Tim Satgas Sekampungudik Datangi Akad Nikah, Minta Tarup Dibongkar Setelah Acara
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tim Satgas Sekampungudik Datangi Akad Nikah, Minta Tarup Dibongkar Setelah Acara

...
Nurman Agung
Lampung Timur
23 Juli 2021 - 12:28 WIB
Daerah | RILISID
...
Satgas Covid-19 Kecamatan Sekampungudik mendatangi acara akad nikah di Desa Purwokencono, Jumat (23/7/2021). FOTO: Nurman Agung

RILISID, Lampung Timur — Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Sekampungudik, Lampung Timur (Lamtim) mendatangi┬ásebuah acara akad pernikahan di Desa Purwokencono, sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (23/7/2021).

Camat Sekampungudik Sadaruddin kemudian menyampaikan instruksi Bupati Lamtim tentang larangan hajatan sejak 12 Juli lalu. Namun kegiatan akad nikah sesuai peraturan Kementerian Agama (Kemenag) itu memang diperbolehkan.

"Masalahnya Lamtim saat ini masuk zona merah dan bahkan peringkat tertinggi di Lampung. Jadi untuk sementara kegiatan hajatan dan ramai-ramai ditiadakan. Itu yang perlu dipahami bersama," tegas Safaruddin.

Menurutnya, kesehatan masyarakat di atas segala-segalanya. Karena jika instruksi bupati ini tidak dilaksanakan, dikhawatirkan semakin banyak masyarakat yang terpapar covid-19. Kalau aturan itu tidak disepakati bersama, berarti dianggap melanggar.

"Jadi kita berharap ini perlu disadari bersama," jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Lamtim itu kembali menegaskan agar setelah akad nikah tidak ada kegiatan lain.

"Satgas cuma mengingatkan, memberitahu dan menyampaikan instruksi itu kepada sohibul hajat," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sekampungudik Iptu Eko Budiarto menyampaikan akan tegas dalam melaksanakan instruksi bupati ini. Acara resepsi tidak ada.

Kemudian sarana dan prasarana sehabis akad nikah diminta dibersihkan. Satgas pun menunggu pembongkarannya.

Sebab diketahui setiap hari warga di Sekampungudik meninggal karena positif terpapar covid-19.

"Kalau memang tidak dibongkar, kami yang akan membongkarnya," tukasnya.

Johan, selaku perwakilan keluarga yang menikah memohon maaf sebelumnya. Setelah akad nikah, ia berjanji sarana dan prasarana dibereskan seperti tarup, meja dan kursi.

"Saya meminta juga tidak tebang pilih. Jadi acara hajatan khususnya di Kecamatan Sekampungudik tidak tebang pilih sesuai instruksi bupati itu," kata dia. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

Tim Satgas Sekampungudik Datangi Akad Nikah, Minta Tarup Dibongkar Setelah Acara

...
Nurman Agung
Lampung Timur
23 Juli 2021 - 12:28 WIB
Daerah | RILISID
...
Satgas Covid-19 Kecamatan Sekampungudik mendatangi acara akad nikah di Desa Purwokencono, Jumat (23/7/2021). FOTO: Nurman Agung

RILISID, Lampung Timur — Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Sekampungudik, Lampung Timur (Lamtim) mendatangi┬ásebuah acara akad pernikahan di Desa Purwokencono, sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (23/7/2021).

Camat Sekampungudik Sadaruddin kemudian menyampaikan instruksi Bupati Lamtim tentang larangan hajatan sejak 12 Juli lalu. Namun kegiatan akad nikah sesuai peraturan Kementerian Agama (Kemenag) itu memang diperbolehkan.

"Masalahnya Lamtim saat ini masuk zona merah dan bahkan peringkat tertinggi di Lampung. Jadi untuk sementara kegiatan hajatan dan ramai-ramai ditiadakan. Itu yang perlu dipahami bersama," tegas Safaruddin.

Menurutnya, kesehatan masyarakat di atas segala-segalanya. Karena jika instruksi bupati ini tidak dilaksanakan, dikhawatirkan semakin banyak masyarakat yang terpapar covid-19. Kalau aturan itu tidak disepakati bersama, berarti dianggap melanggar.

"Jadi kita berharap ini perlu disadari bersama," jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Lamtim itu kembali menegaskan agar setelah akad nikah tidak ada kegiatan lain.

"Satgas cuma mengingatkan, memberitahu dan menyampaikan instruksi itu kepada sohibul hajat," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sekampungudik Iptu Eko Budiarto menyampaikan akan tegas dalam melaksanakan instruksi bupati ini. Acara resepsi tidak ada.

Kemudian sarana dan prasarana sehabis akad nikah diminta dibersihkan. Satgas pun menunggu pembongkarannya.

Sebab diketahui setiap hari warga di Sekampungudik meninggal karena positif terpapar covid-19.

"Kalau memang tidak dibongkar, kami yang akan membongkarnya," tukasnya.

Johan, selaku perwakilan keluarga yang menikah memohon maaf sebelumnya. Setelah akad nikah, ia berjanji sarana dan prasarana dibereskan seperti tarup, meja dan kursi.

"Saya meminta juga tidak tebang pilih. Jadi acara hajatan khususnya di Kecamatan Sekampungudik tidak tebang pilih sesuai instruksi bupati itu," kata dia. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya