Usai Wartawan Terlantar, Kini Advokat Sebut Periksa di RS Persahabatan Mahal
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Usai Wartawan Terlantar, Kini Advokat Sebut Periksa di RS Persahabatan Mahal

...
Nailin In Saroh
Jakarta
16 Maret 2020 - 20:00 WIB
Ragam | RILISID
...
RS Persahabatan. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Advokat Andi Asrun berbagi kisah saat melakukan pemeriksaan virus corona di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur, Senin (16/3/2020) pagi. Dia memeriksaan diri terkait COVID-19 usai kembali dari Singapura dan Batam pada minggu lalu.

Andi mengaku tiba di Rumah Sakit Persahabatan sejak pukul 10.00 WIB. Di rumah sakit tersebut, kata dia, tersedia dua jenis poliklinik untuk pemeriksaan COVID-19, yakni poliklinik khusus untuk warga dengan keluhan seperti demam dan batuk, dan poliklinik untuk warga tanpa keluhan.

Pengacara yang saat ini menjadi kuasa hukum untuk Gubernur Provinsi Kepri nonaktif, Nurdin Basirun, itu mengaku menjalani pemeriksaan di poliklinik untuk warga tanpa keluhan.

Dia mengatakan antrian di poliklinik itu cukup panjang. Setidaknya terdapat 30 warga lainnya yang juga melakukan pemeriksaan.

"Di dalam ruang pemeriksaan sedang ditangani sekitar 20 orang. Saya masih menanti giliran pemeriksaan 10 orang lagi," kata Andi seperti dikutip dari Antara, Senin (16/3).

Setelah menunggu sekitar tiga jam, Andi akhirnya menjalani pemeriksaan berupa tes darah dan rontgen dada. Setelah proses itu selesai, dia masih harus menunggu untuk diperiksa oleh dokter.

"Saya sudah selesai menjalani pemeriksaan darah laboratorium dan ronsen paru serta dikonfirmasi dokter bahwa saya tidak terinfeksi virus corona. Tetapi dokter meminta saya datang kembali bilamana dalam 14 hari ke depan saya mengalami demam dan gangguan pernapasan," ungkapnya. 

Untuk melakukan pemeriksaan tersebut, Andi mengaku mengeluarkan uang sekitar Rp705.000. "Cukup mahal, saya kira gratis. Tapi tak apa yang penting sehat," ucap Andi.

Menurutnya, pelayanan pemeriksaan COVID-19 di Rumah Sakit Persahabatan tergolong baik. Namun demikian, dia mengimbau kepada Kementerian Kesehatan untuk memperbanyak rumah sakit yang menyediakan fasilitas pemeriksaan COVID-19, agar tidak terjadi penumpukan warga.

"Kita seolah berlomba dengan waktu untuk penanganan virus ini. Karena itu, saya mengimbau agar Menteri Kesehatan membuka lebih banyak lagi Rumah Sakit untuk menangani wabah ini," pungkas Andi. 

Sebelumnya, sejumlah wartawan terlantar saat ingin memeriksaan diri di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Minggu (15/3/2020). Pemeriksaan ini dilakukan lantaran sebelumnya, para awak media yang bertugas di Kompleks Istana Kepresidenan itu berkontak langsung dengan Menhub Budi Karya Sumadi yang telah dinyatakan positif virus corona atau COVID19. 

Para wartawan berkumpul di depan gedung IGD RS Persahabatan setelah sempat diminta untuk mengisi formulir riwayat perjalanan ke daerah terinfeksi. Namun, sejak tiba di rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB, tidak ada satupun dokter yang memeriksanya hingga sore hari.  

"Tadi kita datang ke IGD, ngisi formulir orang dengan riwayat ke daerah terinfeksi. Abis itu dijelaskan petugas dokter jaga IGD. Peralatannya masih disiapkan segala macam. Belum ada pengecekan sama sekali," ujar wartawan radio MNC Trijaya, Anang Purwanto, Minggu (15/3). 

 

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Usai Wartawan Terlantar, Kini Advokat Sebut Periksa di RS Persahabatan Mahal

...
Nailin In Saroh
Jakarta
16 Maret 2020 - 20:00 WIB
Ragam | RILISID
...
RS Persahabatan. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Advokat Andi Asrun berbagi kisah saat melakukan pemeriksaan virus corona di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur, Senin (16/3/2020) pagi. Dia memeriksaan diri terkait COVID-19 usai kembali dari Singapura dan Batam pada minggu lalu.

Andi mengaku tiba di Rumah Sakit Persahabatan sejak pukul 10.00 WIB. Di rumah sakit tersebut, kata dia, tersedia dua jenis poliklinik untuk pemeriksaan COVID-19, yakni poliklinik khusus untuk warga dengan keluhan seperti demam dan batuk, dan poliklinik untuk warga tanpa keluhan.

Pengacara yang saat ini menjadi kuasa hukum untuk Gubernur Provinsi Kepri nonaktif, Nurdin Basirun, itu mengaku menjalani pemeriksaan di poliklinik untuk warga tanpa keluhan.

Dia mengatakan antrian di poliklinik itu cukup panjang. Setidaknya terdapat 30 warga lainnya yang juga melakukan pemeriksaan.

"Di dalam ruang pemeriksaan sedang ditangani sekitar 20 orang. Saya masih menanti giliran pemeriksaan 10 orang lagi," kata Andi seperti dikutip dari Antara, Senin (16/3).

Setelah menunggu sekitar tiga jam, Andi akhirnya menjalani pemeriksaan berupa tes darah dan rontgen dada. Setelah proses itu selesai, dia masih harus menunggu untuk diperiksa oleh dokter.

"Saya sudah selesai menjalani pemeriksaan darah laboratorium dan ronsen paru serta dikonfirmasi dokter bahwa saya tidak terinfeksi virus corona. Tetapi dokter meminta saya datang kembali bilamana dalam 14 hari ke depan saya mengalami demam dan gangguan pernapasan," ungkapnya. 

Untuk melakukan pemeriksaan tersebut, Andi mengaku mengeluarkan uang sekitar Rp705.000. "Cukup mahal, saya kira gratis. Tapi tak apa yang penting sehat," ucap Andi.

Menurutnya, pelayanan pemeriksaan COVID-19 di Rumah Sakit Persahabatan tergolong baik. Namun demikian, dia mengimbau kepada Kementerian Kesehatan untuk memperbanyak rumah sakit yang menyediakan fasilitas pemeriksaan COVID-19, agar tidak terjadi penumpukan warga.

"Kita seolah berlomba dengan waktu untuk penanganan virus ini. Karena itu, saya mengimbau agar Menteri Kesehatan membuka lebih banyak lagi Rumah Sakit untuk menangani wabah ini," pungkas Andi. 

Sebelumnya, sejumlah wartawan terlantar saat ingin memeriksaan diri di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Minggu (15/3/2020). Pemeriksaan ini dilakukan lantaran sebelumnya, para awak media yang bertugas di Kompleks Istana Kepresidenan itu berkontak langsung dengan Menhub Budi Karya Sumadi yang telah dinyatakan positif virus corona atau COVID19. 

Para wartawan berkumpul di depan gedung IGD RS Persahabatan setelah sempat diminta untuk mengisi formulir riwayat perjalanan ke daerah terinfeksi. Namun, sejak tiba di rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB, tidak ada satupun dokter yang memeriksanya hingga sore hari.  

"Tadi kita datang ke IGD, ngisi formulir orang dengan riwayat ke daerah terinfeksi. Abis itu dijelaskan petugas dokter jaga IGD. Peralatannya masih disiapkan segala macam. Belum ada pengecekan sama sekali," ujar wartawan radio MNC Trijaya, Anang Purwanto, Minggu (15/3). 

 

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya