Penerima BST di Mesuji Punya Mobil, Kebun, dan Rumah Bagus
Juan Situmeang
Jumat | 15/05/2020 20.45 WIB
Penerima BST di Mesuji Punya Mobil, Kebun, dan Rumah Bagus
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Mesuji – Berbagai persoalan masih mendera Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mesuji. 

Selain alat pelindung diri (APD) yang saat ini sedang diusut polisi, penerima bansos pusat juga carut-marut dan diduga tidak tepat sasaran.

Parahnya, Gugus tugas tidak mempunyai nomor pengaduan (crisis center) terkait persoalan tersebut.

”Ini bantuan sosial tunai (BST) dari pusat (kemensos) kok tumpang tindih ya. Terus kami harus bagaimana? Kalau lapor, ke mana. Tadi Pak Kades juga bingung,” ujar Pomo, warga Desa Jayasakti Kecamatan Simpangpematang, Jumat (15/5/2020).

Dari penerima BST di Desa Jayasakti sebanyak 88 kepala keluarga (KK), sepuluh di antaranya sudah menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Desa (DD).

Nah, ini bagaimana lapornya untuk merubah. Kalau ke Pemkab Mesuji, ke mana,” ujar dia. 

Aparatur desa juga sudah bertanya ke kecamatan. Namun pihak kecamatan meminta data diubah sendiri dengan surat pernyataan. 

Masih ada persoalan lain, yakni penerima bansos tunai pusat di desanya punya mobil pribadi bagus.

Kemudian ada yang rumahnya terbilang mewah dan memiliki kebun cukup luas.

”Dari kriteria penerima dana, jelas satu pun tidak masuk,” terangnya.

Untungnya, kata dia, setelah tiga orang penerima bansos ditemui aparat desa, mereka mengerti mau mengalihkan ke warga lain.

”Jadi mereka tetap ambil duitnya di kantor pos, lalu diserahkan ke desa. Nanti pihak desa yang memberikan ke warga yang layak,” ungkapnya.

Carut-marutnya penerima bansos sudah diprediksi sejak awal. Karena nama-nama penerima bantuan tidak dipublikasikan. 

Juga tidak ada kanal resmi gugus tugas yang mengumumkan semua nama penerima bantuan. Baik yang BLT, PKH, BPNT, juga dalam bentuk KIP dan Prakerja.

Dua anggota DPRD Mesuji juga sudah menyoroti pendataan penerima bansos tersebut. Misalnya, Parsuki, anggota DPRD asal Golkar dalam akun medsosnya.

Demikian juga Mat Nur, anggota DPRD Mesuji dari PAN. Ia mengatakan bukan data dari desa yang salah. Karena data yang dikirim desa justru tidak ke luar di data penerima bansos dari Kemensos.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Mesuji, Gunarso, tidak mau disalahkan. Sebab, alurnya dari desa, dinas, baru ke pusat.

Persoalannya, kata dia, data yang dikirim tidak semua langsung diterima pusat. Kadang hanya sebagian. Lainnya menunggu.

Mengenai nama yang tidak diusulkan desa namun muncul, ia berdalih nantinya tetap bisa terlacak.

Soal keluhan warga dan tidak adanya nomor yang bisa dihubungi, Gunarso membantah. Ia mengatakan memiliki nomor Pusat Data Kesejateraan Sosial Kabupaten Mesuji: 085273315943.

Saat wartawan media ini mencoba menghubungi nomor tersebut, terdengar nada masuk namun tidak diangkat. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID