APBDP Bandarlampung Disahkan, Defisit Rp39 Miliar
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

APBDP Bandarlampung Disahkan, Defisit Rp39 Miliar

...
Sulaiman
Bandarlampung
9 September 2021 - 18:40 WIB
Pemerintahan | RILISID
...
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menandatangani nota kesepakatan APBDP 2021, Kamis (9/9/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — DPRD Bandarlampung mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Kota Bandarlampung 2021 menjadi Peraturan Daerah APBDP.

Penandatanganan persetujuan dilaksanakan dalam paripurna nota kesepakatan KUA dan PPAS APBDP di gedung paripurna DPRD Bandarlampung, Kamis (9/9/2021).

Anggota Badan Anggaran (Banang) DPRD Bandarlampung, Agusman Arief, menjelaskan persetujuan dewan setelah pihaknya melakukan pembahasan bersama tim anggaran pendapatan daerah (TPAD) Bandarlampung. 

Berikut perubahan APBDP 2021, baik penambahan maupun pengurangan:

1. Perubahan dari pendapatan asli daerah (PAD) di mana terdapat penambahan Rp144 miliar yang bersumber lain-lain PAD yang sah, yang semula Rp157 miliar menjadi Rp301 miliar. Sehingga, PAD yang semula Rp991 miliar kini Rp1,135 triliun. 

2. Perubahan dana perimbangan pendapatan transfer dari pemerintah pusat berkurang Rp55 miliar, di mana semula berjumlah Rp1,41 triliun menjadi Rp1,354 triliun. Sehingga, besaran pendapatan transfer yang semula Rp1,61 triliun menjadi Rp1,554 triliun. 

3. Perubahan lain-lain pendapatan daerah yang sah bertambah Rp8 miliar dari Rp101 miliar menjadi Rp109 miliar, yang bersumber dari penambahan pendapatan hibah NBR PDAM Wayrilau dan lain-lain pendapatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Lebih lanjut, Banang dan TAPD sepakat menetapkan pagu pendapatan daerah, APBDP 2021 sebesar Rp2,799 triliun atau bertambah Rp96 miliar. 

Sementara, perubahan kebijakan belanja daerah tahun 2020-2021 terkait dengan perubahan alokasi anggaran operasional belanja modal dan belanja tidak terduga adalah sebagai berikut:

1. Perubahan alokasi belanja operasional turun Rp7,089 miliar dari APBD murni, yang semula direncanakan Rp2,08 triliun menjadi Rp2,073 triliun. 

2. Perubahan terjadi pada alokasi anggaran belanja modal yang naik Rp436 miliar dari APBD 2021, yang semula Rp298 miliar menjadi Rp735 miliar. 

3. Belanja tak terduga tidak ada perubahan alokasi anggaran, tetap Rp20 miliar. 

Lebih lanjut, Banang dan TAPD sepakat menetapkan pagu belanja daerah APBDP 2021 yakni Rp2,839 triliun atau bertambah Rp429 miliar. 

Pada APBD tahun 2021 penerimaan pembiayaan dianggarkan Rp24 miliar yang bersumber dari Silpa, sedangkan APBDP tahun 2021 berkurang Rp12 miliar, menjadi Rp11 miliar. 

Juga terdapat penambahan penerimaan pembiayaan Rp159 miliar yang bersumber dari pinjaman daerah, sehingga jumlahnya pada APBDP menjadi Rp170 miliar. 

Kemudian pengeluaran pembiayaan dalam APBDP 2021 turun Rp187 miliar. Sehingga, menjadi Rp131 miliar dari semula Rp318 miliar. 

Proyeksi APBDP Bandarlampung 2021 dengan rincian sebagai berikut:
1. Pendapatan daerah
a. PAD Rp1,135 triliun
b. Dana pendapatan transfer Rp1,554 triliun
c. Lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp109 miliar
Jumlah pendapatan: Rp2,799 triliun 

2. Belanja daerah 
a. Belanja operasional Rp2,703 triliun
b. Belanja modal Rp735 miliar
c. Belanja tidak terduga Rp30 miliar
Jumlah belanja daerah Rp2,839 triliun, sehingga terjadi defisit Rp39 miliar 

3. Pembiayaan daerah 
a. Penerimaan pembiayaan Silpa Rp11 miliar
b. P
enerimaan pinjaman dari sumber lainnya Rp159 miliar
Jumlah 
penerimaan pembiayaan Rp170 miliar

4. Pengeluaran pembiayaan
a. Penyertaan modal investasi daerah Rp18 miliar
b. Pembayaran pokok utang Rp112 miliar
Jumlah pengeluaran pembiayaan Rp131 miliar.

Adapun pembiayaan netto Rp39 miliar, silpa Rp0. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

APBDP Bandarlampung Disahkan, Defisit Rp39 Miliar

...
Sulaiman
Bandarlampung
9 September 2021 - 18:40 WIB
Pemerintahan | RILISID
...
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menandatangani nota kesepakatan APBDP 2021, Kamis (9/9/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — DPRD Bandarlampung mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Kota Bandarlampung 2021 menjadi Peraturan Daerah APBDP.

Penandatanganan persetujuan dilaksanakan dalam paripurna nota kesepakatan KUA dan PPAS APBDP di gedung paripurna DPRD Bandarlampung, Kamis (9/9/2021).

Anggota Badan Anggaran (Banang) DPRD Bandarlampung, Agusman Arief, menjelaskan persetujuan dewan setelah pihaknya melakukan pembahasan bersama tim anggaran pendapatan daerah (TPAD) Bandarlampung. 

Berikut perubahan APBDP 2021, baik penambahan maupun pengurangan:

1. Perubahan dari pendapatan asli daerah (PAD) di mana terdapat penambahan Rp144 miliar yang bersumber lain-lain PAD yang sah, yang semula Rp157 miliar menjadi Rp301 miliar. Sehingga, PAD yang semula Rp991 miliar kini Rp1,135 triliun. 

2. Perubahan dana perimbangan pendapatan transfer dari pemerintah pusat berkurang Rp55 miliar, di mana semula berjumlah Rp1,41 triliun menjadi Rp1,354 triliun. Sehingga, besaran pendapatan transfer yang semula Rp1,61 triliun menjadi Rp1,554 triliun. 

3. Perubahan lain-lain pendapatan daerah yang sah bertambah Rp8 miliar dari Rp101 miliar menjadi Rp109 miliar, yang bersumber dari penambahan pendapatan hibah NBR PDAM Wayrilau dan lain-lain pendapatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Lebih lanjut, Banang dan TAPD sepakat menetapkan pagu pendapatan daerah, APBDP 2021 sebesar Rp2,799 triliun atau bertambah Rp96 miliar. 

Sementara, perubahan kebijakan belanja daerah tahun 2020-2021 terkait dengan perubahan alokasi anggaran operasional belanja modal dan belanja tidak terduga adalah sebagai berikut:

1. Perubahan alokasi belanja operasional turun Rp7,089 miliar dari APBD murni, yang semula direncanakan Rp2,08 triliun menjadi Rp2,073 triliun. 

2. Perubahan terjadi pada alokasi anggaran belanja modal yang naik Rp436 miliar dari APBD 2021, yang semula Rp298 miliar menjadi Rp735 miliar. 

3. Belanja tak terduga tidak ada perubahan alokasi anggaran, tetap Rp20 miliar. 

Lebih lanjut, Banang dan TAPD sepakat menetapkan pagu belanja daerah APBDP 2021 yakni Rp2,839 triliun atau bertambah Rp429 miliar. 

Pada APBD tahun 2021 penerimaan pembiayaan dianggarkan Rp24 miliar yang bersumber dari Silpa, sedangkan APBDP tahun 2021 berkurang Rp12 miliar, menjadi Rp11 miliar. 

Juga terdapat penambahan penerimaan pembiayaan Rp159 miliar yang bersumber dari pinjaman daerah, sehingga jumlahnya pada APBDP menjadi Rp170 miliar. 

Kemudian pengeluaran pembiayaan dalam APBDP 2021 turun Rp187 miliar. Sehingga, menjadi Rp131 miliar dari semula Rp318 miliar. 

Proyeksi APBDP Bandarlampung 2021 dengan rincian sebagai berikut:
1. Pendapatan daerah
a. PAD Rp1,135 triliun
b. Dana pendapatan transfer Rp1,554 triliun
c. Lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp109 miliar
Jumlah pendapatan: Rp2,799 triliun 

2. Belanja daerah 
a. Belanja operasional Rp2,703 triliun
b. Belanja modal Rp735 miliar
c. Belanja tidak terduga Rp30 miliar
Jumlah belanja daerah Rp2,839 triliun, sehingga terjadi defisit Rp39 miliar 

3. Pembiayaan daerah 
a. Penerimaan pembiayaan Silpa Rp11 miliar
b. P
enerimaan pinjaman dari sumber lainnya Rp159 miliar
Jumlah 
penerimaan pembiayaan Rp170 miliar

4. Pengeluaran pembiayaan
a. Penyertaan modal investasi daerah Rp18 miliar
b. Pembayaran pokok utang Rp112 miliar
Jumlah pengeluaran pembiayaan Rp131 miliar.

Adapun pembiayaan netto Rp39 miliar, silpa Rp0. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya