Minim Anggaran, Bantuan Handtracktor DTPH Lambar Cuma 12 Unit
Anton Suryadi
Kamis | 20/02/2020 18.41 WIB
Minim Anggaran, Bantuan Handtracktor DTPH Lambar Cuma 12 Unit
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian DTPH Lambar, Antoni Zakaria, Foto: Rilislampung.id/Anton Suryadi

RILIS.ID, Lampung Barat – Turunnya jumlah anggaran APBD Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tahun 2020 berdampak pada menurunnya perhatian pemkab terhadap petani padi.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Lambar Antoni Zakaria, kepada Rilislampung.id, Rabu (19/2/2020).

Menurutnya 12 unit hand traktor yang akan diberikan pada kelompok tani tersebut terdiri dari 2 jenis.

"Handtracktor roda dua sebanyak 7 unit, Light Handtraktor 5 unit. Selain itu ada Alat Perbengkelan atau alat Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) sebanyak 3 Paket," ungkap Antoni.

Diakui Antoni, jumlah bantuan handtracktor  tahun 2020 memang jauh menurun dari tahun 2019 lalu. Penurunan bahkan hingga 60 persen lebih, sebab bantuan handtracktor pada tahun 2019 sebanyak 31 unit.

"Jauh menurun karena keterbatasan anggaran. Sementara kita menyesuaikan dengan anggaran yang ada, untuk kelompok yang belum dapat bantuan harap bersabar. Mudah-mudahan tahun depan anggarannya bisa lebih besar lagi sehingga semua kelompok yang telah mengajukan proposal bisa terakomodir semua," ujarnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pupuk Pestisida dan Alsintan, Falent Herindo, mengatakan bantuan akan diberikan pada kelompok yg yang sudah memenuhi sarat.

"Bagi kelompok tani yang telah memenuhi persyaratan, mengajukan proposal dan telah di survey Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) akan kita berikan bantuan masing - masing 1 unit hand traktor," jelasnya.

Dalam waktu dekat DTPH Lambar akan mensurvey dan melakukan seleksi kelompok tani serta lokasi mana saja yang benar - benar strategis sehingga layak mendapatkan alat-alat pertanian tersebut.

“Untuk CPCL kita lakukan sejak januari, mengingat sudah banyak kelompok tani yang telah mengajukan proposal. Pengadaan ada di bulan mei hingga juni, sedangkan realisasinya kita lakukan di bulan Juli sampai Agustus,” terang Falen.

Masih kata Falent, jumlah unit alat pertanian tersebut terbilang sedikit jika dibandingkan banyaknya permintaan yang masuk, namun menurutnya jumlah yang telah dianggarkan pemerintah sementara hanya 15 unit dari 3 jenis tersebut. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID