Polres Pringsewu Bekuk Dukun Palsu, Korbannya dari Aceh hingga Madura
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Polres Pringsewu Bekuk Dukun Palsu, Korbannya dari Aceh hingga Madura

...
Yuda Haryono
Pringsewu
22 November 2021 - 7:41 WIB
Daerah | RILISID
...
Spesialis penipuan dengan modus mengobati yang diamankan polisi. Foto: Humas Polres

RILISID, Pringsewu — Jajaran Satreskrim Polres Pringsewu membekuk satu dari dua tersangka penipu yang memperdayai korbannya hingga puluhan juta rupiah. 

Dia adalah Heri (42), buruh asal Kelurahan Penengahan Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung. Sedangkan satu lainnya, berinisial JF, dalam pengejaran polisi.

Kasatreskrim Polres Pringsewu, Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata, menuturkan Heri diamankan tanpa perlawanan di rumahnya pada Senin (15/11) sekira pukul 14.00 WIB.

Mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, ia menjelaskan Heri diduga menipu Sumedi (70), pensiunan PNS warga Pekon Fajaresuk Pringsewu dengan TKP di area parkiran BRI Pringsewu. 

Seusai korban mengambil tunjangan pensiun, ia bertemu Heri dan JF di parkiran BRI. JF mengaku kepada korban memiliki sebuah benda yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Untuk memuluskan aksinya, Heri berpura-pura mengetes kemampuan yang dimiliki JF dengan memintanya menebak benda yang dipegang di kedua tangannya.

"Karena memang keduanya sudah berkomplot, JF dengan mudah bisa menerka. Hal itu tentunya untuk mengelabui calon korbannya," ungkap Feabo, Minggu (21/11/2021).

Korban yang selama ini menderita sebuah penyakit, termakan bujuk rayu kedua tersangka. Dia kemudian mencoba berobat kepada JF.

Sebelum mengobati, tersangka menanyakan berapa yang dimiliki korban. Sumedi pun menjawab dirinya hanya punya Rp1 juta.

Selanjutnya, JF meminta korban untuk mengambil seluruh uang di dalam tabungannya dengan total Rp23 juta. Setelah itu, korban kembali menemui mereka di parkiran.

Total uang Rp24 Juta dan satu unit HP Redmi 9 milik korban, oleh tersangka dimasukan dalam plastik. Ia kemudian meminta korban berwudu di kompleks musala di area bank tersebut sebelum menjalani proses perobatan.

"Saat korban kembali dari berwudu, ternyata kedua tersangka sudah kabur. Korban kemudian melapor kepada polisi," terang Feabo.

Atas dasar laporan pengaduan tersebut kemudian polisi langsung melakukan serangkaian proses penyelidikan dan berhasil membekuk Heri.

Setelah dilakukan pemeriksaan, terungkap kedua tersangka memang spesialis penipuan sejak 2018. Mereka beraksi hampir di seluruh provinsi mulai Aceh hingga Madura, Jawa Timur.

"Pengakuan Heri di wilayah Pringsewu sudah tiga kali beraksi. Dua kali di area RS Mitra Husada dan satu kali di BRI Pringsewu. Uang hasil kejahatan tersebut dihabiskan untuk berjudi dan bersenang-senang," ungkapnya.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 1 unit mobil Toyota Avanza yang dipergunakan untuk melakukan aksi kejahatan.

Lalu, 1 unit HP Readmi 9, uang tunai Rp1,3 juta, dan berbagai jenis spare part sepeda motor yang dibeli dari uang hasil kejahatan.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Heri dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara," tandas Feabo. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Polres Pringsewu Bekuk Dukun Palsu, Korbannya dari Aceh hingga Madura

...
Yuda Haryono
Pringsewu
22 November 2021 - 7:41 WIB
Daerah | RILISID
...
Spesialis penipuan dengan modus mengobati yang diamankan polisi. Foto: Humas Polres

RILISID, Pringsewu — Jajaran Satreskrim Polres Pringsewu membekuk satu dari dua tersangka penipu yang memperdayai korbannya hingga puluhan juta rupiah. 

Dia adalah Heri (42), buruh asal Kelurahan Penengahan Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung. Sedangkan satu lainnya, berinisial JF, dalam pengejaran polisi.

Kasatreskrim Polres Pringsewu, Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata, menuturkan Heri diamankan tanpa perlawanan di rumahnya pada Senin (15/11) sekira pukul 14.00 WIB.

Mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, ia menjelaskan Heri diduga menipu Sumedi (70), pensiunan PNS warga Pekon Fajaresuk Pringsewu dengan TKP di area parkiran BRI Pringsewu. 

Seusai korban mengambil tunjangan pensiun, ia bertemu Heri dan JF di parkiran BRI. JF mengaku kepada korban memiliki sebuah benda yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Untuk memuluskan aksinya, Heri berpura-pura mengetes kemampuan yang dimiliki JF dengan memintanya menebak benda yang dipegang di kedua tangannya.

"Karena memang keduanya sudah berkomplot, JF dengan mudah bisa menerka. Hal itu tentunya untuk mengelabui calon korbannya," ungkap Feabo, Minggu (21/11/2021).

Korban yang selama ini menderita sebuah penyakit, termakan bujuk rayu kedua tersangka. Dia kemudian mencoba berobat kepada JF.

Sebelum mengobati, tersangka menanyakan berapa yang dimiliki korban. Sumedi pun menjawab dirinya hanya punya Rp1 juta.

Selanjutnya, JF meminta korban untuk mengambil seluruh uang di dalam tabungannya dengan total Rp23 juta. Setelah itu, korban kembali menemui mereka di parkiran.

Total uang Rp24 Juta dan satu unit HP Redmi 9 milik korban, oleh tersangka dimasukan dalam plastik. Ia kemudian meminta korban berwudu di kompleks musala di area bank tersebut sebelum menjalani proses perobatan.

"Saat korban kembali dari berwudu, ternyata kedua tersangka sudah kabur. Korban kemudian melapor kepada polisi," terang Feabo.

Atas dasar laporan pengaduan tersebut kemudian polisi langsung melakukan serangkaian proses penyelidikan dan berhasil membekuk Heri.

Setelah dilakukan pemeriksaan, terungkap kedua tersangka memang spesialis penipuan sejak 2018. Mereka beraksi hampir di seluruh provinsi mulai Aceh hingga Madura, Jawa Timur.

"Pengakuan Heri di wilayah Pringsewu sudah tiga kali beraksi. Dua kali di area RS Mitra Husada dan satu kali di BRI Pringsewu. Uang hasil kejahatan tersebut dihabiskan untuk berjudi dan bersenang-senang," ungkapnya.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 1 unit mobil Toyota Avanza yang dipergunakan untuk melakukan aksi kejahatan.

Lalu, 1 unit HP Readmi 9, uang tunai Rp1,3 juta, dan berbagai jenis spare part sepeda motor yang dibeli dari uang hasil kejahatan.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Heri dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara," tandas Feabo. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya