Kategori
Rilis Network

Universitas Teknokrat Salurkan Hewan Kurban ke 12 Panti Asuhan

Bandarlampung
22 Juli 2021 - 10:54 WIB
Pendidikan | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menyalurkan hewan kurban kepada 12 panti asuhan di wilayah Bandarlampung, pada Selasa (20/7/2021).

Ke-12 panti asuhan yang menerima hewan kurban tersebut antara lain Panti Asuhan Tiara Putri, Panti Asuhan Ar-Rauf, Panti Asuhan Jabal Nur, Panti Asuhan Khoirul Amanah, Panti Asuhan Umi May, Panti Asuhan Rauhatul Aitam (mahasiswa Ikatan Beasiswa KIP-Bidik Misi MISI Teknokrat).

Kemudian Panti Asuhan Mardotillah, Panti Asuhan Kasih Ibu, Panti Asuhan As Saminah, Panti Asuhan Hidayatul Mubarok, Pondok Tahfizul Qur’an Darut Taufiq, dan Musala Al Hikmah Perum Korpri.

Selain didistribusikan ke panti asuhan, hewan kurban sumbangan seluruh sivitas akademika UTI yang dibagikan kepada semua karyawan universitas terbaik di Lampung.

Rektor UTI Dr. HM Nasrullah Yusuf mengatakan tetap mesti dijalankan meski dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Nasrullah, esensi perayaan Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah adalah setiap muslim mau berkurban kambing dan sapi sesuai dengan kemampuan.

"Berkurban itu bagi mereka yang memiliki dana yang cukup, bisa membeli hewan kurban secara sendiri," kata Nasrullah dalam keterangannya, Kamis (22/7/2021).

Nasrullah juga mengungkapkan bahwa masyarakat yang ingin berkurban bisa dilakukan secara patungan dengan beberapa orang.

"Terpenting dari Hari Raya Iduladha adalah melaksanakan kurban sesuai dengan kemampuan. Karena pahala kurban sangat besar. Allah swt akan melihat keikhlasan kita dan menerima kurban sebagai amal ibadah yang ganjarannya akan kita rasakan kelak," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nasrullah menyoroti dimensi sosial dalam ibadah kurban. Karena daging kurban bisa dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Apalagi menurutnya, masyatakat saat ini terdampak selama masa pandemi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.

"Masyarakat akan membutuhkan daging kurban sebagai penambah nutrisi selama masa pandemi," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UTI Dr H. Mahathir Muhammad menambahkan, mahasiswa juga bisa berkurban dengan cara patungan. Mereka bisa menyisihkan uangnya selama beberapa waktu dan membentuk kelompok.

"Bagi yang baru sanggup berkurban kambing, didorong untuk merealisasikannya. Sedangkan mereka yang mempunyai keuangan cukup baik bisa membentuk kelompok dan berkurban satu ekor sapi," tuturnya.

Mahathir menyatakan berkurban di masa muda akan melatih keimanan dan ketakwaan serta sifat kedermawanan di tengah masyarakat. Khususnya akan diberikan kepada mereka yang terdampak masa PPKM. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

| 0 Komentar

Universitas Teknokrat Salurkan Hewan Kurban ke 12 Panti Asuhan

...
[email protected]
Bandarlampung
22 Juli 2021 - 10:54 WIB
Pendidikan | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menyalurkan hewan kurban kepada 12 panti asuhan di wilayah Bandarlampung, pada Selasa (20/7/2021).

Ke-12 panti asuhan yang menerima hewan kurban tersebut antara lain Panti Asuhan Tiara Putri, Panti Asuhan Ar-Rauf, Panti Asuhan Jabal Nur, Panti Asuhan Khoirul Amanah, Panti Asuhan Umi May, Panti Asuhan Rauhatul Aitam (mahasiswa Ikatan Beasiswa KIP-Bidik Misi MISI Teknokrat).

Kemudian Panti Asuhan Mardotillah, Panti Asuhan Kasih Ibu, Panti Asuhan As Saminah, Panti Asuhan Hidayatul Mubarok, Pondok Tahfizul Qur’an Darut Taufiq, dan Musala Al Hikmah Perum Korpri.

Selain didistribusikan ke panti asuhan, hewan kurban sumbangan seluruh sivitas akademika UTI yang dibagikan kepada semua karyawan universitas terbaik di Lampung.

Rektor UTI Dr. HM Nasrullah Yusuf mengatakan tetap mesti dijalankan meski dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Nasrullah, esensi perayaan Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah adalah setiap muslim mau berkurban kambing dan sapi sesuai dengan kemampuan.

"Berkurban itu bagi mereka yang memiliki dana yang cukup, bisa membeli hewan kurban secara sendiri," kata Nasrullah dalam keterangannya, Kamis (22/7/2021).

Nasrullah juga mengungkapkan bahwa masyarakat yang ingin berkurban bisa dilakukan secara patungan dengan beberapa orang.

"Terpenting dari Hari Raya Iduladha adalah melaksanakan kurban sesuai dengan kemampuan. Karena pahala kurban sangat besar. Allah swt akan melihat keikhlasan kita dan menerima kurban sebagai amal ibadah yang ganjarannya akan kita rasakan kelak," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nasrullah menyoroti dimensi sosial dalam ibadah kurban. Karena daging kurban bisa dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Apalagi menurutnya, masyatakat saat ini terdampak selama masa pandemi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.

"Masyarakat akan membutuhkan daging kurban sebagai penambah nutrisi selama masa pandemi," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UTI Dr H. Mahathir Muhammad menambahkan, mahasiswa juga bisa berkurban dengan cara patungan. Mereka bisa menyisihkan uangnya selama beberapa waktu dan membentuk kelompok.

"Bagi yang baru sanggup berkurban kambing, didorong untuk merealisasikannya. Sedangkan mereka yang mempunyai keuangan cukup baik bisa membentuk kelompok dan berkurban satu ekor sapi," tuturnya.

Mahathir menyatakan berkurban di masa muda akan melatih keimanan dan ketakwaan serta sifat kedermawanan di tengah masyarakat. Khususnya akan diberikan kepada mereka yang terdampak masa PPKM. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

| 0 Komentar