Rekom PDIP di Lima Daerah Kian Terang, Tiga Masih Tanda Tanya - RILIS.ID
Rekom PDIP di Lima Daerah Kian Terang, Tiga Masih Tanda Tanya

Senin | 15/06/2020 11.32 WIB
Rekom PDIP di Lima Daerah Kian Terang, Tiga Masih Tanda Tanya
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Bandarlampung – Arah berlayar perahu PDI Perjuangan (PDIP) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 pada delapan kabupaten/kota di Lampung kian terang. Itu ditunjukkan dengan pemanggilan klarifikasi kepada bakal-bakal calon yang mendaftar di partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Diketahui, dalam beberapa hari ini, ada empat pasangan calon (paslon) yang diklarifikasi oleh DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Mereka adalah paslon Pesawaran Dendi Ramadhona-Kolonel Pur. Marzuki); Waykanan (Raden Adipati Surya-Edward Anthony); Lampung Tengah (Loekman Djoyosoemarto-M. Ilyas); dan terakhir Eva Dwiana-Dedy Amarullah.

Sebelumnya, DPP PDI Perjuangan baru mengeluarkan satu rekomendasi untuk paslon di Lampung. Tepatnya dalam pilkada di Kota Metro. Paslon itu adalah Anna Morinda-Fritz.

Pemanggilan klarifikasi empat paslon dari empat daerah itu membuat rekomendasi PDI Perjuangan kian terang. Sebab, belum ada paslon lain yang diklarifikasi. Sehingga banyak yang menduga, rekomendasi akan diberikan kepada paslon-paslon tersebut.

Kendati begitu, masih ada tiga daerah yang belum jelas arah rekomendasi akan diberikan kepada siapa. Sebab, belum ada paslon dari tiga daerah itu yang dipanggil oleh DPP PDI Perjuangan. Tiga daerah itu masing-masing Lampung Selatan, Pesisir Barat, dan Lampung Timur.

Saat dikonfirmasi mengenai pemanggilan paslon di empat daerah itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Lampung Endro S Yahman menegaskan, DPP PDIP belum mengeluarkan rekomendasi lanjutan. Rekomendasi di Lampung, baru diserahkan kepada paslon di Kota Metro yakni kepada pasangan Anna Morinda-Fritz.

”DPP belum mengeluarkan rekom. Itu (klarifikasi), masih dalam pendalaman dan komitmen memenangkan pilkada,” kata Endro kepada Rilisid Lampung, Sabtu (13/6/2020).

Karenanya, ia membantah jika foto paslon Bandarlampung Eva Dwiana-Dedi Amarullah didampingi Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi dan Ketua DPD PDIP Lampung Sudin yang beredar merupakan foto pemberian rekomendasi dari DPP PDIP.

Senada disampaikan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Bidang Organisasi Watoni Nurdin. Ia menjelaskan, pemanggilan beberapa paslon ke DPP PDIP merupakan lanjutan dari proses penjaringan dan penyaringan yang terhenti karena Covid-19.

”Jadi sekarang dilanjutkan lagi (proses penjaringan dan penyaringan). Semua balonkada dipanggil bergiliran, tidak boleh ramai-ramai. Karena yang pertama yang harus dilihat, kita tidak boleh menyalahi aturan gugus tugas. Apa lagi tujuannya ke Jakarta, perlu surat izin keluar masuk (SIKM). Jangan sampai partai pemerintah tidak menaati aturan pemerintah,” ujarnya, Minggu (14/6/2020).

Menurutnya, pemanggilan tersebut masih merupakan pendalaman dan akan dilihat dari sisi koaliasi dan pemetaan politiknya. Sama dengan yang dilakukan terhadap balon kada kabupaten dan kota lainnya.

”Surat tugas pun belum ada,” jelasnya.

Lalu mengapa DPD ikut mengawal?

Watoni menerangkan, kedatangan paslon yang dipanggil ke DPP PDIP didampingi pengurus daerahnya masing-masing memang sudah menjadi mekanismenya. Tujuannya agar tidak terjadi kerancuan jika tidak didampingi pengurus DPD dan DPC.

”Nanti pengurus daerah yang akan menjelaskan di daerahnya masing-masing, terkait hasil pemanggilan calon tersebut ke DPP,” pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID