LBH Bandarlampung: DPRD Mana Empatimu?
Wirahadikusumah
Senin | 11/05/2020 17.10 WIB
LBH Bandarlampung: DPRD Mana Empatimu?
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Adanya tender pengadaan baju dinas untuk DPRD Provinsi Lampung di tengah pandemi Corona ini sebesar Rp1,99 miliar lebih menuai kecaman dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung.

(Baca: Bermewahan di Tengah Pandemi: Rp1,99 M hanya untuk Baju Dinas).

Direktur LBH Bandarlampung Chandra Muliawan mendesak kegiatan pengadaan baju dinas DPRD Lampung tersebut untuk ditiadakan. Bukan ditunda.

”Mari kita tanyakan empati DPRD Lampung kepada masyarakat jika masih ngotot pengadaan baju dinas itu tetap diadakan,” ujar Direktur LBH Bandarlampung Chandra Muliawan kepada Rilislampung.id melalui sambungan telepon, Minggu malam (10/5/2020).

Dia mengatakan, di tengah wabah Corona ini, hampir seluruh lapisan masyarakat terkena dampak. Terutama dari sisi ekonomi. Karenanya, diperlukan empati semua pihak. Termasuk di antaranya DPRD Provinsi Lampung.

”Jika memang sudah nggak bisa ngantor lagi karena nggak ada baju dinas, silakan saja diadakan,” sindir Chandra.

Dia juga menyanyangkan kegiatan itu sudah ditenderkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Lampung. Padahal, kata dia, secara nasional, pemerintah pusat sudah meminta kepada seluruh pemerintah daerah termasuk DPRD untuk recofusing anggaran terkait adanya wabah coronan ini.

”Nah, DPRD kok malah mikirin baju dinas baru. Seperti tidak ada empati saja. Masyarakat sekarang ini sedang kesusahan, harusnya diarahkan pengadaannya untuk penanganan Covid-19!” tegasnya.

Dia menilai, Sekretariat DPRD Provinsi Lampung yang menjadi penanggung jawab tender pengadaan baju dinas DPRD itu tidak peka dengan kondisi ini.

”Karenanya, saya berharap anggota DPRD menolak pengadaan baju dinas tersebut. Itu baru wakil rakyat yang diinginkan rakyat. Alihkan saja dana pengadannya untuk membantu masyarakat,” sarannya.

Chandra menambahkan, LBH juga mengimbau kepada lembaga pemerintahan yang lainnya untuk lebih mengedepankan empati dalam melaksanakan kegiatannya.

”Seperti pengadaan baju dinas DPRD ini, dalam situasi seperti ini, di mana urgensinya? Karena itu, saya tegaskan lagi, LBH Bandarlampung meminta kegiatan itu ditiadakan!” pungkasnya.(*)

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID