Pendiskualifikasian Eva Dinilai Asal, Bawaslu Yakin Benar
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pendiskualifikasian Eva Dinilai Asal, Bawaslu Yakin Benar

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
9 Maret 2021 - 1:15 WIB
Elektoral | RILISID
...
Ketua KRLUPB Rahmat Husein DC dan Sekretaris Ariyanto Yusuf. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Bandarlampung — Sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) digelar pada Senin (8/3/2021).

Hadir pelapor dari Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) dan Bawaslu Lampung sebagai terlapor.

Ketua KRLUPB, Rakhmat Husein, menyampaikan ke DKPP bahwa putusan Bawaslu mendiskualifikasi pasangan calon (paslon) Eva Dwiana-Deddy Amarullah ugal-ugalan dan penuh rekayasa.

Selain itu, ia mempertanyakan mengapa pengacara calon wali kota Bandarlampung Yusuf Kohar, Yopie Hendro, bisa menghadirkan ahli level nasional.

Ia merujuk nama Yusril Ihza Mahendra dan Hamdan Zoelfa, yang dihadirkan dalam sidang dugaan pelanggaran administrasi bersifat Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) di Bawaslu Lampung.

”Dari siapa Yopie Hendro bisa membayar itu semua,” kata Husein.

Dia menduga bahwa landasan Bawaslu mendiskualifikasi paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Eva-Deddy sarat konspirasi.

”Ini ada campur tangan korporasi, ada kepentingan oligarki politik di Pilkada Bandarlampung,” ucap dia.

Terpisah, Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengatakan, pihaknya dalam persidangan telah bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas sesuai kapasitasnya.

”Semua warga negara punya hak untuk menyampaikan ketidakpuasan atas kinerja kami,” ucap Khoir –sapaan akrabnya.

Ia mengapresiasi pelapor yang mengambil jalur yang seharusnya untuk menyampaikan aduan dan diberikan kesempatan untuk melakukan upaya pembelaan diri.

”Kami sudah menjawab semua aduan dari pengadu, selanjutnya tinggal menunggu putusan dan nantinya putusan DKPP itulah yang terbaik,” ucapnya. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Pendiskualifikasian Eva Dinilai Asal, Bawaslu Yakin Benar

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
9 Maret 2021 - 1:15 WIB
Elektoral | RILISID
...
Ketua KRLUPB Rahmat Husein DC dan Sekretaris Ariyanto Yusuf. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Bandarlampung — Sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) digelar pada Senin (8/3/2021).

Hadir pelapor dari Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) dan Bawaslu Lampung sebagai terlapor.

Ketua KRLUPB, Rakhmat Husein, menyampaikan ke DKPP bahwa putusan Bawaslu mendiskualifikasi pasangan calon (paslon) Eva Dwiana-Deddy Amarullah ugal-ugalan dan penuh rekayasa.

Selain itu, ia mempertanyakan mengapa pengacara calon wali kota Bandarlampung Yusuf Kohar, Yopie Hendro, bisa menghadirkan ahli level nasional.

Ia merujuk nama Yusril Ihza Mahendra dan Hamdan Zoelfa, yang dihadirkan dalam sidang dugaan pelanggaran administrasi bersifat Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) di Bawaslu Lampung.

”Dari siapa Yopie Hendro bisa membayar itu semua,” kata Husein.

Dia menduga bahwa landasan Bawaslu mendiskualifikasi paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Eva-Deddy sarat konspirasi.

”Ini ada campur tangan korporasi, ada kepentingan oligarki politik di Pilkada Bandarlampung,” ucap dia.

Terpisah, Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengatakan, pihaknya dalam persidangan telah bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas sesuai kapasitasnya.

”Semua warga negara punya hak untuk menyampaikan ketidakpuasan atas kinerja kami,” ucap Khoir –sapaan akrabnya.

Ia mengapresiasi pelapor yang mengambil jalur yang seharusnya untuk menyampaikan aduan dan diberikan kesempatan untuk melakukan upaya pembelaan diri.

”Kami sudah menjawab semua aduan dari pengadu, selanjutnya tinggal menunggu putusan dan nantinya putusan DKPP itulah yang terbaik,” ucapnya. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya