Kategori
Rilis Network

Pemilik Son Hajisony Belum Kooperatif, Eva Dwiana: Jangan Salahkan Bila Kami Tegas

...
Sulaiman
Bandarlampung
21 Juli 2021 - 17:01 WIB
Pemerintahan | RILISID
...
Gerai Bakso Son Hajisony di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung. FOTO: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Sudah surat peringatan ketiga, ternyata polemik tunggakan pajak antara Pemerintah Bandarlampung dan pemilik Bakso Son Hajisony belum juga terselesaikan.

Meski sudahmendapat peringatan ketiga tersebut, berdasarkan pantauan Rilisid Lampung pada Rabu (21/7/2021), sebanyak 12 gerai bakso tersebut masih terlihat tetap beroperasi.

Menanggapi kondisi itu, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan memang masih sengaja membiarkan beberapa gerainya untuk buka.

"Tapi ini (soal) hukum. Kalau pihak Bakso Sony (sebutan akrab merek Son Hajisony) belum juga mau menyelesaikan (tunggakan pajaknya), jangan salahkan kalau Pemkot Bandarlampung terpaksa harus mengambil tindakan tegas. Kalau masih belum kooperatif kita akan tegas," tukas Eva saat dikonfirmasi pad Rabu (21/7/2021).

Sebelumnya, Pemkot Bandarlampung memang berencana mengambil langkah hukum apabila pihak manajemen Bakso Son Hajisony masih tidak mengindahkan surat peringatan ketiga.

"Kita akan mengambil langkah hukum apabila surat peringatan tersebut tidak juga diindahkan. Karena mau kita sederhana, kita minta penandatanganan surat pakta integritas dan memasang tapping box, sudah itu saja," ungkap Inspektur Kota Bandarlampung M. Umar, beberapa waktu lalu.

Rilisid Lampung yang mencoba mengonfirmasi langsung kepada pemilik bakso yang cukup terkenal di Lampung itu, tidak pernah mendapat tanggapan. Pesan WhtasApp yang dikirimkan tidak pernah dibalas meski sudah dibaca. 

Personalan tunggakan pajak Son Hajisony juga sudah mencapai puncaknya, saat pihak manajemen mengancam akan hengkang dari Bandarlampung. Namun pihak Pemkot Bandarlampung tetap berupaya mencari cara supaya pihak manajemen membayar pajak yang diduga mencapai Rp14 miliar sejak 2018 lalu itu. (*)

Lihat juga video RILIS.ID TV:

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

| 0 Komentar

Pemilik Son Hajisony Belum Kooperatif, Eva Dwiana: Jangan Salahkan Bila Kami Tegas

...
Sulaiman
Bandarlampung
21 Juli 2021 - 17:01 WIB
Pemerintahan | RILISID
...
Gerai Bakso Son Hajisony di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung. FOTO: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Sudah surat peringatan ketiga, ternyata polemik tunggakan pajak antara Pemerintah Bandarlampung dan pemilik Bakso Son Hajisony belum juga terselesaikan.

Meski sudahmendapat peringatan ketiga tersebut, berdasarkan pantauan Rilisid Lampung pada Rabu (21/7/2021), sebanyak 12 gerai bakso tersebut masih terlihat tetap beroperasi.

Menanggapi kondisi itu, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan memang masih sengaja membiarkan beberapa gerainya untuk buka.

"Tapi ini (soal) hukum. Kalau pihak Bakso Sony (sebutan akrab merek Son Hajisony) belum juga mau menyelesaikan (tunggakan pajaknya), jangan salahkan kalau Pemkot Bandarlampung terpaksa harus mengambil tindakan tegas. Kalau masih belum kooperatif kita akan tegas," tukas Eva saat dikonfirmasi pad Rabu (21/7/2021).

Sebelumnya, Pemkot Bandarlampung memang berencana mengambil langkah hukum apabila pihak manajemen Bakso Son Hajisony masih tidak mengindahkan surat peringatan ketiga.

"Kita akan mengambil langkah hukum apabila surat peringatan tersebut tidak juga diindahkan. Karena mau kita sederhana, kita minta penandatanganan surat pakta integritas dan memasang tapping box, sudah itu saja," ungkap Inspektur Kota Bandarlampung M. Umar, beberapa waktu lalu.

Rilisid Lampung yang mencoba mengonfirmasi langsung kepada pemilik bakso yang cukup terkenal di Lampung itu, tidak pernah mendapat tanggapan. Pesan WhtasApp yang dikirimkan tidak pernah dibalas meski sudah dibaca. 

Personalan tunggakan pajak Son Hajisony juga sudah mencapai puncaknya, saat pihak manajemen mengancam akan hengkang dari Bandarlampung. Namun pihak Pemkot Bandarlampung tetap berupaya mencari cara supaya pihak manajemen membayar pajak yang diduga mencapai Rp14 miliar sejak 2018 lalu itu. (*)

Lihat juga video RILIS.ID TV:

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

| 0 Komentar