Revitalisasi Drainase Jalan Ir Sutami di Lamtim Diduga Tak Sesuai Bestek
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Revitalisasi Drainase Jalan Ir Sutami di Lamtim Diduga Tak Sesuai Bestek

...
Nurman Agung
Lampung Timur
22 Oktober 2021 - 14:31 WIB
Daerah | RILISID
...
Revitalisasi drainase di pinggir Jalan Ir Sutami diduga tidak sesuai bestek, Jumat (22/10/2021). Foto: Nurman Agung

RILISID, Lampung Timur — Revitalisasi drainase di pinggir Jalan Ir Sutami di perbatasan Desa Sidorejo dan Desa Bandaragung diduga tidak sesuai bestek.

Selain tanpa papan nama, material batu dipasang hanya menempel ke tanah urukan, tanpa disemen. 

Bahkan, pekerja drainase sempat membongkar setelah pekerjaan yang diduga bermasalah itu dikomplain beberapa warga.

"Memakai tanah uruk dari dasar drainase sampai atas dan tidak disemen. Seolah-olah nantinya biar ketebalan sama dari bawah sampai atas 25 centimeter," ujar warga setempat, Jumat (22/10/2021). Ia menolak namanya disebutkan. 

Supri, pekerja drainase mengaku hanya disuruh mengerjakan drainase oleh pemborong.

Dia tidak tahu-menahu soal papan nama proyek dan sumber dana pembangunan. 

"Kalau adukan semen dan pasir perbandingannya 1:5. Kalau tanah uruk yang dimasukkan ke batu itu rencana mau dibongkar Mas," jelasnya. 

Sementara itu, anggota TNI AL bernama Agus mengaku hanya keamanan di proyek drainase tersebut.

"Kalau kata tukang itu mau di bongkar lagi anggarannya dari mana," kata Agus, warga Desa Pugungraharjo itu. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Revitalisasi Drainase Jalan Ir Sutami di Lamtim Diduga Tak Sesuai Bestek

...
Nurman Agung
Lampung Timur
22 Oktober 2021 - 14:31 WIB
Daerah | RILISID
...
Revitalisasi drainase di pinggir Jalan Ir Sutami diduga tidak sesuai bestek, Jumat (22/10/2021). Foto: Nurman Agung

RILISID, Lampung Timur — Revitalisasi drainase di pinggir Jalan Ir Sutami di perbatasan Desa Sidorejo dan Desa Bandaragung diduga tidak sesuai bestek.

Selain tanpa papan nama, material batu dipasang hanya menempel ke tanah urukan, tanpa disemen. 

Bahkan, pekerja drainase sempat membongkar setelah pekerjaan yang diduga bermasalah itu dikomplain beberapa warga.

"Memakai tanah uruk dari dasar drainase sampai atas dan tidak disemen. Seolah-olah nantinya biar ketebalan sama dari bawah sampai atas 25 centimeter," ujar warga setempat, Jumat (22/10/2021). Ia menolak namanya disebutkan. 

Supri, pekerja drainase mengaku hanya disuruh mengerjakan drainase oleh pemborong.

Dia tidak tahu-menahu soal papan nama proyek dan sumber dana pembangunan. 

"Kalau adukan semen dan pasir perbandingannya 1:5. Kalau tanah uruk yang dimasukkan ke batu itu rencana mau dibongkar Mas," jelasnya. 

Sementara itu, anggota TNI AL bernama Agus mengaku hanya keamanan di proyek drainase tersebut.

"Kalau kata tukang itu mau di bongkar lagi anggarannya dari mana," kata Agus, warga Desa Pugungraharjo itu. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya