Waykanan Zona Merah, Kadiskes: Salah Satu Penyebabnya Penyebaran Lewat Komunitas
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Waykanan Zona Merah, Kadiskes: Salah Satu Penyebabnya Penyebaran Lewat Komunitas

...
Yulianto
Waykanan
11 Agustus 2021 - 19:26 WIB
Daerah | RILISID
...
Tangkapan layar data Covid 19 di Kabupaten Waykanan, Rabu (11/9/2021). FOTO: Yulianto

RILISID, Waykanan — Kabupaten Waykanan kini masuk salah satu daerah berstatus zona merah penanganan covid-19. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Waykanan yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Waykanan Anang Risgiyanto, menyatakan kenaikan kasus covid-19 terjadi sejak Juni-Juli 2021 lalu.

"Banyak hal yang mempengaruhinya. Misalnya penyebaran (covid-19) melalui komunitas yang satu tingkat lebih tinggi daripada klaster. Cakupan penyebarannya lebih luas, karena tidak jelas siapa yang menularkan dan siapapun memiliki resiko tertular dalam suatu wilayah," ungkapnya pada Rabu (11/9/2021).

Pengaruh varian covid-19 baru juga menjadi penyebab penyebaran, seperti varian Delta yang penyebarannya di Lampung mendominasi, bahkan di Indonesia.

Masih minimnya vaksinasi di daerah, menurut Anang, juga menjadi salah satu penyebab penyebaran virus semakin mudah.

"Vaksinasi belum merata dan di daerah juga rendah karena persediaan vaksin yang sangat terbatas," jelasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Waykanan Raden Adipati Surya menyatakan akan lebih memketat penerapan protokol kesehatan, dengan menerapkan PPKM secara benar.

"Kita terus meningkatkan pengendalian covid-19 dengan vaksinasi dan 3M+3T, juga optimalisasi satgas di setiap kampung atau kelurahan," ungkapnya. 

Adipati juga menyatakan sudah mengambil langkah-langkah lain seperti meningkatkan kapasitas tempat tidur rumah sakit, menambah jam layanan, kesiapan obat, ketersediaan oksigen, dan alat kesehatan di rumah sakit.

"Juga kita tambah jumlah tenaga kesehatan (nakes) penanganan covid-19 dan vaksinator," klaimnya.

Hingga Rabu 11 Agustus 2021, di Waykanan terjadi penambahan sebanyak 21 kasus bergelaja dan 4 kasus tidak bergejala, sehingga total kasus baru sebanyak 25 orang, dengan kematian hari ini sebanyak 1 kasus. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

Waykanan Zona Merah, Kadiskes: Salah Satu Penyebabnya Penyebaran Lewat Komunitas

...
Yulianto
Waykanan
11 Agustus 2021 - 19:26 WIB
Daerah | RILISID
...
Tangkapan layar data Covid 19 di Kabupaten Waykanan, Rabu (11/9/2021). FOTO: Yulianto

RILISID, Waykanan — Kabupaten Waykanan kini masuk salah satu daerah berstatus zona merah penanganan covid-19. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Waykanan yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Waykanan Anang Risgiyanto, menyatakan kenaikan kasus covid-19 terjadi sejak Juni-Juli 2021 lalu.

"Banyak hal yang mempengaruhinya. Misalnya penyebaran (covid-19) melalui komunitas yang satu tingkat lebih tinggi daripada klaster. Cakupan penyebarannya lebih luas, karena tidak jelas siapa yang menularkan dan siapapun memiliki resiko tertular dalam suatu wilayah," ungkapnya pada Rabu (11/9/2021).

Pengaruh varian covid-19 baru juga menjadi penyebab penyebaran, seperti varian Delta yang penyebarannya di Lampung mendominasi, bahkan di Indonesia.

Masih minimnya vaksinasi di daerah, menurut Anang, juga menjadi salah satu penyebab penyebaran virus semakin mudah.

"Vaksinasi belum merata dan di daerah juga rendah karena persediaan vaksin yang sangat terbatas," jelasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Waykanan Raden Adipati Surya menyatakan akan lebih memketat penerapan protokol kesehatan, dengan menerapkan PPKM secara benar.

"Kita terus meningkatkan pengendalian covid-19 dengan vaksinasi dan 3M+3T, juga optimalisasi satgas di setiap kampung atau kelurahan," ungkapnya. 

Adipati juga menyatakan sudah mengambil langkah-langkah lain seperti meningkatkan kapasitas tempat tidur rumah sakit, menambah jam layanan, kesiapan obat, ketersediaan oksigen, dan alat kesehatan di rumah sakit.

"Juga kita tambah jumlah tenaga kesehatan (nakes) penanganan covid-19 dan vaksinator," klaimnya.

Hingga Rabu 11 Agustus 2021, di Waykanan terjadi penambahan sebanyak 21 kasus bergelaja dan 4 kasus tidak bergejala, sehingga total kasus baru sebanyak 25 orang, dengan kematian hari ini sebanyak 1 kasus. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya