Kiat Sukses Merintis Usaha Menurut Sang Motivator Rektor UTI Nasrullah Yusuf
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kiat Sukses Merintis Usaha Menurut Sang Motivator Rektor UTI Nasrullah Yusuf

Bandarlampung
30 November 2021 - 12:34 WIB
Pendidikan | RILISID
...
Rektor UTI Dr. HM Nasrullah Yusuf menjadi motivator dalam seminar nasional kewirausahaan. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., MBA. membeberkan kiat sukses merintis usaha dalam acara seminar nasional kewirausahaan #3 melalui aplikasi Zoom, Selasa (30/11/2021).

Seminar yang digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengangkat tema "Jurus Jitu Menjadi Wirausahawan Tangguh".

Nasrullah memaparkan kewirausahaan merupakan pengambilan resiko untuk menjalankan bisnis sendiri dengan memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan bisnis baru atau dengan pendekatan yang inovatif.

Sehingga menurutnya, bisnis yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri dalam menghadapi tantangan-tantangan persaingan.

"Kata kunci kewirausahaan ada enam yakni pengambilan risiko, menjalankan bisnis sendiri, memanfaatkan peluang-peluang, menciptakan bisnis baru, pendekatan inovatif, mandiri," ungkap Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia (FRI) itu.

Nasrullah juga membeberkan beberapa atribut wirausaha. Di antaranya pengetahuan (knowledge), kemampuan (competence), pengalaman (experiences), jaringan (networking), informasi, sumber yang ada (sources) meliputi uang, bakat, lingkungan, keluarga. Lalu waktu, masa depan dan kesempatan.

"Dalam berwirausaha diperlukan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan pasar," ujar Ketua Umum DPP HISPPI PNF ini.

Selain itu, Nasrullah mengungkapkan beberapa faktor penyebab bisnis tidak berkembang. Antara lain inovasi yang lamban; penerapan modal kurang baik; marketing belum mengalami perkembangan; target yang tidak optimal.

Kemudian SDM kurang mumpuni; kurangnya evaluasi; kurang mempelajari kondisi pasar (market); tidak mempelajari kompetitor; dan tidak mahir di dunia digital.

Lebih lanjut, Nasrullah menegaskan bahwa perhatian terhadap kebutuhan konsumen sangat penting untuk kesuksesan bisnis.

Di antaranya mampu menciptakan produk yang tepat sasaran, produk yang dijual mempunyai ciri khas, adanya nilai tambah pada setiap produk, memudahkan penyusunan strategi bisnis, dan konsumen sebagai penentu kesuksesan.

"Kita perlu beradaptasi dengan kecepatan cepat berubah untuk bertahan hidup, kalau tidak kita mati," papar Direktur LKP LPBM Teknokrat itu.

Terakhir, Nasrullah berpesan bahwa ide kemenangan adalah keunggulan kompetitif untuk bisnis yang sukses. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kiat Sukses Merintis Usaha Menurut Sang Motivator Rektor UTI Nasrullah Yusuf

...
[email protected]
Bandarlampung
30 November 2021 - 12:34 WIB
Pendidikan | RILISID
...
Rektor UTI Dr. HM Nasrullah Yusuf menjadi motivator dalam seminar nasional kewirausahaan. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., MBA. membeberkan kiat sukses merintis usaha dalam acara seminar nasional kewirausahaan #3 melalui aplikasi Zoom, Selasa (30/11/2021).

Seminar yang digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengangkat tema "Jurus Jitu Menjadi Wirausahawan Tangguh".

Nasrullah memaparkan kewirausahaan merupakan pengambilan resiko untuk menjalankan bisnis sendiri dengan memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan bisnis baru atau dengan pendekatan yang inovatif.

Sehingga menurutnya, bisnis yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri dalam menghadapi tantangan-tantangan persaingan.

"Kata kunci kewirausahaan ada enam yakni pengambilan risiko, menjalankan bisnis sendiri, memanfaatkan peluang-peluang, menciptakan bisnis baru, pendekatan inovatif, mandiri," ungkap Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia (FRI) itu.

Nasrullah juga membeberkan beberapa atribut wirausaha. Di antaranya pengetahuan (knowledge), kemampuan (competence), pengalaman (experiences), jaringan (networking), informasi, sumber yang ada (sources) meliputi uang, bakat, lingkungan, keluarga. Lalu waktu, masa depan dan kesempatan.

"Dalam berwirausaha diperlukan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan pasar," ujar Ketua Umum DPP HISPPI PNF ini.

Selain itu, Nasrullah mengungkapkan beberapa faktor penyebab bisnis tidak berkembang. Antara lain inovasi yang lamban; penerapan modal kurang baik; marketing belum mengalami perkembangan; target yang tidak optimal.

Kemudian SDM kurang mumpuni; kurangnya evaluasi; kurang mempelajari kondisi pasar (market); tidak mempelajari kompetitor; dan tidak mahir di dunia digital.

Lebih lanjut, Nasrullah menegaskan bahwa perhatian terhadap kebutuhan konsumen sangat penting untuk kesuksesan bisnis.

Di antaranya mampu menciptakan produk yang tepat sasaran, produk yang dijual mempunyai ciri khas, adanya nilai tambah pada setiap produk, memudahkan penyusunan strategi bisnis, dan konsumen sebagai penentu kesuksesan.

"Kita perlu beradaptasi dengan kecepatan cepat berubah untuk bertahan hidup, kalau tidak kita mati," papar Direktur LKP LPBM Teknokrat itu.

Terakhir, Nasrullah berpesan bahwa ide kemenangan adalah keunggulan kompetitif untuk bisnis yang sukses. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya