Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Kabel PLN
lampung@rilis.id
Jumat | 27/11/2020 20.17 WIB
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Kabel PLN
Komplotan pencuri kabel milik PT PLN saat di Polsek Penawartama./FOTO ISTIMEWA

RILIS.ID, TULANGBAWANG – Komplotan pencuri kabel listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di wilayah Kabupaten Tulangbawang digulung polisi.

Komplotan ini masing-masing adalah PR als GA (37), SU (25), dan JS (40). Ketiganya ditangkap pada Kamis (26/11/2020), di kediamannya masing-masing yakni di Kampung Sidomakmur, Penawartama, Tulangbawang.

Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro melalui Kapolsek Penawartama Iptu Timur Irawan mengatakan, pencurian kabel listrik milik PT PLN ini baru diketahui setelah pelapor bernama Wahyudi (31), yang merupakan karyawan PT PLN mendapatkan laporan dari Kuswarahadi (37), pada Senin (26/10/2020).

Kemudian, keduanya menuju tempat kejadian perkara di Jalan Lintas Rawapitu, Km 17, Kampung Sidoharjo. Saat tiba di sana, terlihat kabel jaringan tegangan menengah milik PLN sudah putus dan hilang. Kabel tersebut memang belum dialiri arus listrik.

Akibat kejadian itu, PT PLN mengalami kerugian sekitar Rp180 Juta. PLN lalu melapor ke Mapolsek Penawartama pada Selasa (24/11/2020) siang.

”Berbekal laporan itu, petugas kami langsung bergerak mencari tersangkanya. Hingga akhirnya ketiga tersangka berhasil kami ringkus,” katanya.

Menurutnya, dalam beraksi mereka memiliki peran masing-masing. PR als GA dan SU bertugas memanjat tiang dan mengambil kabel dengan cara dipotong menggunakan gergaji besi. Setelah itu, kabel dibawa ke kebun karet yang berjarak sekira 50 meter dari tempat kejadian perkara untuk dibuang kulitnya dan berhasil terkumpul 180 kilogram almunium.

Ratusan kilogram almunium itu kemudian dijual kepada JS dengan harga Rp1,8 juta. Lalu, JS membawa kabel curian tersebut ke rumahnya dengan menggunakan mobil pick up warna hitam BE 8492 SY.

”PR alias GA dan SU dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang curat dan JS dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang penadahan,” pungkasnya.(*)

Laporan Albari/RILISLAMPUNG.ID

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID