PHP Pilkada Pesibar: Saksi Akui Terima Uang untuk Coblos Paslon Nomor 3
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

PHP Pilkada Pesibar: Saksi Akui Terima Uang untuk Coblos Paslon Nomor 3

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
25 Februari 2021 - 11:35 WIB
Elektoral | RILISID
...
FOTO: Tangkapan layar YouTube MK

RILISID, Bandarlampung — Sidang perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada Pesisir Barat (Pesibar) yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi mengungkap sejumlah persoalan.

Dalam sidang secara virtual yang digelar pada Rabu (24/2/2021), pemohon Aria Lukita Budiwan-Erlina menghadirkan dua saksi yakni Fathul Waton dan Paiwan Putra.

Keduanya mengaku pernah menerima uang sebesar Rp100.000 untuk mencoblos pasangan calon (Paslon) nomor 3 Agus Istiqlal-A. Zulqoini pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu.

"(Uang) Diberikan salah satu tim sukses sejumlah 22 amplop berisikan uang berikut SK relawan untuk dibagikan relawan," kata Fathul Waton dalam kesaksiannya.

Menurut Fathul, dirinya hanya bertugas membagikan amplop berisi sejumlah uang kepada orang yang namanya sudah tertera di amplop.

"Kami juga dipesankan saat membagikan uang tersebut, apabila tidak memilih nomor 3, bantuan seperti PKH dan bantuan sosial lain akan dicabut," ungkapnya.

Tidak hanya itu, pegawai honorer yang bertugas di lingkup Pemkab Pesibar juga wajib memberikan dukungan. Jika tidak mendukung, maka akan diberhentikan.

Hal senada disampaikan saksi Paiwan Putra. Ia juga mengaku menerima uang sejumlah Rp100 ribu dan 30 amplop untuk dibagikan kepada relawan.

Amplop tersebut, kata Paiwan, diberikan kepada warga Way Sindi, Karya Penggawa pada 8 Desember 2020 atau H-1 pencoblosan.

"Dibagikan uang Rp100 ribu beserta SK relawan, dan sudah nama-namanya di amplop tersebut," ucap Paiwan.

Paiwan pun berharap Pilkada Pesisir Barat menjadi kabupaten yang bersih dari money politik. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

PHP Pilkada Pesibar: Saksi Akui Terima Uang untuk Coblos Paslon Nomor 3

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
25 Februari 2021 - 11:35 WIB
Elektoral | RILISID
...
FOTO: Tangkapan layar YouTube MK

RILISID, Bandarlampung — Sidang perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada Pesisir Barat (Pesibar) yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi mengungkap sejumlah persoalan.

Dalam sidang secara virtual yang digelar pada Rabu (24/2/2021), pemohon Aria Lukita Budiwan-Erlina menghadirkan dua saksi yakni Fathul Waton dan Paiwan Putra.

Keduanya mengaku pernah menerima uang sebesar Rp100.000 untuk mencoblos pasangan calon (Paslon) nomor 3 Agus Istiqlal-A. Zulqoini pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu.

"(Uang) Diberikan salah satu tim sukses sejumlah 22 amplop berisikan uang berikut SK relawan untuk dibagikan relawan," kata Fathul Waton dalam kesaksiannya.

Menurut Fathul, dirinya hanya bertugas membagikan amplop berisi sejumlah uang kepada orang yang namanya sudah tertera di amplop.

"Kami juga dipesankan saat membagikan uang tersebut, apabila tidak memilih nomor 3, bantuan seperti PKH dan bantuan sosial lain akan dicabut," ungkapnya.

Tidak hanya itu, pegawai honorer yang bertugas di lingkup Pemkab Pesibar juga wajib memberikan dukungan. Jika tidak mendukung, maka akan diberhentikan.

Hal senada disampaikan saksi Paiwan Putra. Ia juga mengaku menerima uang sejumlah Rp100 ribu dan 30 amplop untuk dibagikan kepada relawan.

Amplop tersebut, kata Paiwan, diberikan kepada warga Way Sindi, Karya Penggawa pada 8 Desember 2020 atau H-1 pencoblosan.

"Dibagikan uang Rp100 ribu beserta SK relawan, dan sudah nama-namanya di amplop tersebut," ucap Paiwan.

Paiwan pun berharap Pilkada Pesisir Barat menjadi kabupaten yang bersih dari money politik. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya