Kunjungan Jokowi ke Lampung: AML Menolak, KNPI Mendukung
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kunjungan Jokowi ke Lampung: AML Menolak, KNPI Mendukung

Bandarlampung
31 Agustus 2021 - 22:29 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Ilustrasi: knpi.id

RILISID, Bandarlampung — Jika Aliansi Mahasiswa Lampung (AML) menolak kunjungan Presiden Joko Widodo ke Lampung, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersikap sebaliknya.

Ketua DPD KNP Kota Bandarlampung, Iqbal Ardiansyah, justru menyambut baik rencana kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Provinsi Lampung pada 2 September 2021.

Ia menilai kunjungan akan memberikan nilai positif bagi pembangunan di Provinsi Lampung. Sebab, kehadiran langsung kepala negara ke suatu daerah, dapat memotivasi masyarakat dan mengevaluasi kekurangan dalam pembangunan ataupun penanganan pandemi Covid-19 di daerah yang dikunjunginya.

“Yang tadinya kesulitan vaksin, dengan kunjungan presiden ke sini ke depannya bisa menjadi lebih lancar,” ujar Bung Iqbal, sapaan akrabnya, Selasa (2/9/2021). 

Ketua KNPI yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Pengurus Esports Lampung itu juga mengapresiasi peresmian Bendungan Way Sekampung, Pringsewu yang dapat memajukan sektor pertanian di provinsi ini. 

“Pembangunan itu (Bendungan Way Sekampung) secara otomatis berdampak positif bagi Lampung sendiri seperti menjadi tempat pariwisata dan mendukung aliran irigasi memajukan sektor pertanian,” tegasnya.

Menurut Iqbal, keberadaan bendungan ini selaras dengan program Lampung Berjaya untuk memajukan petani di Lampung. Tentunya tidak cukup hanya itu, pusat harus membangun saluran irigasi hingga sampai ke persawahan rakyat. 

"Postur APBD tentu terbatas. Solusinya, pemerintah pusat dapat mengalokasikan pembangunan lanjutan agar petani di Lampung dapat lebih produktif dan menyokong pasokan pangan nasional. Demikian juga dengan infrastruktur penopang ekonomi lainnya," jelasnya.

Terkait adanya sejumlah elemen masyarakat yang menolak kedatangan presiden, menurut Iqbal mengkritisi pemerintah tidak harus menggunakan cara seperti itu. 

"Demokrasi mengatur hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Tetapi alangkah baiknya dengan menggunakan cara santun. Apalagi di masa pandemi ini, kerumunan rentan menjadi sarana penyebaran Covid-19," ujar dia.

Justru, lanjutnya, mahasiswa harus memanfaatkan momentum tersebut untuk membuat kajian dan bahan masukan secara konstruktif kepada pemerintah daerah agar disampaikan secara langsung kepada kepala negara.

AML sebelumnya menolak kunjungan Jokowi ke Lampung. Mereka khawatir kehadiran presiden menimbulkan kerumunan dan malah menyebabkan klaster baru Covid-19. (*) 

Editor : Gueade

TAG:

Berita Lainnya

Kunjungan Jokowi ke Lampung: AML Menolak, KNPI Mendukung

...
[email protected]
Bandarlampung
31 Agustus 2021 - 22:29 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Ilustrasi: knpi.id

RILISID, Bandarlampung — Jika Aliansi Mahasiswa Lampung (AML) menolak kunjungan Presiden Joko Widodo ke Lampung, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersikap sebaliknya.

Ketua DPD KNP Kota Bandarlampung, Iqbal Ardiansyah, justru menyambut baik rencana kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Provinsi Lampung pada 2 September 2021.

Ia menilai kunjungan akan memberikan nilai positif bagi pembangunan di Provinsi Lampung. Sebab, kehadiran langsung kepala negara ke suatu daerah, dapat memotivasi masyarakat dan mengevaluasi kekurangan dalam pembangunan ataupun penanganan pandemi Covid-19 di daerah yang dikunjunginya.

“Yang tadinya kesulitan vaksin, dengan kunjungan presiden ke sini ke depannya bisa menjadi lebih lancar,” ujar Bung Iqbal, sapaan akrabnya, Selasa (2/9/2021). 

Ketua KNPI yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Pengurus Esports Lampung itu juga mengapresiasi peresmian Bendungan Way Sekampung, Pringsewu yang dapat memajukan sektor pertanian di provinsi ini. 

“Pembangunan itu (Bendungan Way Sekampung) secara otomatis berdampak positif bagi Lampung sendiri seperti menjadi tempat pariwisata dan mendukung aliran irigasi memajukan sektor pertanian,” tegasnya.

Menurut Iqbal, keberadaan bendungan ini selaras dengan program Lampung Berjaya untuk memajukan petani di Lampung. Tentunya tidak cukup hanya itu, pusat harus membangun saluran irigasi hingga sampai ke persawahan rakyat. 

"Postur APBD tentu terbatas. Solusinya, pemerintah pusat dapat mengalokasikan pembangunan lanjutan agar petani di Lampung dapat lebih produktif dan menyokong pasokan pangan nasional. Demikian juga dengan infrastruktur penopang ekonomi lainnya," jelasnya.

Terkait adanya sejumlah elemen masyarakat yang menolak kedatangan presiden, menurut Iqbal mengkritisi pemerintah tidak harus menggunakan cara seperti itu. 

"Demokrasi mengatur hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Tetapi alangkah baiknya dengan menggunakan cara santun. Apalagi di masa pandemi ini, kerumunan rentan menjadi sarana penyebaran Covid-19," ujar dia.

Justru, lanjutnya, mahasiswa harus memanfaatkan momentum tersebut untuk membuat kajian dan bahan masukan secara konstruktif kepada pemerintah daerah agar disampaikan secara langsung kepada kepala negara.

AML sebelumnya menolak kunjungan Jokowi ke Lampung. Mereka khawatir kehadiran presiden menimbulkan kerumunan dan malah menyebabkan klaster baru Covid-19. (*) 

Editor : Gueade

TAG:

Berita Lainnya