Kampus Mengajar Universitas Teknokrat Bersama Kemenko PMK Bantu SMA/SMK Tingkatkan Mutu Belajar
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kampus Mengajar Universitas Teknokrat Bersama Kemenko PMK Bantu SMA/SMK Tingkatkan Mutu Belajar

Bandarlampung
6 September 2021 - 20:27 WIB
Pendidikan | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) melaksanakan program Kampus Mengajar yang merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Revolusi Mental dan Kampus Merdeka.

Sebanyak 70 mahasiswa calon pendidik mengikuti program yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Forum Rektor Indonesia, dan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia.

Program Gerakan Kampus mengajar yang berlangsung selama tiga bulan ini beriringan dengan program praktik pengalaman lapangan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Unversitas Teknokrat Indonesia.

Untuk program Gerakan Kampus Mengajar menyaratkan indeks prestasi (IP) minimal 3.0, memiliki pengalaman organisasi dan mendapatkan surat tugas dari pimpinan perguruan tinggi.

Gerakan Kampus Mengajar ini mengambil tema “Gerakan Mengajar Kolaboratif Insan Pendidik Provinsi Lampung” bermitra dengan SMA/SMK di Provinsi Lampung.

Di antaranya SMA Perintis 1 Bandarlampung, SMK Amal Bakti Jatimulyo, SMKN 2 Bandarlampung, SMAN 1 Gedongtataan, SMA AL-Huda Lampung Selatan, SMK AL-Huda Lampung Selatan, SMK Pelita Gedongtataan Pesawaran, SMK SMIT Bandarlampung, SMKN 9 Bandarlampung, SMAN 1 Tanjungbintang, SMKN 1 Bandarlampung, dan SMK Islam Adiluwih Pringsewu.

Mahasiswa terpilih pada program ini melaksanakan tiga kegiatan utama di sekolah yaitu asistensi pengajaran, penguatan administrasi, dan adaptasi teknologi.

Asistensi mengajar dilaksanakan dengan tahapan observasi pembelajaran, sit-in, dan praktik mengajar. Penguatan administrasi merupakan upaya mahasiswa dalam membantu guru dalam pembuatan perancangan pembelajaran, daftar kehadiran, dan pembuatan soal.

Selain itu mahasiswa juga melaksanakan adaptasi teknologi yaitu mendampingi guru maupun siswa dalam penggunaan teknologi penunjang pembelajaran daring.

Koordinator Gerakan Nasional Revolusi Mental dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Universitas Teknokrat Indonesia Achmad Yudi Wahyudin, S.Pd., M.Pd. menerangkan bahwa program ini akan menjadi program rutin yang akan diselenggarakan UTI.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemenko PMK, Forum Rektor Indonesia, dan Yayasan dan Pimpinan Universitas Teknokrat Indonesia yang telah mendukung program ini, semoga kegiatan ini akan berjalan dengan sukses dan berkelanjutan” ujarnya, Senin (6/9/2021).

Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia Akhyar Rido, SS., MA., Ph.D mendorong mahasiswa untuk dapat mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka mengingat pentingnya program ini.

"Dengan mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, salah satunya program Gerakan Kampus Mengajar ini, mahasiswa dapat mendapatkan pengalaman dalam bermasyarakat agar lebih cakap dalam menjadi agen perubahan setelah lulus nanti,” ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kampus Mengajar Universitas Teknokrat Bersama Kemenko PMK Bantu SMA/SMK Tingkatkan Mutu Belajar

...
[email protected]
Bandarlampung
6 September 2021 - 20:27 WIB
Pendidikan | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) melaksanakan program Kampus Mengajar yang merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Revolusi Mental dan Kampus Merdeka.

Sebanyak 70 mahasiswa calon pendidik mengikuti program yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Forum Rektor Indonesia, dan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia.

Program Gerakan Kampus mengajar yang berlangsung selama tiga bulan ini beriringan dengan program praktik pengalaman lapangan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Unversitas Teknokrat Indonesia.

Untuk program Gerakan Kampus Mengajar menyaratkan indeks prestasi (IP) minimal 3.0, memiliki pengalaman organisasi dan mendapatkan surat tugas dari pimpinan perguruan tinggi.

Gerakan Kampus Mengajar ini mengambil tema “Gerakan Mengajar Kolaboratif Insan Pendidik Provinsi Lampung” bermitra dengan SMA/SMK di Provinsi Lampung.

Di antaranya SMA Perintis 1 Bandarlampung, SMK Amal Bakti Jatimulyo, SMKN 2 Bandarlampung, SMAN 1 Gedongtataan, SMA AL-Huda Lampung Selatan, SMK AL-Huda Lampung Selatan, SMK Pelita Gedongtataan Pesawaran, SMK SMIT Bandarlampung, SMKN 9 Bandarlampung, SMAN 1 Tanjungbintang, SMKN 1 Bandarlampung, dan SMK Islam Adiluwih Pringsewu.

Mahasiswa terpilih pada program ini melaksanakan tiga kegiatan utama di sekolah yaitu asistensi pengajaran, penguatan administrasi, dan adaptasi teknologi.

Asistensi mengajar dilaksanakan dengan tahapan observasi pembelajaran, sit-in, dan praktik mengajar. Penguatan administrasi merupakan upaya mahasiswa dalam membantu guru dalam pembuatan perancangan pembelajaran, daftar kehadiran, dan pembuatan soal.

Selain itu mahasiswa juga melaksanakan adaptasi teknologi yaitu mendampingi guru maupun siswa dalam penggunaan teknologi penunjang pembelajaran daring.

Koordinator Gerakan Nasional Revolusi Mental dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Universitas Teknokrat Indonesia Achmad Yudi Wahyudin, S.Pd., M.Pd. menerangkan bahwa program ini akan menjadi program rutin yang akan diselenggarakan UTI.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemenko PMK, Forum Rektor Indonesia, dan Yayasan dan Pimpinan Universitas Teknokrat Indonesia yang telah mendukung program ini, semoga kegiatan ini akan berjalan dengan sukses dan berkelanjutan” ujarnya, Senin (6/9/2021).

Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia Akhyar Rido, SS., MA., Ph.D mendorong mahasiswa untuk dapat mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka mengingat pentingnya program ini.

"Dengan mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, salah satunya program Gerakan Kampus Mengajar ini, mahasiswa dapat mendapatkan pengalaman dalam bermasyarakat agar lebih cakap dalam menjadi agen perubahan setelah lulus nanti,” ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya