LBH: Klarifikasi Dissos Tubaba Tidak Hentikan Proses Hukum Dugaan Rekayasa PKH
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

LBH: Klarifikasi Dissos Tubaba Tidak Hentikan Proses Hukum Dugaan Rekayasa PKH

...
Surmadi
Tulangbawang Barat
27 Juli 2021 - 21:22 WIB
Daerah | RILISID
...
Ketua LBH Tubaba Ari Tantaka (kanan) ditemui di rumahnya. Foto: Istimeaa

RILISID, Tulangbawang Barat — Dinas Sosial Tulangbawang Barat (Dissos Tubaba) boleh-boleh saja membuat klarifikasi meski akhirnya dipersoalkan. 

Namun proses hukum atas dugaan rekayasa penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tetap berjalan (Diduga Rekayasa Surat Klarifikasi soal PKH, Kadissos Tubaba: Di Mana Salahnya?). 

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tubaba Ari Tantaka menegaskan hal ini, Minggu (25/7/2021).

Ari menjelaskan pertemuan untuk mengklarifikasi yang diinisiasi Dissos Tubaba tidak ada sangkut pautnya dengan laporan LBH ke polres setempat.

"Meskipun ada klarifikasi ini, laporan ke Polres Tubaba tetap berjalan. Saat ini kita masih menunggu Kasat Reskrim yang berada di luar daerah," tandasnya.

Menurut dia, pertemuan klarifikasi antara Dissos Tubaba dengan penerima PKH dan pihak terkait dilakukan sebanyak tiga kali.

"Saya diundang Dinas Sosial sebagai salah satu pihak untuk klarifikasi," ungkap Ari yang ditemui di rumahnya.

Pertemuan pertama di kediaman Yemi, kedua di tempat Susanto, dan ketiga di kantor Dissos Tubaba.

Ari menyatakan dirinya menyanggah semua pembahasan dalam pertemuan pertama dan kedua.

"Saya meminta kepada Dissos ada pertemuan berikutnya. Sebab, sebelumnya tidak ada kejelasan dan saling melempar kesalahan," cetus Ari.

Ari selanjutnya meminta semua petugas yang terlibat dalam proses PKH mengingat siapa yang mengambil ATM beserta buku tabungan.

"Kalau kalian tidak mau mengaku berarti hantu yang mengambil," cetus Ari.

Dugaan rekayasa PKH terungkap, setelah Suranti mendatangi Bank Mandiri KCP Daya Asri.

Ia meminta cetak rekening koran untuk mengetahui apakah dirinya masih menerima dana PKH atau tidak.

Sebab, Suranti adalah penerima PKH pada tahun 2018. Namun setahun kemudian, petugas mencoret namanya. Hal ini juga dialami beberapa warga lainnya.

Dari rekening koran periode 1 September 2020 sampai 20 April 2021, diduga terjadi transaksi mencurigakan di rekening milik Suranti.

Tercatat, pada 14 November 2020 ada penarikan uang Rp135 ribu dari saldo semula Rp150 ribu. Padahal, status Suranti bukan lagi penerima PKH.

Saat itu ATM dan buku tabungan miliknya juga sudah diminta oleh petugas. Namun, karena ada informasi dia masih termasuk penerima PKH, Suranti mendatangi petugas dan meminta print rekening koran dimaksud. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

LBH: Klarifikasi Dissos Tubaba Tidak Hentikan Proses Hukum Dugaan Rekayasa PKH

...
Surmadi
Tulangbawang Barat
27 Juli 2021 - 21:22 WIB
Daerah | RILISID
...
Ketua LBH Tubaba Ari Tantaka (kanan) ditemui di rumahnya. Foto: Istimeaa

RILISID, Tulangbawang Barat — Dinas Sosial Tulangbawang Barat (Dissos Tubaba) boleh-boleh saja membuat klarifikasi meski akhirnya dipersoalkan. 

Namun proses hukum atas dugaan rekayasa penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tetap berjalan (Diduga Rekayasa Surat Klarifikasi soal PKH, Kadissos Tubaba: Di Mana Salahnya?). 

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tubaba Ari Tantaka menegaskan hal ini, Minggu (25/7/2021).

Ari menjelaskan pertemuan untuk mengklarifikasi yang diinisiasi Dissos Tubaba tidak ada sangkut pautnya dengan laporan LBH ke polres setempat.

"Meskipun ada klarifikasi ini, laporan ke Polres Tubaba tetap berjalan. Saat ini kita masih menunggu Kasat Reskrim yang berada di luar daerah," tandasnya.

Menurut dia, pertemuan klarifikasi antara Dissos Tubaba dengan penerima PKH dan pihak terkait dilakukan sebanyak tiga kali.

"Saya diundang Dinas Sosial sebagai salah satu pihak untuk klarifikasi," ungkap Ari yang ditemui di rumahnya.

Pertemuan pertama di kediaman Yemi, kedua di tempat Susanto, dan ketiga di kantor Dissos Tubaba.

Ari menyatakan dirinya menyanggah semua pembahasan dalam pertemuan pertama dan kedua.

"Saya meminta kepada Dissos ada pertemuan berikutnya. Sebab, sebelumnya tidak ada kejelasan dan saling melempar kesalahan," cetus Ari.

Ari selanjutnya meminta semua petugas yang terlibat dalam proses PKH mengingat siapa yang mengambil ATM beserta buku tabungan.

"Kalau kalian tidak mau mengaku berarti hantu yang mengambil," cetus Ari.

Dugaan rekayasa PKH terungkap, setelah Suranti mendatangi Bank Mandiri KCP Daya Asri.

Ia meminta cetak rekening koran untuk mengetahui apakah dirinya masih menerima dana PKH atau tidak.

Sebab, Suranti adalah penerima PKH pada tahun 2018. Namun setahun kemudian, petugas mencoret namanya. Hal ini juga dialami beberapa warga lainnya.

Dari rekening koran periode 1 September 2020 sampai 20 April 2021, diduga terjadi transaksi mencurigakan di rekening milik Suranti.

Tercatat, pada 14 November 2020 ada penarikan uang Rp135 ribu dari saldo semula Rp150 ribu. Padahal, status Suranti bukan lagi penerima PKH.

Saat itu ATM dan buku tabungan miliknya juga sudah diminta oleh petugas. Namun, karena ada informasi dia masih termasuk penerima PKH, Suranti mendatangi petugas dan meminta print rekening koran dimaksud. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya