Mahasiswa Universitas Teknokrat Ikuti Pelatihan Bela Negara di Brigif 4 Marinir/BS
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Mahasiswa Universitas Teknokrat Ikuti Pelatihan Bela Negara di Brigif 4 Marinir/BS

Bandarlampung
6 Desember 2021 - 10:26 WIB
Pendidikan | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Bela negara sebagai kewajiban dasar bagi setiap warga negara yang penuh kesadaran, tanggung jawab dan rela berkorban kepada negara dan bangsa.

Mahasiswa merupakan bagian dari warga negara yang memiliki kewajiban untuk melakukan pembelaan negara yang disesuaikan dengan perannya sebagai agen perubahan dan agen pembangunan.

Kegiatan bela negara bagi mahasiswa Indonesia diperlukan untuk pembinaan karakter, penguatan revolusi mental dan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi ancaman, seperti penyalahgunaan narkoba, paham radikalisme, bencana alam, konflik antar mahasiswa dan penyebaran penyakit menular.

Kegiatan bela negara bagi mahasiswa baru menjadi pionir implementasi bela negara pada level perguruan tinggi di Indonesia.

Pelatihan bela negara mahasiswa diselenggarakan, karena semakin besar tantangan yang dihadapi bangsa dan semakin kompleks ancaman sebagai akibat dari perkembangan global.

Arus globalisasi dan modernisasi memberikan pengaruh yang besar terhadap identitas bangsa. Bahkan dapat mengancam budaya bangsa sehingga mahasiswa Indonesia sebagai kader terdidik harus mengambil peran aktif melalui mahasiswa bela negara.

Ancaman dari luar maupun ancaman dari dalam dapat ditangkal, apabila generasi muda mempunyai rasa nasionalisme dan kecintaan kepada tanah air yang kuat untuk melindungi dan membela negara dengan wawasan intelektual yang dimiliki.

Mahasiswa sebagai kader muda dan terdidik, berkewajiban melindungi dan membela negara sesuai dengan amanah UUD 1945.

Kenyataannya semakin berkembang dan maraknya arus globalisasi dunia, membuat sebagian mahasiswa terpesona oleh perkembangan global, sehingga mereka secara tidak sadar melalaikan kewajiban untuk melindungi dan membela negaranya dari ancaman yang datang.

Untuk itu, Himpunan Mahasiswa (Hima) Teknik Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) melaksanakan kegiatan pelatihan bela negara di Marines Eco Park Brigif  4 Marinir/BS, pada 28 November lalu. Sebanyak 115 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut.

Komandan Kompi Markas Brigif 4 Marinir/BS Mayor Marinir Halilintar Joyo Laksono menjadi pemateri tentang peran penting mahasiswa dalam bela negara.

Sebagai mahasiswa, kata dia, memiliki kewajiban untuk ikut membela negara sesuai dengan profesinya. Sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat (3)  bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.

Untuk membela negara jangan memandang suku, ras dan agama, dan sebagai generasi penerus wajib memiliki jiwa Pancasila.

Untuk menjaga keutuhan dan keamanan negara sudah menjadi tugas bersama antara masyarakat sipil, TNI dan Polri.

Tugas sebagai mahasiswa dalam membela negara adalah harus menunjukan prestasi yang gemilang mengharumkan nama negara dan almamater tempat membina ilmu.

Selain itu juga mahasiswa harus menjauhi penyalahgunaan narkoba, dan paham-paham radikalisme.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UTI Auliya Rahman Isnain, M.Sc.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa kegiatan bela negara bagi mahasiswa diperlukan untuk pembinaan karakter, penguatan revolusi mental dan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi ancaman.

Seperti penyalahgunaan narkoba, paham radikalisme, bencana alam, konflik antar mahasiswa.

Pelatihan bela negara mahasiswa diselenggarakan, karena semakin besar tantangan yang dihadapi bangsa dan semakin kompleks ancaman sebagai akibat dari perkembangan global.

Arus globalisasi dan modernisasi memberikan pengaruh yang besar terhadap identitas bangsa, bahkan dapat mengancam budaya bangsa sehingga mahasiswa sebagai kader terdidik harus mengambil peran aktif melalui mahasiswa bela negara.

Mahasiswa adalah bagian terpenting dalam menentukan arah bangsa kedepan sehingga perlu ditanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UTI mengungkapkan pendidikan bela negara wajib bekali pada awal perkuliahan, sangat mendukung kegiatan dan setiap tahunnya selalu dilaksanakan bagi mahasiswa baru.

"Harapannya semua materi yang diberikan tersampaikan dan dapat dilaksanakan oleh mahasiswa yang mengikuti kegiatan bela negara," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Mahasiswa Universitas Teknokrat Ikuti Pelatihan Bela Negara di Brigif 4 Marinir/BS

...
[email protected]
Bandarlampung
6 Desember 2021 - 10:26 WIB
Pendidikan | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Bela negara sebagai kewajiban dasar bagi setiap warga negara yang penuh kesadaran, tanggung jawab dan rela berkorban kepada negara dan bangsa.

Mahasiswa merupakan bagian dari warga negara yang memiliki kewajiban untuk melakukan pembelaan negara yang disesuaikan dengan perannya sebagai agen perubahan dan agen pembangunan.

Kegiatan bela negara bagi mahasiswa Indonesia diperlukan untuk pembinaan karakter, penguatan revolusi mental dan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi ancaman, seperti penyalahgunaan narkoba, paham radikalisme, bencana alam, konflik antar mahasiswa dan penyebaran penyakit menular.

Kegiatan bela negara bagi mahasiswa baru menjadi pionir implementasi bela negara pada level perguruan tinggi di Indonesia.

Pelatihan bela negara mahasiswa diselenggarakan, karena semakin besar tantangan yang dihadapi bangsa dan semakin kompleks ancaman sebagai akibat dari perkembangan global.

Arus globalisasi dan modernisasi memberikan pengaruh yang besar terhadap identitas bangsa. Bahkan dapat mengancam budaya bangsa sehingga mahasiswa Indonesia sebagai kader terdidik harus mengambil peran aktif melalui mahasiswa bela negara.

Ancaman dari luar maupun ancaman dari dalam dapat ditangkal, apabila generasi muda mempunyai rasa nasionalisme dan kecintaan kepada tanah air yang kuat untuk melindungi dan membela negara dengan wawasan intelektual yang dimiliki.

Mahasiswa sebagai kader muda dan terdidik, berkewajiban melindungi dan membela negara sesuai dengan amanah UUD 1945.

Kenyataannya semakin berkembang dan maraknya arus globalisasi dunia, membuat sebagian mahasiswa terpesona oleh perkembangan global, sehingga mereka secara tidak sadar melalaikan kewajiban untuk melindungi dan membela negaranya dari ancaman yang datang.

Untuk itu, Himpunan Mahasiswa (Hima) Teknik Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) melaksanakan kegiatan pelatihan bela negara di Marines Eco Park Brigif  4 Marinir/BS, pada 28 November lalu. Sebanyak 115 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut.

Komandan Kompi Markas Brigif 4 Marinir/BS Mayor Marinir Halilintar Joyo Laksono menjadi pemateri tentang peran penting mahasiswa dalam bela negara.

Sebagai mahasiswa, kata dia, memiliki kewajiban untuk ikut membela negara sesuai dengan profesinya. Sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat (3)  bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.

Untuk membela negara jangan memandang suku, ras dan agama, dan sebagai generasi penerus wajib memiliki jiwa Pancasila.

Untuk menjaga keutuhan dan keamanan negara sudah menjadi tugas bersama antara masyarakat sipil, TNI dan Polri.

Tugas sebagai mahasiswa dalam membela negara adalah harus menunjukan prestasi yang gemilang mengharumkan nama negara dan almamater tempat membina ilmu.

Selain itu juga mahasiswa harus menjauhi penyalahgunaan narkoba, dan paham-paham radikalisme.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UTI Auliya Rahman Isnain, M.Sc.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa kegiatan bela negara bagi mahasiswa diperlukan untuk pembinaan karakter, penguatan revolusi mental dan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi ancaman.

Seperti penyalahgunaan narkoba, paham radikalisme, bencana alam, konflik antar mahasiswa.

Pelatihan bela negara mahasiswa diselenggarakan, karena semakin besar tantangan yang dihadapi bangsa dan semakin kompleks ancaman sebagai akibat dari perkembangan global.

Arus globalisasi dan modernisasi memberikan pengaruh yang besar terhadap identitas bangsa, bahkan dapat mengancam budaya bangsa sehingga mahasiswa sebagai kader terdidik harus mengambil peran aktif melalui mahasiswa bela negara.

Mahasiswa adalah bagian terpenting dalam menentukan arah bangsa kedepan sehingga perlu ditanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UTI mengungkapkan pendidikan bela negara wajib bekali pada awal perkuliahan, sangat mendukung kegiatan dan setiap tahunnya selalu dilaksanakan bagi mahasiswa baru.

"Harapannya semua materi yang diberikan tersampaikan dan dapat dilaksanakan oleh mahasiswa yang mengikuti kegiatan bela negara," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya