Masuk Lima Besar Panen Pedet Tertinggi di Indonesia, Disnakkeswan Optimistis di 2022
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Masuk Lima Besar Panen Pedet Tertinggi di Indonesia, Disnakkeswan Optimistis di 2022

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
14 Januari 2022 - 15:52 WIB
Pemerintahan | RILISID
...
Kepala Disnakkeswan Lampung, Lili Mawarti. Foto: Dwi DS

RILISID, Bandarlampung — Program Sikomandan (Sapi Kerbau Andalan Negeri) Kementerian Pertanian tahun 2021 untuk Provinsi Lampung sukses. Bahkan, masuk lima besar daerah panen pedet tertinggi di Indonesia.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan), Lili Mawarti, memaparkan dari target Inseminasi Buatan (IB) 151.218 ekor, terealisasi 301.724 ekor atau 199,53 persen. 

Untuk target sapi bunting 84.812 ekor, terealisasi 179.738 ekor atau 211.93 persen. Sementara, kelahiran target 82.780 ekor, realisasinya 132.880 ekor atau 160.52 persen. 

"Sedangkan, target tahun 2022 IB 200.000 ekor, bunting 123.502 ekor, dan lahir 126.008 ekor," ujar Lili, Jumat (14/1/2022).

Untuk merealisasikan target tersebut, Lili memaparkan beberapa strategi. Di antaranya, meningkatkan populasi ternak dengan program IB dan merevitalisasi peran UPTD Balai Insemenasi Buatan Daerah (BIBD) di Terbanggibesar, Lampung Tengah.

"Selain itu merekrut 200 ribu akseptor. Sebab, normalnya sapi kawin hanya sekali. Namun dengan IB bisa seratus dosis yang didapat sekali ejakulasi," ungkap Lili. 

 Selain itu, lanjut Lili, Disnakkeswan Lampung juga meminta dukungan dari Kementerian Pertanian (Kemntan) dalam hal menambah kapasitas indukan. 

Ia menjelaskan, kunjungan Mentan Yasin Limpo ke Lampung juga mengenalkan sapi jenis Belgian dan Wagyu di kelas premium daging sapi. 

"Awalnya kita salurkan tujuh kabupaten dan sekarang hampir 15 kabupaten/kota diusulkan mendapat bantuan karena hasilnya bagus. Kecuali Pesisir Barat (Pesibar) karena punya jenis sapi Krui yang akan dikembangkan di sana," papar dia. 

Sekretaris Disnakkeswan Lampung, Anwar Fuadi, menambahkan pihaknya juga merevitalisasi peran Rumah Potong Hewan (RPH) di Lampung.

RPH sebagai kontrol kualitas sapi sebelum dipotong. Istilahnya, antemortem dan kualitas daging postmortem

"Kalau UU melarang sapi produktif disembelih. Sapi muda boleh disembelih dengan syarat ada gangguan reproduksi," ujar mantan Kabid Keswan dan Kesmavet Disnakkeswan Lampung, ini. 

Disnakkeswan Lampung juga menggandeng juru sembelih halal, Selain itu, memastikan Nomor Kontrol Venteriner (NKV) sebagai jaminan kualitas dan keamanan produk.

"Disnakkeswan ini cukup berat pekerjaannya, disamping meningkatkan kapasitas hewan ternak juga bagaimana memastikan penyakit hewan ternak tidak tertular ke manusia," pungkasnya. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Masuk Lima Besar Panen Pedet Tertinggi di Indonesia, Disnakkeswan Optimistis di 2022

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
14 Januari 2022 - 15:52 WIB
Pemerintahan | RILISID
...
Kepala Disnakkeswan Lampung, Lili Mawarti. Foto: Dwi DS

RILISID, Bandarlampung — Program Sikomandan (Sapi Kerbau Andalan Negeri) Kementerian Pertanian tahun 2021 untuk Provinsi Lampung sukses. Bahkan, masuk lima besar daerah panen pedet tertinggi di Indonesia.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan), Lili Mawarti, memaparkan dari target Inseminasi Buatan (IB) 151.218 ekor, terealisasi 301.724 ekor atau 199,53 persen. 

Untuk target sapi bunting 84.812 ekor, terealisasi 179.738 ekor atau 211.93 persen. Sementara, kelahiran target 82.780 ekor, realisasinya 132.880 ekor atau 160.52 persen. 

"Sedangkan, target tahun 2022 IB 200.000 ekor, bunting 123.502 ekor, dan lahir 126.008 ekor," ujar Lili, Jumat (14/1/2022).

Untuk merealisasikan target tersebut, Lili memaparkan beberapa strategi. Di antaranya, meningkatkan populasi ternak dengan program IB dan merevitalisasi peran UPTD Balai Insemenasi Buatan Daerah (BIBD) di Terbanggibesar, Lampung Tengah.

"Selain itu merekrut 200 ribu akseptor. Sebab, normalnya sapi kawin hanya sekali. Namun dengan IB bisa seratus dosis yang didapat sekali ejakulasi," ungkap Lili. 

 Selain itu, lanjut Lili, Disnakkeswan Lampung juga meminta dukungan dari Kementerian Pertanian (Kemntan) dalam hal menambah kapasitas indukan. 

Ia menjelaskan, kunjungan Mentan Yasin Limpo ke Lampung juga mengenalkan sapi jenis Belgian dan Wagyu di kelas premium daging sapi. 

"Awalnya kita salurkan tujuh kabupaten dan sekarang hampir 15 kabupaten/kota diusulkan mendapat bantuan karena hasilnya bagus. Kecuali Pesisir Barat (Pesibar) karena punya jenis sapi Krui yang akan dikembangkan di sana," papar dia. 

Sekretaris Disnakkeswan Lampung, Anwar Fuadi, menambahkan pihaknya juga merevitalisasi peran Rumah Potong Hewan (RPH) di Lampung.

RPH sebagai kontrol kualitas sapi sebelum dipotong. Istilahnya, antemortem dan kualitas daging postmortem

"Kalau UU melarang sapi produktif disembelih. Sapi muda boleh disembelih dengan syarat ada gangguan reproduksi," ujar mantan Kabid Keswan dan Kesmavet Disnakkeswan Lampung, ini. 

Disnakkeswan Lampung juga menggandeng juru sembelih halal, Selain itu, memastikan Nomor Kontrol Venteriner (NKV) sebagai jaminan kualitas dan keamanan produk.

"Disnakkeswan ini cukup berat pekerjaannya, disamping meningkatkan kapasitas hewan ternak juga bagaimana memastikan penyakit hewan ternak tidak tertular ke manusia," pungkasnya. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya