Sekeluarga Tertahan di Tol Lampung, Ahmad Bastian: Pengelola Harus Evaluasi!
lampung@rilis.id
Selasa | 16/02/2021 14.22 WIB
Sekeluarga Tertahan di Tol Lampung, Ahmad Bastian: Pengelola Harus Evaluasi!
Inilah kendaraan yang tertahan selama beberapa jam di exit tol Sidomulyo karena tak bisa bayar denda. FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Anggota DPD RI Dapil Lampung Ahmad Bastian menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tertahannya satu keluarga di exit tol Sidomulyo, Lampung Selatan pada Minggu (14/2/2021).

Diketahui, satu keluarga yang hendak berobat tersebut tidak bisa keluar tol karena menggunakan satu kartu untuk dua mobil hingga menyebabkan mereka didenda oleh pihak pengelola dalam hal ini PT Hutama Karya (PT HK) sebesar Rp566.000.

Mereka pun sempat tertahan beberapa jam karena tidak memiliki cukup uang untuk membayar denda tersebut. Hingga akhirnya, sejumlah orang memberikan sumbangan untuk membantu membayar denda yang dipatok PT HK.

"Sebenarnya ini masalah klasik karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sistem pembayaran elektronik. Kasus ini menunjukkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat," kata Ahmad Bastian dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/2/2021).

Bastian menegaskan peristiwa tersebut tidak mungkin terjadi seandainya ada petugas jaga. Sebab menurutnya, rombongan keluarga yang menggunakan mobil Suzuki Futura BE 1802 BO itu berhasil masuk tol dengan memakai kartu kendaraan minibus Hyundai, yang lebih dahulu masuk.

"Kejadian ini harus menjadi evaluasi bagi operator tol. Bahwa ternyata masih banyak warga di Lampung yang butuh bantuan petugas saat hendak menggunakan layanan jalan tol di Lampung," jelasnya.

Seharusnya, masih kata Bastian, pengelola tol bisa menerapkan kebijakan yang lebih humanis. Apalagi rombongan keluarga tersebut membawa orang sakit yang hendak melakukan pengobatan.

"Saya cukup prihatin dengan peristiwa ini. Saya pahami aturan memang harus ditegakkan. Hanya saja sebaiknya pengelola tol memberi kebijakan yang lebih humanis karena keluarga ini membawa orang sakit," tuturnya.

"Bisa saja kan, misalnya pengelola tol menahan satu orang saja untuk menyelesaikan urusan denda tersebut sehingga keluarga yang lain, termasuk yang sakit, tak perlu ikut tertahan lama di tol," sambung mantan anggota DPRD Lampung Selatan itu.

Senator Lampung ini pun berharap agar kasus serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Ia juga meminta pemerintah daerah (pemda) memberikan perhatian terhadap masalah yang dialami warganya.

"Ke depan mungkin pemda bisa minta dilibatkan apabila operator menemui jalan buntu untuk menyelesaikan masalah di jalan tol," imbuh lulusan IAIN Raden Intan Lampung itu.

Anggota Komite 1 DPD RI ini mengimbau pemda dan pihak pengelola terus meningkatkan sosialisasi kepada pengendara mengenai operasional jalan tol.

"Pemda bisa memberikan sosialisasi bagi pengendara mengenai sistem pembayaran di jalan tol agar tak lagi terjadi peristiwa satu keluarga tertahan di jalan tol," pungkasnya.

Sebelumnya, PT Hutama Karya memberikan penjelasan bahwa kendaraan pertama yakni minibus Hyundai sedang membawa penumpang yang sedang sakit telah dipersilakan oleh petugas tol untuk meninggalkan gerbang menuju rumah sakit.

Namun, kendaraan tersebut bersikeras untuk menunggu kendaraan kedua menyelesaikan pembayaran denda agar dapat keluar GT sehingga dapat melanjutkan perjalanan berbarengan.

”Perusahaan tidak dapat meloloskan kendaraan kedua karena kendaraan tersebut bukan termasuk kendaraan darurat yang mendapatkan prioritas seperti ambulans. Pembayaran denda yang dilakukan oleh kendaraan kedua seharusnya dibayarkan secara tunai,” kata Branch Manager Ruas Tol Bakter PT HK Hanung H dalam siaran persnya.

Namun karena pengemudi tidak membawa uang tunai sejumlah denda tersebut, maka pembayaran dilakukan secara transfer sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

”Adapun terkait kartu uang elektronik yang dapat digunakan oleh dua kendaraan, dapat disebabkan oleh kesalahan sistem pada transaksi kartu tersebut,” ujar Hanung.

PT HK pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan akan memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi pengguna jalan di setiap ruas tol. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID