Setelah Bandarlampung, Giliran Pesawaran Zona Merah Covid-19
Segan Simanjuntak
Rabu | 18/11/2020 12.59 WIB
Setelah Bandarlampung, Giliran Pesawaran Zona Merah Covid-19
FOTO: screenshot covid-19.go.id

RILIS.ID, Bandarlampung – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 RI menetapkan Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai zona merah Covid-19 atau risiko tinggi.

Hal ini diumumkan dalam laman resmi covid-19.go.id yang dilihat Rilislampung pada Rabu (18/11/2020). Satgas memperbarui zonasi risiko Covid-19 per 15 November 2020.

Baca: Bandarlampung Kembali Jadi Zona Merah Covid-19

Sebelumnya, Bandarlampung juga menjadi zona merah Covid-19. Dengan demikian, ada dua daerah yang berstatus risiko tinggi di Lampung. Sisanya adalah zona oranye alias risiko sedang dan zona kuning risiko rendah.

Satgas menjelaskan peta zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Setidaknya ada tiga indikator yang digunakan untuk menentukan zonasi risiko daerah.

Indikator pertama adalah epidemiologi yang meliputi penurunan jumlah kasus positif dan probable (Suspek Covid-19 dengan bergejala ISPA berat, koma hingga meninggal) pada minggu terakhir lebih dari atau sama dengan 50 persen, penurunan jumlah kasus suspek pada minggu terakhir lebih dari 50 persen, penurunan jumlah meninggal kasus positif dan probable pada minggu terakhir lebih dari 50 persen.

Kemudian penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir lebih dari 50 persen dari puncak, penurunan jumlah kasus positif dan probable yang dirawat di rumah sakit (RS) pada minggu terakhir lebih dari 50 persen, penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar lebih dari 50 persen.

Selanjutnya adalah persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif dan probable, laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk, mortality rate kasus positif per 100.000 penduduk, dan kecepatan laju insidensi per 100.000 penduduk.

Indikator kedua yakni surveilans kesehatan masyarakat yang mencakup jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama dua minggu terakhir dan positivity rate rendah (target ≤5% sampel positif dari seluruh orang yang diperiksa).

Indikator terakhir adalah pelayanan kesehatan, yang meliputi jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20 persen jumlah pasien positif Covid-19 dan jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20 persen jumlah ODP, PDP serta pasien positif corona yang dirawat di RS.

Dari data yang diterima Rilislampung, kasus corona di Pesawaran tercatat 151. Rinciannya, 59 pasien sembuh, enam meninggal, enam proable dan 10 suspek. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID