Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkab Lampura Luncurkan Aplikasi Peduli Lindungi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkab Lampura Luncurkan Aplikasi Peduli Lindungi

Lampung Utara
21 Oktober 2021 - 23:55 WIB
Daerah | RILISID
...
Sekkab Lampura Lekok saat meluncurkan Scan QR Code Aplikasi Peduli Lindungi di pemkab setempat, Kamis (21/10/2021). Foto Diskominfo Lampura.

RILISID, Lampung Utara — Bupati Lampung Utara (Lampura) diwakili Sekretaris Kabupaten Lekok meluncurkan Scan QR Code Aplikasi Peduli Lindungi untuk diterapkan di kantor Pemkab Lampura.

Launching yang berlangsung di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Utara, Kamis (21/10/2021) itu juga digelar pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang diperuntukkan bagi masyarakat yang belum mendapatkan dosis tahap kedua.

Dalam sambutannya, Lekok menjelaskan, Peduli Lindungi adalah aplikasi yang dikembangkan pemerintah melalui kerjasama Kementerian Kesehatan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) dan operator telekomunikasi. Aplikasi ini membantu instansi pemerintah dalam melakukan pelacakan digital untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Menurutnya, aplikasi ini membantu pemerintah menekan penyebaran virus Corona dengan pelacakanan digital. Karena itu Pemkab Lampura menyambut baik penggunaan dan perluasan fitur aplikasi Peduli Lindungi ini untuk meminimalisir potensi penularan Covid-19 melalui implementasi Digital Tracing, menggunakan pemindaian Quick Response (QR) Code yang penerapannya akan menyasar berbagai tempat yang berpotensi menjadi lokasi kerumunan, yang salah satunya di kantor-kantor pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, penggunaan aplikasi ini tentu sangat membantu pemerintah dan masyarakat dalam menekan risiko penyebaran virus. Pertama, melalui fitur scan QR di setiap pintu masuk lokasi, maka dapat mengatur kepadatan pengunjung sehingta protokol kesehatan akan dapat terjaga dan diimplementasikan dengan baik.

Kedua, aplikasi PeduliLindungi ini terintegrasi dengan data hasil tes pemeriksaan Covid-19 dan data vaksinasi nasional. Melalui peran serta masyarakat, terutama kerelaan untuk melaporkan secara mandiri lokasi dan riwayat perjalanannya selama pandemi, sangat membantu penguatan 3T (Test, Tracing, dan Treatment) yang dijalankan oleh pemerintah.

”Bapak Ibu sekalian bila ada yang habis bepergian dari Jakarta, saya pastikan tidak bisa masuk ke hotel, masuk mal, bahkan tidak bisa menyeberang ke pulau Sumatera apabia tidak ada aplikasi ini,” ujarnya.

Karena itu, tracking dan tracing melalui aplikasi teknologi dapat mempermudah masyarakat untuk melakukan pelaporan, bahkan saat sedang melakukan perjalanan merasa aman. Adapun data pribadi pengguna aplikasi Peduli Lindungi ini akan dijaga kerahasiaannya, dan hanya digunakan untuk kepentingan tracing.

Terlebih, kata Lekok, Aplikasi Peduli Lindungi ini terhubung dan terintegrasi dengan sistem dan basis data Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Melalui fitur pindai QR Code, aplikasi ini juga bisa melacak data masyarakat yang sudah tervaksinasi dan menampilkan hasil Testing (Tes PCR atau Swab Antigen).

Selain itu, aplikasi Peduli Lindungi memiliki beberapa fitur lain yang bermanfaat untuk masyarakat, seperti sertifikat vaksin, fitur E-Hac, Informasi Zona Risiko, Paspor Digital, dan fitur lain. Beragam fitur ini berperan penting dalam mendukung upaya pemerintah melaksanakan surveilans (pengamatan) kesehatan dan memfasilitasi tatanan kehidupan baru.

Keberadaan aplikasi PeduliLindungi ini menurutnya juga memiliki peranan sentral bagi masyarakat, tidak hanya sebagai alat pemantau vaksinasi, tetapi aplikasi ini juga memiliki informasi lengkap soal kondisi kesehatan tiap warga. Sebab itulah maka penerapan scan QR Code Aplikasi Peduli Lindungi di kantor-kantor pemerintah daerah ini juga merupakan bagian dari upaya untuk memfasilitasi tatanan kehidupan baru.

Meski penggunaan aplikasi ini berbasis pada smartphone, namun bagi masyarakat yang tidak memiliki fasilitas smartphone untuk tidak khawatir, karena QR Code atau barcode telah disertakan dalam tiap kartu vaksin yang dicetak untuk masyarakat, sehingga bagi yang tidak memiliki smartphone tetap bisa mengunjungi fasilitas publik dengan menunjukkan kartu vaksin.

”Semoga upaya kita ini, dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19 dapat berjalan secara optimal, sehingga Lampura segera terbebas dari belenggu Covid-19,” pungkasnya.(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkab Lampura Luncurkan Aplikasi Peduli Lindungi

...
[email protected]
Lampung Utara
21 Oktober 2021 - 23:55 WIB
Daerah | RILISID
...
Sekkab Lampura Lekok saat meluncurkan Scan QR Code Aplikasi Peduli Lindungi di pemkab setempat, Kamis (21/10/2021). Foto Diskominfo Lampura.

RILISID, Lampung Utara — Bupati Lampung Utara (Lampura) diwakili Sekretaris Kabupaten Lekok meluncurkan Scan QR Code Aplikasi Peduli Lindungi untuk diterapkan di kantor Pemkab Lampura.

Launching yang berlangsung di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Utara, Kamis (21/10/2021) itu juga digelar pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang diperuntukkan bagi masyarakat yang belum mendapatkan dosis tahap kedua.

Dalam sambutannya, Lekok menjelaskan, Peduli Lindungi adalah aplikasi yang dikembangkan pemerintah melalui kerjasama Kementerian Kesehatan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) dan operator telekomunikasi. Aplikasi ini membantu instansi pemerintah dalam melakukan pelacakan digital untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Menurutnya, aplikasi ini membantu pemerintah menekan penyebaran virus Corona dengan pelacakanan digital. Karena itu Pemkab Lampura menyambut baik penggunaan dan perluasan fitur aplikasi Peduli Lindungi ini untuk meminimalisir potensi penularan Covid-19 melalui implementasi Digital Tracing, menggunakan pemindaian Quick Response (QR) Code yang penerapannya akan menyasar berbagai tempat yang berpotensi menjadi lokasi kerumunan, yang salah satunya di kantor-kantor pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, penggunaan aplikasi ini tentu sangat membantu pemerintah dan masyarakat dalam menekan risiko penyebaran virus. Pertama, melalui fitur scan QR di setiap pintu masuk lokasi, maka dapat mengatur kepadatan pengunjung sehingta protokol kesehatan akan dapat terjaga dan diimplementasikan dengan baik.

Kedua, aplikasi PeduliLindungi ini terintegrasi dengan data hasil tes pemeriksaan Covid-19 dan data vaksinasi nasional. Melalui peran serta masyarakat, terutama kerelaan untuk melaporkan secara mandiri lokasi dan riwayat perjalanannya selama pandemi, sangat membantu penguatan 3T (Test, Tracing, dan Treatment) yang dijalankan oleh pemerintah.

”Bapak Ibu sekalian bila ada yang habis bepergian dari Jakarta, saya pastikan tidak bisa masuk ke hotel, masuk mal, bahkan tidak bisa menyeberang ke pulau Sumatera apabia tidak ada aplikasi ini,” ujarnya.

Karena itu, tracking dan tracing melalui aplikasi teknologi dapat mempermudah masyarakat untuk melakukan pelaporan, bahkan saat sedang melakukan perjalanan merasa aman. Adapun data pribadi pengguna aplikasi Peduli Lindungi ini akan dijaga kerahasiaannya, dan hanya digunakan untuk kepentingan tracing.

Terlebih, kata Lekok, Aplikasi Peduli Lindungi ini terhubung dan terintegrasi dengan sistem dan basis data Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Melalui fitur pindai QR Code, aplikasi ini juga bisa melacak data masyarakat yang sudah tervaksinasi dan menampilkan hasil Testing (Tes PCR atau Swab Antigen).

Selain itu, aplikasi Peduli Lindungi memiliki beberapa fitur lain yang bermanfaat untuk masyarakat, seperti sertifikat vaksin, fitur E-Hac, Informasi Zona Risiko, Paspor Digital, dan fitur lain. Beragam fitur ini berperan penting dalam mendukung upaya pemerintah melaksanakan surveilans (pengamatan) kesehatan dan memfasilitasi tatanan kehidupan baru.

Keberadaan aplikasi PeduliLindungi ini menurutnya juga memiliki peranan sentral bagi masyarakat, tidak hanya sebagai alat pemantau vaksinasi, tetapi aplikasi ini juga memiliki informasi lengkap soal kondisi kesehatan tiap warga. Sebab itulah maka penerapan scan QR Code Aplikasi Peduli Lindungi di kantor-kantor pemerintah daerah ini juga merupakan bagian dari upaya untuk memfasilitasi tatanan kehidupan baru.

Meski penggunaan aplikasi ini berbasis pada smartphone, namun bagi masyarakat yang tidak memiliki fasilitas smartphone untuk tidak khawatir, karena QR Code atau barcode telah disertakan dalam tiap kartu vaksin yang dicetak untuk masyarakat, sehingga bagi yang tidak memiliki smartphone tetap bisa mengunjungi fasilitas publik dengan menunjukkan kartu vaksin.

”Semoga upaya kita ini, dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19 dapat berjalan secara optimal, sehingga Lampura segera terbebas dari belenggu Covid-19,” pungkasnya.(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya