Pemkab Tubaba Akan Fasilitasi Keluarga Korban Pesawat Sriwijaya Air ke Posko Crisis Center
Segan Simanjuntak
Minggu | 10/01/2021 11.05 WIB
Pemkab Tubaba Akan Fasilitasi Keluarga Korban Pesawat Sriwijaya Air ke Posko Crisis Center
Bupati Tubaba Umar Ahmad. FOTO: DOK RILISLAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung – Tiga warga Tulangbawang Barat (Tubaba) menjadi korban dalam peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB.

Mereka adalah Sugiono Effendy, Yohanes, dan Pipit Piyono. Ketiga warga Desa atau Tiyuh Toto Makmur 2, Kecamatan Batuputih itu terbang ke Pontianak melalui Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan.

Pihak keluarga pun sudah mendengar informasi tersebut. Baca: Warga Tubaba Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, Bupati Umar: Kami juga Berduka

Bahkan Pemerintah Kabupaten Tubaba berencana akan memfasilitasi keluarga korban ke posko crisis center di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

“Kita akan upayakan melalui Dinas Perhubungan,” kata Bupati Tubaba Umar Ahmad melalui pesan WhatsApp miliknya, Minggu (10/1/2021).

Umar juga menyatakan bahwa data ketiga penumpang asal Tubaba telah dilaporkan kepada Dinas Perhubungan Lampung.

Baca: Ada 3 Penumpang asal Lampung dalam Manifest Sriwijaya Air yang Jatuh di Kepulauan Seribu

Pihaknya pun menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban pesawat Sriwijaya Air dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak.

"Atas nama pemerintah (Pemkab Tubaba), kami juga berduka. Kepada keluarga untuk tabah menerima kenyataan ini," ujarnya.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air Boeing 735-500 classic series dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1/2021) pada pukul 14.36 WIB.

Berdasarkan data dari pihak Sriwijaya Air, pesawat naas tersebut mengangkut 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, dan enam awak kabin. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID