Sah! Lambar Jadi Kabupaten Konservasi dan Tangguh Bencana - RILIS.ID
Sah! Lambar Jadi Kabupaten Konservasi dan Tangguh Bencana
Anton Suryadi
Selasa | 09/10/2018 20.13 WIB
Sah! Lambar Jadi Kabupaten Konservasi dan Tangguh Bencana
Launching Lambar Kabupaten Konservasi dan Tangguh Bencana di Pekon Sumberagung, Suoh, Selasa (9/10/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Anton Suryadi

RILIS.ID, Bandarlampung – Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mengukuhkan daerah itu sebagai kabupaten konservasi dan tangguh bencana, Selasa (9/10/2018).

Peresmian dan pengukuhan dipusatkan di Pekon Sumberagung Kecamatan Suoh. Acara bertema Untuk Masa Depan yang Lebih Baik serta Harmonisasi Alam dan Budaya.

Menurut Parosil, Lampung Barat memiliki visi dan misi mengedepankan kebutuhan daerah berdasarkan aspek kearifan lokal. 

Dengan memperhatikan kondisi geografis sebagai daerah rawan bencana, khususnya gempa bumi, Pemkab Lambar ingin daerah itu siap menghadapi setiap bencana yang mungkin terjadi. 

Untuk itu salah satu program unggulan Bupati Lambar Parosil Mabsus, yakni menjadikan kabupaten itu tangguh bencana.

Selain itu lebih dari separuh wilayah Lambar merupakan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang menginspirasinya menjadikan kabupaten konservasi.

Bupati menjelaskan, pemetaan daerah rawan bencana yang tersebar di seluruh wilayah akan memberikan penyelesaian yang komprehensif dengan memadukan aspek konservasi alam yang mengelilingi wilayah Lambar.

Untuk itu, Pemkab Lambar mengharapkan kontribusi dari seluruh unsur seperti TNI dan Polri untuk dapat melakukan langkah nyata dalam penanggulangan bencana.

Kuatnya daerah terhadap kewaspaaan bencana menyangkut aspek mental dan sarana dan prasarana penunjang dalam langkah antisipatif dalam kebutuhan penanganan bencana.

Selain itu perhatian dari pemerintah pusat dalam wujud sinergitas dalam membantu Lambar menjadi daerah tangguh bencana sekaligus kabupaten konservasi.

"Kita akan memulai program ini. Jangka pendek meningkatkan tutupan lahan/vegetasi, jangka menengah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi, dan jangka panjang terciptanya budaya konservasi,” paparnya.

Target keberhasilan pembangunan kabupaten konservasi yaitu lingkungan/alam lestari dan masyarakat sejahtera yang dapat diukur dengan Indeks Tutupan Hutan/vegetasi (ITH) dari 43,21 pada tahun 2018 menjadi 48,55 di tahun 2022.

”Lalu, dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) 60,35 tahun 2018 menjadi 64,12 di tahun 2022," jelasnya.

Di lain pihak, Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB Raditya Jati mengungkapkan, bencana yang terjadi di Indonesia meningkat.

Menurut data BNPB indeks risiko bencana Lambar ada di poin 214, artinya masuk kategori tinggi. Karena itu, peningkatan kapasitas tata kelola terkait penanganan bencana sangat perlu dilaksanakan untuk mengurangi korban akibat bencana.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan simulasi penangangan bencana yang dilakukan oleh satgas penanggulangan bencana tingkat kecamatan dan pekon.

Selain itu penandatanganan deklarasi komitmen bersama dukungan Lambar sebagai kabupaten konservasi oleh seluruh OPD dan kepala instansi vertikal di sana.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Mad Hasnurin, Sekretaris Lambar Akmal Abd Nasir, Ketua DPRD Edi Novial, unsur forkopimda, OPD, serta satgas penanggulangan bencana tingkat kecamatan dan pekon serta tim percepatan kabupaten konservasi. (*)


 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID