Lapor Pak Gubernur, Musim Panen, Petani Malah Tak Berjaya!
Agus Pamintaher
Minggu | 29/03/2020 19.19 WIB
Lapor Pak Gubernur, Musim Panen, Petani Malah Tak Berjaya!
Tanaman Jagung/FOTO ISTIMEWA

RILIS.ID, LAMPUNG SELATAN – Datangnya musim panen padi dan jagung di beberapa kecamatan yang ada di Lampung Selatan (Lamsel) saat ini tidak membuat petani gembira. Mereka malah tak berjaya di masa memanen hasil bertaninya.

Di musim panen saat ini, harga komoditas mereka turun drastis. Bahkan mereka sampai harus menunggu pembeli.

Ahmadi (38), petani di Waypanji Lamsel mengaku, saat ini harga gabah di pasaran mencapai Rp4.400/kilogram. Sedangkan jagung berkisar Rp2.000 per kilogram.S

Padahal sebelumnya, harga gabah bisa mencapai Rp4.600, bahkan sampai 4.700 /kilogram. Namun, sejak mulai panen, harganya langsung turun drastis.

Sementara, harga jagung tadinya Rp2.700 per kilogram sekarang hanya Rp2.000 per kilogram.

Terkait turunnya harga jagung, petani juga tidak langsung mendapatkan uang dari pedagang. Karena jagung harus dikirim ke pabrik atau gudang dengan waktu bongkar 2-3 hari.

”Mau bagaimana lagi kalau nggak dijual ke pedagang. Meskipun dibayarnya tidak kontan, setidaknya masih ada yang ditunggu,” imbuhnya.

Kekawatiran turunnya harga jagung juga mesti diantisipasi oleh petani. Saat panen raya nanti, harga jagung bisa jadi anjlok hingga Rp1.200 per kilogramnya. Apalagi saat ini, masyarakat banyak dianjurkan untuk berdiam diri di rumah, dipastikan juga akan berpengaruh pada harga jual.

”Bisa dipastikan akan banyak petani mengalami kerugian besar pada tahun ini. Kami berharap Pak Gubernur yang katanya peduli dengan petani untuk membantu kami. Di masa panen ini, kami malah tak berjaya,” keluhnya.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID