Modus Pepet Korban Rampas Hp, Dua Penjahat Bersenjata Tajam Dibekuk
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Modus Pepet Korban Rampas Hp, Dua Penjahat Bersenjata Tajam Dibekuk

...
Pandu Satria
Bandarlampung
16 November 2021 - 17:06 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Dua tersangka curas yang ditangkap polisi. Foto: Pandu

RILISID, Bandarlampung — Jajaran Satreskrim Polresta Bandarlampung mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi beberapa waktu lalu.

Tim Opsnal Resmob Polresta bersama Satreskrim Polsek Kedaton mengamankan dua orang tersangka, Doli Harahap (21), warga Cilengsi, Bogor dan Heriadi (30), warga Sepang Jaya, Labuhanratu, Bandarlampung.

Kasatreskrim Polresta Kompol Devi Sujana mengatakan kedua tersangka diamankan pada Minggu (14/11/2021) di kamar kontrakan di wilayah Rajabasa.

"Pengungkapan berawal dari laporan salah satu korban handphone (Hp)-nya dicuri di wilayah Kedaton," kata Devi, Selasa (16/11/2021).

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 4 hp, parang, dan celurit yang digunakan keduanya saat beraksi.

"Mereka ini mepet korban dan mengambil barang yang mudah, seperti handphone dan dompet," jelas Devi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka sudah beraksi di 5 TKP (Tempat Kejadian Perkara) berbeda.

Empat TKP di wilayah hukum Polsek Kedaton, sementara 1 TKP di wilayah Sukarame.

"Saat ini masih kami lakukan pengembangan mengenai kemungkinan ada TKP lain," lanjut Devi.

Polisi juga masih memburu satu lagi rekan tersangka yang saat ini sudah masuk Dalam Pencarian Orang alias DPO.

Mereka dijerat Pasal 365 KUHP tentang curas dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Doli mengakui perbuatannya. Menurut dia, pencurian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Selebihnya, lanjut Doli, digunakan untuk membeli minuman keras (miras).

Sedangkan Heriadi mengakui senjata tajam (sajam) tersebut miliknya. Sajam untuk melukai korban jika melakukan perlawanan.

Residivis kasus yang sama ini menyatakan melakukan kejahatan karena tidak punya pekerjaan.

"Kita cuma ngambil handphone, setelah dapat langsung kabur. Setelah itu nggak ada lagi yang kami ambil," pungkasnya. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Modus Pepet Korban Rampas Hp, Dua Penjahat Bersenjata Tajam Dibekuk

...
Pandu Satria
Bandarlampung
16 November 2021 - 17:06 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Dua tersangka curas yang ditangkap polisi. Foto: Pandu

RILISID, Bandarlampung — Jajaran Satreskrim Polresta Bandarlampung mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi beberapa waktu lalu.

Tim Opsnal Resmob Polresta bersama Satreskrim Polsek Kedaton mengamankan dua orang tersangka, Doli Harahap (21), warga Cilengsi, Bogor dan Heriadi (30), warga Sepang Jaya, Labuhanratu, Bandarlampung.

Kasatreskrim Polresta Kompol Devi Sujana mengatakan kedua tersangka diamankan pada Minggu (14/11/2021) di kamar kontrakan di wilayah Rajabasa.

"Pengungkapan berawal dari laporan salah satu korban handphone (Hp)-nya dicuri di wilayah Kedaton," kata Devi, Selasa (16/11/2021).

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 4 hp, parang, dan celurit yang digunakan keduanya saat beraksi.

"Mereka ini mepet korban dan mengambil barang yang mudah, seperti handphone dan dompet," jelas Devi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka sudah beraksi di 5 TKP (Tempat Kejadian Perkara) berbeda.

Empat TKP di wilayah hukum Polsek Kedaton, sementara 1 TKP di wilayah Sukarame.

"Saat ini masih kami lakukan pengembangan mengenai kemungkinan ada TKP lain," lanjut Devi.

Polisi juga masih memburu satu lagi rekan tersangka yang saat ini sudah masuk Dalam Pencarian Orang alias DPO.

Mereka dijerat Pasal 365 KUHP tentang curas dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Doli mengakui perbuatannya. Menurut dia, pencurian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Selebihnya, lanjut Doli, digunakan untuk membeli minuman keras (miras).

Sedangkan Heriadi mengakui senjata tajam (sajam) tersebut miliknya. Sajam untuk melukai korban jika melakukan perlawanan.

Residivis kasus yang sama ini menyatakan melakukan kejahatan karena tidak punya pekerjaan.

"Kita cuma ngambil handphone, setelah dapat langsung kabur. Setelah itu nggak ada lagi yang kami ambil," pungkasnya. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya