2011.

Lulus UKW, dia sah menjadi anggota biasa dan masuk struktur kepengurusan bidang advokasi dan hukum PWI Lampung periode 2011-2016.

Ketika itu, Wira masih bekerja di Radar Lampung, salah satu media mainstream di provinsi ini sebagai redaktur halaman Metropolis --yang khusus menyajikan berita-berita di Bandarlampung.

Pada Desember 2014, ia menjadi murid jurnalis kawakan Dahlan Iskan (DI) di Graha Pena Jakarta selama 10 hari. Tidak ada pemateri lain dalam pelatihan untuk pemimpin redaksi (pemred) ini. Hanya DI.

Di sinilah, dia sempat ’membohongi’ DI lantaran sudah jauh-jauh dari Lampung namun malah diminta pulang. Sebab, pelatihan khusus untuk pemred. Sementara, Wira masih menjadi redaktur.

Selain itu, kurikulum pelatihan sebenarnya untuk koran yang punya spesifikasi khusus. Seperti fokus pada pemberitaan kriminal, bisnis, atau politik. Tidak untuk koran umum seperti Radar Lampung.

Namun, Wira nekat beralasan Radar Lampung bakal mendirikan koran baru khusus kriminal. Dengan dalih ini, ia berhasil masuk kelas eksklusif ini.

Pada 2015, Wira dikirim ke Jawa Pos untuk pelatihan redaktur selama sepekan. Yang mendidik para panglima Jawa Pos, dengan posisi redaktur pelaksana ke atas.

Ada Leak Kustiya yang saat itu Direktur Jawa Pos, Nur Wahid (pemred) dan Abdurrohim (wakil pemred).

Pelatihan level nasional ini kemudian membawa Wira pada 1 Februari 2016 resmi sebagai Pemred Radar Lampung. Dan, lantaran Ingin fokus pada keredaksian, Wira memutuskan tidak masuk kepengurusan PWI pada 2016.

Saat menjadi Pemred Radar Lampung itulah, di tahun 2017, ia mengikuti UKW untuk kategori Utama yang diadakan PWI Lampung bersama PWI Lampung Utara di Kotabumi. 

Karirnya di Radar Lampung semakin moncer hingga Juni 2017, ia merangkap jabatan sebagai deputy general manager yang membawahi divisi pemasaran dan redaksi.

Pada Juli 2018, Wira kemudian memutuskan ke luar dari zona nyaman. Ia resign dari Radar Lampung.

Pada April 2019, Wira hijrah ke Rilisid Lampung. Tak tanggung-tanggung, ia langsung menempati posisi sebagai direktur utama sampai sekarang.

Tak lama kemudian, pada Agustus 2019, Dahlan Iskan menghubunginya menawarkan posisi sebagai redaktur jarak jauh di calon koran bernama Harian Disway.

Sehari kemudian, Dahlan Iskan meneleponnya lagi, dan memintanya sebagai pemimpin redaksi. Tapi, Wira saat itu merasa berat, karena syarat menjadi pemred harus tinggal di Surabaya. Sementara, anak dan istrinya berada di Lampung.

Akhirnya Dahlan Iskan memberikan jalan tengah. Sambil menunggu persiapan koran Harian Disway, Wira diminta menulis di rubrikasi ’Disway Viral’ di disway.id.

Penulis di disway.id ini hanya ada tiga orang. Yakni Dahlan Iskan dan anaknya, Azrul Ananda, serta Wira. Di sini, Wira mengisi rubrikasi Disway Viral sampai Desember 2019.

Wira menerima tawaran itu karena ingin mengupdate ilmu jurnalistiknya. Sebab, setiap hari Wira berhubungan dengan Dahlan Iskan. Baik melalui telepon sampai pesan WhatsApp. 

Pada tahun itu juga, Wira memutuskan kembali aktif di PWI. Bertepatan, reshuffle kepengurusan PWI Lampung untuk penyegaran Ia diamanahkan sebagai wakil ketua bidang pendidikan sejak Juli 2019 hingga sekarang.

Ia pernah menggarap beberapa even berkelas PWI Lampung. Salah satunya pada akhir Desember 2019 juga, menjadi ketua umum pelaksana Pekan Tjindar Boemi.

Wira juga pada akhir 2019, memutuskan melanjutkan pendidikan formalnya. Pada akhir tahun itu, ia tercatat sebagai mahasiswa magister manajemen di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang kini sudah memasuki semester akhir. 

Kemudian, pada awal tahun 2020, Wira pun memutuskan mengambil kuliah lagi di Magister Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL). Sebab, ia melihat peluang dalam situasi pandemi, bisa menempuh dua kuliah sekaligus, lantaran perkuliahan digelar dengan sistem daring. Sehingga ia pun kini tercatat sebagai mahasiswa Magister Hukum UBL.

Saat ini, Wira fokus membangun Rilisid Group. Yakni, media online Rilis.id yang berkedudukan di Jl. Pejaten Raya, Jakarta Selatan, dan Rilislampung.id serta Koran Rilisid Lampung, juga TV Streaming Rilisid TV yang berkedudukan di Jl. Sisingamangaraja, Tanjungkarang Barat.(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya