Merasa Dipungli, Puluhan Pekerja Seni Lampung Gelar Aksi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Merasa Dipungli, Puluhan Pekerja Seni Lampung Gelar Aksi

...
Sulaiman
Bandarlampung
1 Desember 2021 - 12:42 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Aksi seniman Lampung di depan kantor Disdikbud Lampung, Rabu (1/12/2021). Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Puluhan pekerja seni yang tergabung dalam Forum Peduli Pemajuan Kebudayaan Lampung (FPPKL) menggelar aksi di depan gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Rabu (1/12/2021).

Dalam aksi ini, FPPKL membawa empat tuntutan kepada pihak Disdikbud Lampung.

Dalam orasinya, koordinator aksi Alexander GB mengatakan, pihaknya melihat banyak ketidakjelasan pengelolaan program dan anggaran kebudayaan di Lampung.

Menurutnya, pihak Taman Budaya Lampung (TBL) telah melakukan komersialisasi atau pungutan liar (pungli) kepada pekerja seni dalam hal penggunaan fasilitas gedung pertunjukan.

"Maka kami datang untuk memperjuangkan agar pengelolaan anggaran dan program budaya lebih jelas, transparan, dan berpihak pada kemaslahatan pekerja seni," ujarnya.

Berikut tuntutan yang FPPKL:

1. Penghapusan retribusi sewa fasilitas gedung pertunjukkan di TBL bagi seluruh pekerja seni di Lampung.

2. Transparansi seluruh anggaran seni-budaya di TBL dan Disdikbud.

3. Setiap tahunnya TBL dan Disdikbud harus mengadakan program hibah, fasilitasi, kompetitif untuk lembaga, komunitas, dan seniman yang aktif di Lampung.

4. Pemerintah Daerah harus mengupayakan alokasi dana CSR bagi kegiatan seni-budaya yang dilakukan komunitas seni dan seniman di Lampung. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Merasa Dipungli, Puluhan Pekerja Seni Lampung Gelar Aksi

...
Sulaiman
Bandarlampung
1 Desember 2021 - 12:42 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Aksi seniman Lampung di depan kantor Disdikbud Lampung, Rabu (1/12/2021). Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Puluhan pekerja seni yang tergabung dalam Forum Peduli Pemajuan Kebudayaan Lampung (FPPKL) menggelar aksi di depan gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Rabu (1/12/2021).

Dalam aksi ini, FPPKL membawa empat tuntutan kepada pihak Disdikbud Lampung.

Dalam orasinya, koordinator aksi Alexander GB mengatakan, pihaknya melihat banyak ketidakjelasan pengelolaan program dan anggaran kebudayaan di Lampung.

Menurutnya, pihak Taman Budaya Lampung (TBL) telah melakukan komersialisasi atau pungutan liar (pungli) kepada pekerja seni dalam hal penggunaan fasilitas gedung pertunjukan.

"Maka kami datang untuk memperjuangkan agar pengelolaan anggaran dan program budaya lebih jelas, transparan, dan berpihak pada kemaslahatan pekerja seni," ujarnya.

Berikut tuntutan yang FPPKL:

1. Penghapusan retribusi sewa fasilitas gedung pertunjukkan di TBL bagi seluruh pekerja seni di Lampung.

2. Transparansi seluruh anggaran seni-budaya di TBL dan Disdikbud.

3. Setiap tahunnya TBL dan Disdikbud harus mengadakan program hibah, fasilitasi, kompetitif untuk lembaga, komunitas, dan seniman yang aktif di Lampung.

4. Pemerintah Daerah harus mengupayakan alokasi dana CSR bagi kegiatan seni-budaya yang dilakukan komunitas seni dan seniman di Lampung. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya