Sembilan Warga Lamtim Tersambar Petir, Dua Tewas di Tempat
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sembilan Warga Lamtim Tersambar Petir, Dua Tewas di Tempat

...
Nurman Agung
Lampung Timur
23 Oktober 2021 - 19:00 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Gubuk dan pohon yang tersambar petir. Foto: Istimewa

RILISID, Lampung Timur — Sembilan orang warga tersambar petir saat berteduh di sebuah gubuk di Dusun 5 Kuningan Desa Brajaasri Kecamatan Wayjepara, Lampung Timur, Sabtu (23/10/2021).

Dua korban meninggal yakni Suhadi dan Maksum. Sementara tujuh korban lainnya selamat. Mereka adalah Julianto, Sumardi, Slamet, Agus, Poniman, Warsono, dan Ahmadi.

Awalnya, para buruh tersebut mencabut singkong sejak pagi. Tak lama gerimis turun disertai petir.

Kesembilan orang ini kemudian mencari tempat berteduh di gubuk. Tetapi tiba-tiba sekira pukul 11.00 WIB petir datang menyambar mereka. 

Dua korban langsung tergeletak dalam keadaan tak bernyawa. Mereka menderita luka bakar di bagian kepala dan dada.

"Enam korban selamat dilarikan ke Rumah Sakit Permata Hati. Satu lainnya dibawa ke RSUD Sukadana," ujar Basuki, warga, setempat. 

Julianto, buruh yang selamat menceritakan begitu tersambar petir ia merasakan tubuh bagian bawah lumpuh. Namun dirinya masih bisa berbicara dan meminta tolong.

Kepala Desa Braja Asri Darusman mengaku berduka atas musibah tersebut.

Rencananya, Maksum akan dikebumikan di tempat kelahirannya di Desa Srigading Kecamatan Labuhanmaringgai.

"Karena ini musibah yang pertama kali, saya ingin mengajak masyarakat RT dan Karang Taruna untuk menggalang dana guna diberikan ke keluarga korban," imbaunya. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Sembilan Warga Lamtim Tersambar Petir, Dua Tewas di Tempat

...
Nurman Agung
Lampung Timur
23 Oktober 2021 - 19:00 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Gubuk dan pohon yang tersambar petir. Foto: Istimewa

RILISID, Lampung Timur — Sembilan orang warga tersambar petir saat berteduh di sebuah gubuk di Dusun 5 Kuningan Desa Brajaasri Kecamatan Wayjepara, Lampung Timur, Sabtu (23/10/2021).

Dua korban meninggal yakni Suhadi dan Maksum. Sementara tujuh korban lainnya selamat. Mereka adalah Julianto, Sumardi, Slamet, Agus, Poniman, Warsono, dan Ahmadi.

Awalnya, para buruh tersebut mencabut singkong sejak pagi. Tak lama gerimis turun disertai petir.

Kesembilan orang ini kemudian mencari tempat berteduh di gubuk. Tetapi tiba-tiba sekira pukul 11.00 WIB petir datang menyambar mereka. 

Dua korban langsung tergeletak dalam keadaan tak bernyawa. Mereka menderita luka bakar di bagian kepala dan dada.

"Enam korban selamat dilarikan ke Rumah Sakit Permata Hati. Satu lainnya dibawa ke RSUD Sukadana," ujar Basuki, warga, setempat. 

Julianto, buruh yang selamat menceritakan begitu tersambar petir ia merasakan tubuh bagian bawah lumpuh. Namun dirinya masih bisa berbicara dan meminta tolong.

Kepala Desa Braja Asri Darusman mengaku berduka atas musibah tersebut.

Rencananya, Maksum akan dikebumikan di tempat kelahirannya di Desa Srigading Kecamatan Labuhanmaringgai.

"Karena ini musibah yang pertama kali, saya ingin mengajak masyarakat RT dan Karang Taruna untuk menggalang dana guna diberikan ke keluarga korban," imbaunya. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya