Beri Kelonggaran Tempat Usaha, Ini Aturan Lengkap Selama PPKM Level 4 Bandarlampung
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Beri Kelonggaran Tempat Usaha, Ini Aturan Lengkap Selama PPKM Level 4 Bandarlampung

...
Sulaiman
Bandarlampung
27 Juli 2021 - 21:21 WIB
Pemerintahan | RILISID
...
Walikota Bandarlampung Eva Dwiana saat memberikan keterangan tentang aturan PPKM Level 4 di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (26/7/2021). FOTO: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung kembali akan menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Namun dalam pelaksanaannya kali ini diberikan kelonggaran-kelonggaran yang diperbolehkan selama masa tersebut.

Walikota Bandarlampung Eva Dwiana menerangkan, hal itu dilaksanakan berdasarkan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 25 tahun 2021.

"Ada kelonggaran tapi harus melakukan protokol kesehatan (prokes) yang ketat," ungkapnya saat memberikan keterangan di Ruang Rapat Wali Kota Bandarlampung, Senin (26/7/2021).

Eva memaparkan, untuk yang dibolehkan buka yakni pasar tradisional dan dibatasi jam operasionalnya mulai pukul 07.00 sampai 17.00 WIB.

Kemudian pedagang kaki lima, kelontong, agen atau konter pulsa, pangkas rambut, penatu (laundy), pedagang asongan dan pasar loak, pasar unggas, bengkel kecil dan cuci kendaraan diizinkan buka, namun dibatasi mulai 08.00 sampai 15.00 WIB dengan prokes ketat.

Selain itu, warung makan kecil atau warteg, pedagang kali lima, lapak jajan jam operasionalnya mulai pukul 07.00 sampai 21.00 WIB dengan prokes ketat.

Rumah makan kafe yang berada dilokasi sendiri dapat melayani makan di tempat dengan kapasitas 25 persen dan dibatas jam 07.00 sampai 21.00 WIB, tentunya dengan menerapkan prokes ketat. 

Sementara mal tutup untuk sementara. Kecuali toko swalayan dan supermarket, serta tempat makan di mal diperbolehkan buka mulai pukul 07.00 hingga 20.00 dan tidak menerima makan ditempat.

"Untuk pengawasan di tempat-tempat yang buka akan ditempatkan petugas. Kalau melanggar maka tempat usaha tersebut kita tutup lagi," tukasnya. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

Beri Kelonggaran Tempat Usaha, Ini Aturan Lengkap Selama PPKM Level 4 Bandarlampung

...
Sulaiman
Bandarlampung
27 Juli 2021 - 21:21 WIB
Pemerintahan | RILISID
...
Walikota Bandarlampung Eva Dwiana saat memberikan keterangan tentang aturan PPKM Level 4 di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (26/7/2021). FOTO: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung kembali akan menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Namun dalam pelaksanaannya kali ini diberikan kelonggaran-kelonggaran yang diperbolehkan selama masa tersebut.

Walikota Bandarlampung Eva Dwiana menerangkan, hal itu dilaksanakan berdasarkan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 25 tahun 2021.

"Ada kelonggaran tapi harus melakukan protokol kesehatan (prokes) yang ketat," ungkapnya saat memberikan keterangan di Ruang Rapat Wali Kota Bandarlampung, Senin (26/7/2021).

Eva memaparkan, untuk yang dibolehkan buka yakni pasar tradisional dan dibatasi jam operasionalnya mulai pukul 07.00 sampai 17.00 WIB.

Kemudian pedagang kaki lima, kelontong, agen atau konter pulsa, pangkas rambut, penatu (laundy), pedagang asongan dan pasar loak, pasar unggas, bengkel kecil dan cuci kendaraan diizinkan buka, namun dibatasi mulai 08.00 sampai 15.00 WIB dengan prokes ketat.

Selain itu, warung makan kecil atau warteg, pedagang kali lima, lapak jajan jam operasionalnya mulai pukul 07.00 sampai 21.00 WIB dengan prokes ketat.

Rumah makan kafe yang berada dilokasi sendiri dapat melayani makan di tempat dengan kapasitas 25 persen dan dibatas jam 07.00 sampai 21.00 WIB, tentunya dengan menerapkan prokes ketat. 

Sementara mal tutup untuk sementara. Kecuali toko swalayan dan supermarket, serta tempat makan di mal diperbolehkan buka mulai pukul 07.00 hingga 20.00 dan tidak menerima makan ditempat.

"Untuk pengawasan di tempat-tempat yang buka akan ditempatkan petugas. Kalau melanggar maka tempat usaha tersebut kita tutup lagi," tukasnya. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya