Donor Plasma Konvalesen Bisa Dilakukan Wanita yang Belum Melahirkan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Donor Plasma Konvalesen Bisa Dilakukan Wanita yang Belum Melahirkan

...
Dora Afrohah
Bandarlampung
15 Maret 2021 - 20:53 WIB
Kesehatan | RILISID
...
Ilustrasi Plasma Konvalesen. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Terapi plasma darah konvalesen kini tengah menjadi perbincangan, sebagai cara untuk membantu mereka yang tengah berjuang melawan Covid-19, selain dengan cara vaksinasi.

Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandarlampung dr Aditya, PMI sudah membuka pelayanan terapi plasma konvalesen sejak 1 Maret 2021.

"Per 1 Maret kantor kami sudah membuka pelayanan bagi mantan pasien atau penyintas covid-19 yang sudah sembuh, untuk mendonorkan plasmanya untuk pasien yang membutuhkan," ungkapnya kepada Rilislampung.id, Senin (15/3/2021).

Pihaknya membuka layanan terapi plasma konvalesen setiap hari Senin-Jumat di sejak pukul 09.00-14.00 WIB. 

Menurut Aditya, tidak semua pendonor sudah dipastikan plasmanya bisa digunakan, karena ada beberapa pemeriksaan yang ketat terkait itu.

“Sampai saat ini sudah ada puluhan orang yang mendonor, namun hanya ada beberapa orang saja yang bisa diambil dan disimpan,” paparnya lagi.

Lebih lanjut, menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon pendonor plasma konvalesen, diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan dibuktikan dengan hasil pcr yang negatif.

“Lalu mantan pasien covid-19 dengan gejala sedang sampai berat, jarak sejak dinyatakan sembuh paling cepat dua minggu dan paling lama tiga bulan, kemudian berat badan minimal 55 kilogram, dan mengikuti berbagai macam tes kesehatan yang dilakukan secara detail,” ungkapnya.

Terapi plasma konvalesen ini menurut Aditya direkomendasikan untuk laki-laki. Boleh juga untuk wanita, tetapi yang belum pernah melahirkan.

Aditya juga menjelaskan, pihaknya selalu berkomunikasi dengan PMI Pusat, untuk berkoordinasi jika PMI Lampung mengalami kekurangan stok plasma yang dibutuhkan.

“Pernah ada kejadian, kita siapkan golongan darah A, B dan O ternyata pasiennya butuh AB dan kita belum punya akhirnya kita minta ke Jakarta. Akhirnya dikirim dari Jakarta,” pungkasnya.

Dari informasi yang dikumpulkan, terapi ini bisa menjadi transfer antibodi antara penyintas suatu infeksi kepada orang yang sedang menghadapi infeksi.

Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh, dan kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien yang sedang dalam masa pemulihan setelah terinfeksi. 

Jadi, donor darah plasma konvalesen adalah donor darah dari penyintas covid-19 untuk membantu pasien lain yang belum sembuh dari covid-19. (*)

 

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

Donor Plasma Konvalesen Bisa Dilakukan Wanita yang Belum Melahirkan

...
Dora Afrohah
Bandarlampung
15 Maret 2021 - 20:53 WIB
Kesehatan | RILISID
...
Ilustrasi Plasma Konvalesen. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Terapi plasma darah konvalesen kini tengah menjadi perbincangan, sebagai cara untuk membantu mereka yang tengah berjuang melawan Covid-19, selain dengan cara vaksinasi.

Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandarlampung dr Aditya, PMI sudah membuka pelayanan terapi plasma konvalesen sejak 1 Maret 2021.

"Per 1 Maret kantor kami sudah membuka pelayanan bagi mantan pasien atau penyintas covid-19 yang sudah sembuh, untuk mendonorkan plasmanya untuk pasien yang membutuhkan," ungkapnya kepada Rilislampung.id, Senin (15/3/2021).

Pihaknya membuka layanan terapi plasma konvalesen setiap hari Senin-Jumat di sejak pukul 09.00-14.00 WIB. 

Menurut Aditya, tidak semua pendonor sudah dipastikan plasmanya bisa digunakan, karena ada beberapa pemeriksaan yang ketat terkait itu.

“Sampai saat ini sudah ada puluhan orang yang mendonor, namun hanya ada beberapa orang saja yang bisa diambil dan disimpan,” paparnya lagi.

Lebih lanjut, menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon pendonor plasma konvalesen, diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan dibuktikan dengan hasil pcr yang negatif.

“Lalu mantan pasien covid-19 dengan gejala sedang sampai berat, jarak sejak dinyatakan sembuh paling cepat dua minggu dan paling lama tiga bulan, kemudian berat badan minimal 55 kilogram, dan mengikuti berbagai macam tes kesehatan yang dilakukan secara detail,” ungkapnya.

Terapi plasma konvalesen ini menurut Aditya direkomendasikan untuk laki-laki. Boleh juga untuk wanita, tetapi yang belum pernah melahirkan.

Aditya juga menjelaskan, pihaknya selalu berkomunikasi dengan PMI Pusat, untuk berkoordinasi jika PMI Lampung mengalami kekurangan stok plasma yang dibutuhkan.

“Pernah ada kejadian, kita siapkan golongan darah A, B dan O ternyata pasiennya butuh AB dan kita belum punya akhirnya kita minta ke Jakarta. Akhirnya dikirim dari Jakarta,” pungkasnya.

Dari informasi yang dikumpulkan, terapi ini bisa menjadi transfer antibodi antara penyintas suatu infeksi kepada orang yang sedang menghadapi infeksi.

Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh, dan kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien yang sedang dalam masa pemulihan setelah terinfeksi. 

Jadi, donor darah plasma konvalesen adalah donor darah dari penyintas covid-19 untuk membantu pasien lain yang belum sembuh dari covid-19. (*)

 

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya