Pengelola Branti Pertanyakan Hibah Lahan untuk Strip Landasan Pacu 

Kamis | 05/09/2019 20.06 WIB
Pengelola Branti Pertanyakan Hibah Lahan untuk Strip Landasan Pacu 
Rapat persiapan penerbangan jamaah umrah melalui Bandara Radin Inten II di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (5/9/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Radin Inten II mempertanyakan keseriusan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terkait hibah lahan strip landasan pacu (runway strip).

Pasalnya, strip landasan pacu merupakan salah satu syarat untuk mendukung kelancaran penerbangan jamaah umrah pada tahun ini.

“Sampai saat ini, Pemprov Lampung belum memberikan jawaban masalah hibah lahan untuk kekurangan runway strip di Bandara Radin Inten II (Branti),” kata Kasi Teknik dan Operasi UPBU Radin Inten II Futri Stella Arisafitri saat rapat koordinasi persiapan jamaah umrah di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kamis (5/9/2019).

Futri mengaku bahwa pihaknya sudah beberapa kali mengajukan surat soal keseriusan pemerintah provinsi terkait hibah lahan tersebut.

“Apakah benar mau membantu, namun Pemprov Lampung tidak memberikan jawaban. Padahal kekurangan runway strip merupakan persyaratan pengoperasian bandara internasional dalam keselamatan penerbangan,” ungkapnya.

Menurutnya, keberangkatan jamaah umrah langsung ke Arab Saudi sudah termasuk penerbangan internasional.

“Jadi kami butuh keseriusan Pemprov Lampung. Sudah beberapa kali dirapatkan, tapi belum ada tindak lanjut," tegasnya.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Lampung Taufik Hidayat belum bisa menjawab lebih jauh terkait hal tersebut.

“Pada intinya masih dalam persiapan sambil berjalan. Harapan kita jamaah umrah tahun ini bisa berangkat dari Bandara Radin Inten II ke Jeddah, Arab Saudi. Itu masih harapan, masih banyak sarana dan prasarana yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Sementara Sales and Service Manager PT Garuda Indonesia Cabang Tanjungkarang Tosan Anda Andhika menyatakan siap mengoperasikan pesawat Garuda A330 atau A300 ke Jeddah, Arab Saudi.

“Artinya PT Garuda Indonesia siap dalam keberangkatan jamaah umrah tahun ini. Namun kalau terkait internasional saat ini cukup berat, karena kalau pakai maskapai penerbangan cukup mahal otomatis full servis airlines. Apalagi lagi masih kurang penumpang dari penerbangan Singapore dan Malaysia,” tuturnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID