Aspek Teknis dan Norma Jadi Tantangan KPU dalam Pemilu 2024
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Aspek Teknis dan Norma Jadi Tantangan KPU dalam Pemilu 2024

...
Sulaiman
Bandarlampung
18 September 2021 - 14:07 WIB
Politika | RILISID
...
Potongan Gambar saat diskusi demokrasi dan kepemiluan KPU Provinsi Lampung. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung terus melakukan pembahasan guna menghadapi dua tantangan baik aspek teknis hingga norma pada Pemilu 2024 mendatang. 

Kedua aspek tersebut dibahas dalam Diskusi Demokrasi dan Kepemiluan KPU Provinsi Lampung pada Jumat (17/9/2021).

Ketua KPU Provinsi Lampung, Erwan Bustami mengatakan, diskusi ini akan terus dilakukan guna memperkaya pemahaman tentang kepemiluan. 

"Harapannya muncul gagasan dan solusi dari permasalahan kepemiluan yang ada," ungkapnya, Sabtu (18/9/2021). 

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Lampung, Antoniyus, mengatakan tantangan Pemilu 2024 dikategorikan menjadi dua.

"Yaitu tantangan pada aspek teknis prosedural dan tantangan pada aspek normatif substansial," paparnya. 

Anton --sapaan akrabnya menjelaskan, tantangan aspek teknis prosedural seperti bahasan kesiapan anggaran, logistik, rekrutmen badan adhock, pencalonan, pemungutan dan penghitungan suara, rekapitulasi sampai dengan sengketa. 

"Sementara aspek normatif substansial lebih mendorong pemilu dan pemilihan yang berintegritas, anti politik uang, anti sara, pemilih rasional dan sebagainya," ujarnya.

Sementara itu, anggota KPU RI, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, menerangkan Pemilu 2024 akan berlangsung pada 21 Februari 2024 dan Pemilihan pada 27 November 2024. 

Namun yang menjadi tantangan dan potensi ialah kondisi cuaca. Karena menurutnya meski sudah tidak berada pada musim penghujan, namun bisa saja di beberapa daerah curah hujan tinggi dapat mengakibatkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

"Ini tentu akan menghambat distribusi logistik," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya. masalah lain yaitu apabila pandemi Covid-19 belum berakhir pada 2024. Ini berpotensi menimbulkan masalah seperti kerumunan pada saat kampanye, pendaftaran peserta pemilu, pemungutan penghitungan sampai dengan rekapitulasi Suara. 

Oleh sebab itu, KPU saat ini tengah mempersiapkan penggunaan teknologi informasi dalam setiap tahapan pemilu dan pemilihan.

"Seperti Sirekap, Sidalih, Silog, Sipol, Silon, Sidapil, Sidakam, dan Siakba guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, kecepatan proses dan kualitas layanan kepada parpol, peserta pemilu, pemilih serta stakeholder lainnya," paparnya. (") 

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Aspek Teknis dan Norma Jadi Tantangan KPU dalam Pemilu 2024

...
Sulaiman
Bandarlampung
18 September 2021 - 14:07 WIB
Politika | RILISID
...
Potongan Gambar saat diskusi demokrasi dan kepemiluan KPU Provinsi Lampung. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung terus melakukan pembahasan guna menghadapi dua tantangan baik aspek teknis hingga norma pada Pemilu 2024 mendatang. 

Kedua aspek tersebut dibahas dalam Diskusi Demokrasi dan Kepemiluan KPU Provinsi Lampung pada Jumat (17/9/2021).

Ketua KPU Provinsi Lampung, Erwan Bustami mengatakan, diskusi ini akan terus dilakukan guna memperkaya pemahaman tentang kepemiluan. 

"Harapannya muncul gagasan dan solusi dari permasalahan kepemiluan yang ada," ungkapnya, Sabtu (18/9/2021). 

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Lampung, Antoniyus, mengatakan tantangan Pemilu 2024 dikategorikan menjadi dua.

"Yaitu tantangan pada aspek teknis prosedural dan tantangan pada aspek normatif substansial," paparnya. 

Anton --sapaan akrabnya menjelaskan, tantangan aspek teknis prosedural seperti bahasan kesiapan anggaran, logistik, rekrutmen badan adhock, pencalonan, pemungutan dan penghitungan suara, rekapitulasi sampai dengan sengketa. 

"Sementara aspek normatif substansial lebih mendorong pemilu dan pemilihan yang berintegritas, anti politik uang, anti sara, pemilih rasional dan sebagainya," ujarnya.

Sementara itu, anggota KPU RI, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, menerangkan Pemilu 2024 akan berlangsung pada 21 Februari 2024 dan Pemilihan pada 27 November 2024. 

Namun yang menjadi tantangan dan potensi ialah kondisi cuaca. Karena menurutnya meski sudah tidak berada pada musim penghujan, namun bisa saja di beberapa daerah curah hujan tinggi dapat mengakibatkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

"Ini tentu akan menghambat distribusi logistik," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya. masalah lain yaitu apabila pandemi Covid-19 belum berakhir pada 2024. Ini berpotensi menimbulkan masalah seperti kerumunan pada saat kampanye, pendaftaran peserta pemilu, pemungutan penghitungan sampai dengan rekapitulasi Suara. 

Oleh sebab itu, KPU saat ini tengah mempersiapkan penggunaan teknologi informasi dalam setiap tahapan pemilu dan pemilihan.

"Seperti Sirekap, Sidalih, Silog, Sipol, Silon, Sidapil, Sidakam, dan Siakba guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, kecepatan proses dan kualitas layanan kepada parpol, peserta pemilu, pemilih serta stakeholder lainnya," paparnya. (") 

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya