Mau Jadi Sultan Era Digital? Ini Tips dan Trik Jaga Keamanan Digital Ala Dosen IIB Darmajaya
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Mau Jadi Sultan Era Digital? Ini Tips dan Trik Jaga Keamanan Digital Ala Dosen IIB Darmajaya

Bandarlampung
25 Juli 2021 - 12:15 WIB
Pendidikan | RILISID
...
Dosen IIB Darmajaya Sabar Perjuangan saat menjadi pemateri webinar tentang keamanan akun digital, Jumat lalu. FOTO: Humas IIB Darmajaya

RILISID, Bandarlampung — Sabam Parjuangan, dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menjadi narasumber dalam Webinar Tips Menjadi Sultan di Era Digital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Sumatera II, Kabupaten Asahan, Jumat (23/7/2021).

Dosen Prodi Sistem Komputer ini menjadi salah satu pembicara dari lima narasumber yang menyampaikan topiknya masing-masing. Sabam–biasa dia disapa–menjelaskan Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital.

Menurut dia, terdapat data yang harus dilindungi terutama privasi di internet, yaitu nomor atau identitas diri.

“NIK, Nomor Induk Mahasiswa, kalau dosen NIDN. Jangan sampai hal tersebut tercantum di media sosial,” ungkapnya.

Masih kata dia, data-data tersebut jangan sampai diketahui secara publik karena sangat rawan disalahgunakan.

“PIN ATM juga menjadi rahasia siapapun. Password baik di gadget maupun akun email juga harus dijaga,” ujarnya.

Sabam yang kini tengah menempuh pendidikan doktoral di Institut Teknologi Bandung juga menjelaskan keluarga yang masih hubungan darah secara langsung jangan sampai juga terekspose publik.

“Data tersebut sangat rawan disalahgunakan karena berkaitan dengan diri kita. Begitu juga hubungan dengan teman baik kerja maupun pendidikan,” imbuhnya.

Menurut dia, lokasi juga menjadi salah satu yang tidak harus diketahui umum.

“Ketika kita melakukan foto ataupun video dalam perjalanan untuk tidak menandai lokasinya. Karena hal tersebut merupakan bagian dari keamanan data pribadi,” bebernya.

Sabam juga membagikan tips saat berselancar digital dengan menggunakan akun pribadi. Pertama, buat password yang kuat, berhati-hati melakukan unduhan, hidupkan mode privacy, pikirkan sebelum post dan gunakan antivirus.

“Tidak menyimpan login di device umum ataupun pribadi terlalu lama. Hal ini untuk mencegah keamanan akun yang Anda miliki,” ucapnya.

Dia juga menyarankan kepada pemilik Kartu ATM untuk mengganti pin secara berkala.

“Menjaga keamanan Kartu ATM dengan mengganti pin sebulan, dua bulan atau tiga bulan sekali. Juga memantau transaksi Anda,” pungkasnya.

Dalam webinar juga dihadiri Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi yang memberikan sambutan serta membuka acara yang digelar di Ruang Pertemuan zoom tersebut.

Adapun peserta webinar merupakan pelajar, guru maupun umum yang berasal dari Kabupaten Asahan. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

Mau Jadi Sultan Era Digital? Ini Tips dan Trik Jaga Keamanan Digital Ala Dosen IIB Darmajaya

...
[email protected]
Bandarlampung
25 Juli 2021 - 12:15 WIB
Pendidikan | RILISID
...
Dosen IIB Darmajaya Sabar Perjuangan saat menjadi pemateri webinar tentang keamanan akun digital, Jumat lalu. FOTO: Humas IIB Darmajaya

RILISID, Bandarlampung — Sabam Parjuangan, dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menjadi narasumber dalam Webinar Tips Menjadi Sultan di Era Digital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Sumatera II, Kabupaten Asahan, Jumat (23/7/2021).

Dosen Prodi Sistem Komputer ini menjadi salah satu pembicara dari lima narasumber yang menyampaikan topiknya masing-masing. Sabam–biasa dia disapa–menjelaskan Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital.

Menurut dia, terdapat data yang harus dilindungi terutama privasi di internet, yaitu nomor atau identitas diri.

“NIK, Nomor Induk Mahasiswa, kalau dosen NIDN. Jangan sampai hal tersebut tercantum di media sosial,” ungkapnya.

Masih kata dia, data-data tersebut jangan sampai diketahui secara publik karena sangat rawan disalahgunakan.

“PIN ATM juga menjadi rahasia siapapun. Password baik di gadget maupun akun email juga harus dijaga,” ujarnya.

Sabam yang kini tengah menempuh pendidikan doktoral di Institut Teknologi Bandung juga menjelaskan keluarga yang masih hubungan darah secara langsung jangan sampai juga terekspose publik.

“Data tersebut sangat rawan disalahgunakan karena berkaitan dengan diri kita. Begitu juga hubungan dengan teman baik kerja maupun pendidikan,” imbuhnya.

Menurut dia, lokasi juga menjadi salah satu yang tidak harus diketahui umum.

“Ketika kita melakukan foto ataupun video dalam perjalanan untuk tidak menandai lokasinya. Karena hal tersebut merupakan bagian dari keamanan data pribadi,” bebernya.

Sabam juga membagikan tips saat berselancar digital dengan menggunakan akun pribadi. Pertama, buat password yang kuat, berhati-hati melakukan unduhan, hidupkan mode privacy, pikirkan sebelum post dan gunakan antivirus.

“Tidak menyimpan login di device umum ataupun pribadi terlalu lama. Hal ini untuk mencegah keamanan akun yang Anda miliki,” ucapnya.

Dia juga menyarankan kepada pemilik Kartu ATM untuk mengganti pin secara berkala.

“Menjaga keamanan Kartu ATM dengan mengganti pin sebulan, dua bulan atau tiga bulan sekali. Juga memantau transaksi Anda,” pungkasnya.

Dalam webinar juga dihadiri Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi yang memberikan sambutan serta membuka acara yang digelar di Ruang Pertemuan zoom tersebut.

Adapun peserta webinar merupakan pelajar, guru maupun umum yang berasal dari Kabupaten Asahan. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya