ODP di Lambar Merosot Jadi 39 Orang, Ini Daerah Asalnya - RILIS.ID
ODP di Lambar Merosot Jadi 39 Orang, Ini Daerah Asalnya
Ari Gunawan
Sabtu | 21/03/2020 21.36 WIB
ODP di Lambar Merosot Jadi 39 Orang, Ini Daerah Asalnya
ILUSTRASI: RILIS.ID/ Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Lampung Barat – Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) kasus corona alias Covid-19 di Lampung Barat merosot jauh. Dari 109 orang pada Jumat (20/3/2020), kini menjadi ”hanya” 39 ODP.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Barat (Kadiskes Lambar), Paijo, menyampaikan hal itu di Aula Kesehatan setempat, Sabtu (21/3/2020).

Dia menerangkan penurunan itu dalam jumpa pers di Posko dan Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Ke-39 ODP tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Belalau sebanyak 11 orang, Batubrak (8), Sumberjaya (2), serta Sekincau dan Waytenong masing-masing 1 orang.

Lalu, Airhitam dan Kebuntebu masing-masing lima ODP serta Suoh dan Bandarnegeri Suoh masing-masing tiga orang.

Merosotnya jumlah ODP ini disebabkan perubahan definisi, lebih spesifik. Mereka yang demam di atas 38 derajat celcius, batuk, dan mengalami gejala Covid-19 tidak serta merta disebut ODP.

Jika riwayat perjalanannya dalam 14 hari terakhir berada di daerah terdampak dan pernah kontak dengan pasien corona, barulah orang itu masuk ODP.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS Bersatu Lambar Nopiyadi, meminta Pemkab Lambar memberikan perhatian serius kepada petugas medis.

Hal ini mengingat tim medis adalah yang paling berisiko terpapar virus saat melakukan pemeriksaan awal. Baik untuk ODP atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di lokasi tugasnya masing-masing.

Sekretaris umum DPD PKS Lambar itu menambahkan, selayaknya seluruh petugas medis diberikan perlengkapan Alat Perlindungan Diri (APD) yang memadai serta insentif tambahan.

Sedangkan untuk mempercepat penanganan Covid-19, Pemkab dapat menggunakan belanja tidak terduga dalam APBD 2020 senilai Rp2 miliar lebih. Permendagri Nomor 20 tahun 2020 dapat dijadikan payung hukum.

"Tentu besaran yang digunakan kita akan bahas terlebih dahulu. Kan belum tentu kebutuhannya sebesar itu. Bisa kurang, bisa lebih," kata anggota Komisi III itu. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID