Ditahan KPK, Nama Azis Sempat Muncul di Sidang Mustafa
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Ditahan KPK, Nama Azis Sempat Muncul di Sidang Mustafa

Jakarta
24 September 2021 - 22:00 WIB
Breaking News | RILISID
...
Azis Syamsuddin. Foto: Dokumen Rilis.id

RILISID, Jakarta — Kasus dugaan suap di Kabupaten Lampung Tengah memasuki babak baru. 

KPK memutuskan menahan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, Jumat (24/9/2021).

Azis menjadi tersangka bersama politisi Golkar lainnya, Aliza Gunado lantaran dugaan menyuap eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. 

Azis dan Aliza Gunado disebut memberikan suap senilai Rp3,09 miliar dan USD36 ribu (sekitar Rp513 juta).

Uang ini sebagai fee bagi Stepanus untuk mengurus kasus di Lampung Tengah.

Robin sendiri membantah telah menerima suap dari Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado.

Azis tiba di Gedung Merah Putih, Jakarta, pukul 20.00 WIB. Ia mengenakan batik lengan panjang berwarna cokelat.

Setibanya di Gedung KPK, Azis memilih bungkam dan langsung menuju lantai 2 untuk pemeriksaan.

Ketua KPK Firli Bahuri membenarkan penangkapan Azis sebagaimana dilansir dari Rilisid.

Beberapa jam sebelum ditangkap, Azis mengirimkan surat penundaan jadwal pemeriksaan kepada KPK.

Azis mengaku sedang isolasi mandiri (isoman) karena sempat berinteraksi dengan seseorang yang dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu lalu.

KPK juga telah memeriksa beberapa orang saksi di Jakarta, Bandung, Tangerang, dan Lampung dalam penyidikan kasus itu. 

Mantan Kadis Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman, pernah menyebut nama Aliza dan Azis dalam sidang. 

Taufik mengaku mendapat perintah dari mantan bupati Lamteng Mustafa untuk mengurus Dana Alokasi Khusus (DAK) kabupaten ini tahun anggaran 2017.  

Aliza saat itu mengaku orang dekat Azis Syamsuddin dan dapat menaikkan DAK Lamteng dari Rp23 miliar menjadi Rp100 miliar.

Aliza kemudian meminta fee Rp2,5 miliar yang katanya untuk Azis. 

Atas kesaksian Taufik inilah yang memunculkan dugaan sebagai penyebab Azis dan Aliza menyuap Stepanus. 

Tujuannya agar penyidik KPK ini tidak melanjutkan kasusnya. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Ditahan KPK, Nama Azis Sempat Muncul di Sidang Mustafa

...
[email protected]
Jakarta
24 September 2021 - 22:00 WIB
Breaking News | RILISID
...
Azis Syamsuddin. Foto: Dokumen Rilis.id

RILISID, Jakarta — Kasus dugaan suap di Kabupaten Lampung Tengah memasuki babak baru. 

KPK memutuskan menahan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, Jumat (24/9/2021).

Azis menjadi tersangka bersama politisi Golkar lainnya, Aliza Gunado lantaran dugaan menyuap eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. 

Azis dan Aliza Gunado disebut memberikan suap senilai Rp3,09 miliar dan USD36 ribu (sekitar Rp513 juta).

Uang ini sebagai fee bagi Stepanus untuk mengurus kasus di Lampung Tengah.

Robin sendiri membantah telah menerima suap dari Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado.

Azis tiba di Gedung Merah Putih, Jakarta, pukul 20.00 WIB. Ia mengenakan batik lengan panjang berwarna cokelat.

Setibanya di Gedung KPK, Azis memilih bungkam dan langsung menuju lantai 2 untuk pemeriksaan.

Ketua KPK Firli Bahuri membenarkan penangkapan Azis sebagaimana dilansir dari Rilisid.

Beberapa jam sebelum ditangkap, Azis mengirimkan surat penundaan jadwal pemeriksaan kepada KPK.

Azis mengaku sedang isolasi mandiri (isoman) karena sempat berinteraksi dengan seseorang yang dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu lalu.

KPK juga telah memeriksa beberapa orang saksi di Jakarta, Bandung, Tangerang, dan Lampung dalam penyidikan kasus itu. 

Mantan Kadis Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman, pernah menyebut nama Aliza dan Azis dalam sidang. 

Taufik mengaku mendapat perintah dari mantan bupati Lamteng Mustafa untuk mengurus Dana Alokasi Khusus (DAK) kabupaten ini tahun anggaran 2017.  

Aliza saat itu mengaku orang dekat Azis Syamsuddin dan dapat menaikkan DAK Lamteng dari Rp23 miliar menjadi Rp100 miliar.

Aliza kemudian meminta fee Rp2,5 miliar yang katanya untuk Azis. 

Atas kesaksian Taufik inilah yang memunculkan dugaan sebagai penyebab Azis dan Aliza menyuap Stepanus. 

Tujuannya agar penyidik KPK ini tidak melanjutkan kasusnya. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya